Jumat, 08 Mei 2026

Ngintip Pemandian Air Panas dan Goa di Penen Sibiru-biru

Administrator - Kamis, 01 Agustus 2019 15:10 WIB
Ngintip Pemandian Air Panas dan Goa di Penen Sibiru-biru

Laporan: Marwan Lubis-Sibiru-biru

Baca Juga:

Setelah minggu lalu saya pulang dari Air Terjun Ponot yang ada di Asahan, kini pada Rabu (31/7) kemarin, bersama sahabat saya, Rafael Simbolon, SE kembali jalan-jalan santai. Seperti biasa juga, jalan-jalan ini mendadak saja, sama sekali tidak direncanakan.

Saya mengajak sahabat saya ini ke Goa yang ada di Desa Penen, Kecamatan Sibiru-biru. Sahabat saya sih, setuju aja kalau cerita jalan-jalan, ha ha ha.

Sekitar jam 10 pagi, kami pun bergerak dari Medan menuju Desa penen, melalui jalur Medan-Deli Tua-Sibiru-biru-Desa Peria-ria-Desa Penen. Kami berangkat menggunakan sepeda motor. Akses jalan cukup bagus, namun ketika melewat Pantai Sibiru-Biru, jalanan mulai banyak yang rusak dan berlubang. Dengan modal bertanya-tanya kepada warga sekitar saat di jalan, sekitar jam setengah 12 siang, kami pun sampai di Pemandian Air Panas Penen.

Uang masuk ke lokasi yaitu Rp 5000/sepeda motor. Dan uang parkir Rp3000,/motor. Pemandian Air Panas Penen ini, berbentuk seperti layaknya Sidebuk-debuk yang ada di Brastagi.

Namun sangat jauh berbeda. Memang sama-sama dibuatkan kolam untuk berendam, namun udara disini sangatlah panas. Jadi tidak cocok datang ke pemandian ini di Siang hari. Kolamnya juga tidak terlalu banyak.

Tujuan Utama kami sebenarnya adalah ingin melihat Goa yang ada di Desa Penen. Ada seorang ibu penjaga warung yang menyuruh kami menggunakan guide untuk sampai di Goa Penen agar tidak tersesat. Akhirnya ada seorang bapak bernama Lesteng Perangin-Angin, mantan Kepala Desa Penen mengantarkan kami ke Goa tersebut dengan upah seikhlasnya.

Sempat terlontar ucapan si Bapak, “Nanti, kalau ada pengutipan uang masuk ke Goa, tidak usah di kasih ya..”,” ujar Bapak itu.

Dengan berjalan kaki kami pun menelusuri ladang serta sawah milik warga sekitar untuk sampai ke Goa Penen ini. Hanya 10 menit, kami pun sampai di depan Goa Penen ini. Namun perkataan bapak tadi, berbanding terbalik saat kami sampai di depan Goa, dimana ada seorang ibu yang mengaku menjaga lokasi wisata Goa ini, iya pun meminta uang retribusi sebesar Rp5000,/Orang. “Jika kalian tidak mau membayar silahkan tinggalkan tempat ini,” kata si Ibu dengan nada tegas.

Ya, mau tak mau kami pun harus membayarnya. Akhirnya si Ibu tadi pun menjelaskan sesuatu. Ternyata Pengelola pemandian Air Panas Penen itu, berbeda dengan Objek wisata Goa Penen.

Ibu tadi mengatakan kalau Pemandian Air Panas Penen itu dikelola Pemerintah, sedangkan Goa disini dikelola secara pribadi. Dimana pemilik lahan bernama Ngapul Sitepu.

Bahkan Akses ke Goa dari Pemandian Air Panas, akan ditutup. sehingga jalur utama menuju Goa, melalui desa Peria-Ria. Jadi, Goa Penen ini sebenarnya terletak diantara Desa Penen dan Desa Peria-ria.

Ada seorang bapak dimana beliau adalah suami dari ibu yang meminta uang masuk Goa tadi, mengatakan Goa ini sebenarnya terletak di Desa Penungkiran, Kecamatan Telun Kenas, Kabupaten Deli Serdang. Duhhh, ini membuat saya sendiri semakin bingung, jika harus kemari lagi.

Binggung untuk akses masuknya dari mana. Intinya, jika kalian ingin ke Goa ini, masuklah dari Desa Peria-ria, sebelum Sekolahan, atau biar gak nyasar tanya saja warga sekitar desa peria-ria, untuk menuju Goa-goa yang ada disini.

Seusai mendengar penjelasan si Bapak dan Ibu pengelola ini, kami pun tidak ambil pusing lagi, tinggal menikmati saja dan masuk kedalam goa-goa yang ada. Ada banyak goa disini, lebih dari 5 goa yang ada. Karena waktu pula, kami hanya memasuki beberapa saja. Goa pertama yaitu yang ada kolam pemandiannya.

Tepat di antara goa-goa penen ini. Bahkan di waktu kedepan akan ditambah lagi kolam pemandiannya disekitar goa-goa yang ada. Guna menambah keindahan dan minat pengunjung.

Akses jalan di Sekitar Goa, sudah mulus di batako. Goa-goa disini memang begitu indah dan menarik, tetesan-tetesan air jatuh dari langit-langit Goa disini. Serta terdapat sumber air panas didalam Goa Penen ini. Ada beberapa Goa yang paling besar, salah satunya yang ada Kolam pemandian didepannya, selanjutnya berjarak sekitar 100 meter lagi.

Ada sebuah Goa yang kami masuki lumayan gelap, dan kami mengandalkan senter dari handphone saja, Udara begitu pengap dan panas, namun keadaannya lembab, disebabkan banyak air yang menetes dari Atap dan dinding Goa. Lumayan seru perjalanan hari ini untuk menelusuri Goa Penen ini.

Semoga saja Goa disini dapat dipertahankan keindahannya dan dikelola dengan baik. Saat ini masih belum terlalu banyak orang kesini, sehingga kebersihan masih terjaga. Semoga kedepannya tetap terjaga kebersihan serta keindahan Goa Penen ini.

Goa ini sendiri memang penuh misteri. Konon goa ini tempat pembantaian yang bisa tembus ke Tanah Karo. “Iya Goa ini bisa tembus ke Tanah Karo,” kata Lesteng Perangin-Angin yang tampak sehat diusia senjanya itu. (*)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Mantan Atlet Voli Audiensi dengan Ketua DPRD Deli Serdang
Komunitas Salihara Arts Center bersama Grup Tari Asal Taiwan Hadirkan Islands sebagai Dialog Tubuh dan Identitas
Menuju Indonesia Emas 2045: Kasat Lantas Samosir Tanamkan Disiplin Lalu Lintas pada Generasi Muda di SMA Negeri 1 Palipi
Wawako Tanjungbalai Hadiri ASWAKADA 2026, Dorong Kolaborasi Antar Daerah
Ketua JMSI Sumut Apresiasi Kinerja Kasat Reskrim Polrestabes Medan
Pemko Tanjungbalai Perkuat Pengawasan Program MBG, Dua Dapur SPPG Ditinjau Langsung
komentar
beritaTerbaru