Kamis, 22 Oktober 2026

Bupati Madina Tegaskan Jangan Menjadi Provokator  Perdamaian antara Korban, Keluarga Korban dengan PT SMGP

Administrator - Selasa, 16 Februari 2021 07:24 WIB
Bupati Madina Tegaskan Jangan Menjadi Provokator  Perdamaian antara Korban, Keluarga Korban dengan PT SMGP

 

Baca Juga:

PANYABUNGAN I Sumut24.co

Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution meminta pihak-pihak yang tidak terkait dengan tragedi bocornya sumur gas milik PT SMGP pada 25 Januari 2021 lalu, tidak menjadi provokator dan merusak kekondusifan Kabupaten Mandailing Natal.

Apalagi, antara pihak PT. Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) dengan warga yang menjadi korban serta keluarga korban meninggal dunia, telah ada perdamaian, yang turut juga diketahui dan ditandatangani Forkopimda setempat.

Sehingga Bupati mengharapkan agar pihak-pihak lain yang tidak berhubungan langsung dengan peristiwa tersebut tidak mencederai atau menjadi provokator.

Pasalnya, perkembangan terkini di tengah-tengah masyarakat di sekitar Desa Sibanggor Julu, Sibanggor Jae dan Sibanggor Tonga Kecamatan Puncak Sorik Marapi, muncul gejala yang akan dapat mencederai kekondusifan dan merusak perdamaian tersebut.

Diketahui, pada Senin (15/2/2021) kemarin, sekitar 21 orang masyarakat memaksa untuk diperiksa/Rontgen dan diopname di RSU Daerah Panyabungan. Padahal hampir dapat dipastikan dampak H2S di lokasi proyek PT SMGP di Desa Sibanggor Julu tidak ada lagi. Hal itu sesuai Berita Acara Verifikasi 2 Februari 2021 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan didampingi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mandailing Natal.

Apalagi, sejak musibah terjadi pada 25 Januari 2021 lalu, para petugas baik dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kodam I/BB maupun Satuan Brimob yang di BKO kan telah melaksanakan tugas selama berhari-hari dan tidak ada menerima keluhan apapun dari warga sekitar.

Setelah ditelusuri ternyata, masyarakat yang meminta diperiksa kesehatan atau dirontgen serta diopname di RSUD Panyabungan kemarin, tidak ada dalam daftar atau tidak pernah melapor sebagai masyarakat yang terpapar Gas H2S.

Berkaitan dengan isu-isu tersebut, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, berharap partisipasi aktif Forkopimda plus untuk memberikan pencerahan dan sekaligus pencegahan agar isu-isu yang tidak jelas kebenarannya tidak menjadi meluas serta dapat diluruskan secara bersama-sama.

“Pemerintah dan masyarakat butuh listrik, pada sisi lain lerusahaan butuh kekondusifan untuk dapat beroperasi kembali. Masyarakat juga butuh perusahaan untuk mendapatkan lapangan kerja. Selama ini masyarakat juga sebagai pensuplai berbagai macam barang/kebutuhan yang diperlukan oleh perusahaan. Apalagi pada 12 April mendatang kita sudah masuk bila Ramadhan dan bulan Mei sudah Idul Fitri. Ini perlu menjadi pertimbangan kita semua sehingga kebutuhan masyarakat tidak terabaikan,” ungkap Bupati merinci berbagai pertimbangan situasi, Selasa (16/2/2021).(red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
Kapolsek Sipirok Turun Temui Warga Baringin, Serap Aspirasi dan Bahas Keamanan Lingkungan
Begal hingga Premanisme Dibidik, Timsus Serigala Sakti Bergerak Malam Hari di Padang Lawas
HUT Golkar ke-62: Dari Ziarah Pahlawan, Irsan Efendi Nasution Ingatkan Golkar soal Tanggung Jawab kepada Rakyat
komentar
beritaTerbaru