Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Sibuhuan Sambut Nasabah dengan Hangat
Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Sibuhuan Sambut Nasabah dengan Hangat
News
PROFESI tertentu membutuhkan karyawan untuk bekerja dalam shift. Walaupun mungkin tampak nyaman, bekerja shift juga memiliki kelemahan terhadap kesehatan sang karyawan.
Baca Juga:
- Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Sibuhuan Sambut Nasabah dengan Hangat
- 53 WNA Diduga Salahgunakan Izin Tinggal di BSD, Siapa yang Menjamin dan Mempekerjakan?
- Polresta Deli Serdang Pantau Keamanan dan Berikan Pelayanan Kesehatan Kepada Penumpang Terdampak Pembatalan Penerbangan di Bandara Kualanamu
Bekerja dalam shift, terutama di malam hari, ternayata memengaruhi jam tubuh dan menyebabkan gangguan dalam sistem dan siklus tidur. Sayangnya, sebuah studi telah menekankan pada gangguan tidur berkepanjangan karena shift kerja meningkatkan risiko pengeroposan tulang.
Peneliti dari University of Colorado di Amerika Serikat membuat subyek penelitian di laboratorium, di mana selama 3 minggu mereka tidur setiap hari 4 jam berikutnya dari hari sebelumnya, sehingga menghasilkan 1 hari jadi 28 jam.
Orang-orang diizinkan untuk tidur hanya 5,6 jam per 24 jam, karena tidur pendek umum untuk malam dan pergeseran pekerja. Saat terjaga, orang-orang makan jumlah kalori dan nutrisi yang sama selama penelitian.
Sampel darah diperoleh pada awal dan setelah 3 minggu manipulasi tidur untuk pengukuran bioamarker tulang. Enam dari pria berusia antara 20 sampai dengan 27 tahun, sedangkan empat lainnya berusia antara 55-65 tahun.
Para peneliti menemukan, setelah 3 minggu, semua orang telah mengalami penurunan secara signifikan tingkat pembentukan tulang disebut P1NP. Penurunan ini lebih besar untuk orang-orang usia muda dari laki-laki yang lebih tua: penurunan 27 persen banding 18 persen, kata para peneliti.
“Perubahan keseimbangan tulang ini menciptakan sebuah potensi pengeroposan tulang yang dapat menyebabkan osteoporosis dan patah tulang,” kata Christine Swanson dari University of Colorado yang dikutip Zeenews, Senin (4/4/2017).
Tingkat resorpsi tulang penanda CTX tetap tidak berubah. Indikasi bahwa tulang tua bica memecah tanpa tulang baru yang terbentuk, kata para peneliti.
“Data ini menunjukkan bahwa gangguan tidur mungkin merugikan metabolisme tulang, ketika pertumbuhan tulang dan akrual sangat penting untuk kesehatan tulang jangka panjang,” pungkasnya.
Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Sibuhuan Sambut Nasabah dengan Hangat
News
53 WNA Diduga Salahgunakan Izin Tinggal di BSD, Siapa yang Menjamin dan Mempekerjakan?
News
Polresta Deli Serdang Pantau Keamanan dan Berikan Pelayanan Kesehatan Kepada Penumpang Terdampak Pembatalan Penerbangan di Bandara Kualanamu
News
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (PLN UIP SBU) melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab)
kota
sumut24.coASAHAN, Keberhasilan kembali ditorehkan jajaran kepolisian di Kabupaten Asahan. Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres As
News
Perjalanan Sederhana Menuju Pertemuan dengan Crown Princess Victoria
News
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., memimpin pelaksanaan Apel Gabungan lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan yan
News
sumut24.co Medan Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi NasDem, Antonius Devolis Tumanggor, menyoroti keberlanjutan program Perlindungan S
kota
Menembus Ilusi Kolonialitas Agraria UMSU Academic Viewpoint atas Rekonstruksi Papua 1828&ndash2026
News
Tak Jera!! Residivis Ks Pencurian Jadi Bandar NarkobaDiringkus saat akan Pasok 141 Paket Ganja.
News