Usai Aniaya Sesama Warga, Terduga Pelaku Akhirnya Diringkus Tim Jatanras Polres Asahan
sumut24.co ASAHAN, Kepiawaian dan ketelitian tim kepolisian kembali teruji. Tim Jatanras Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Asahan
News
Medan I SUMUT24.CO
Baca Juga:
Resistensi antibiotik saat ini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Sekitar 700 ribu kematian di seluruh dunia disebabkan oleh fenomena ini. Bahkan, para ahli kesehatan termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setuju bahwa jika tidak ada pencegahan yang tepat, maka resistensi antibiotik akan mengakibatkan sekitar sejuta kematian secara global setiap tahun pada tahun 2050.
Apa itu resistensi antibiotik?
Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Sayangnya, bakteri lama-lama justru bisa beradaptasi dengan obat-obatan dan menjadi makin sulit untuk dibunuh. Nah, inilah yang disebut dengan resistensi antibiotik. Bakteri bisa menjadi resisten terhadap antibiotik melalui beberapa cara. Misalnya karena gen bakteri mengalami perubahan atau bakteri mendapat gen yang resisten terhadap obat dari bakteri lain. Kondisi ini lambat laun dapat mengancam kemampuan tubuh dalam melawat penyakit infeksi.
Jadi, semakin lama dan semakin sering antibiotik digunakan, maka antibiotik semakin tidak efektif dalam melawan bakteri. Jika jumlah bakteri resisten antibiotik semakin banyak, maka beragam prosedur medis seperti transplantasi organ, kemoterapi, pengobatan diabetes, dan operasi besar menjadi sangat berisiko. Efek lebih jauhnya, pasien harus menanggung perawatan yang lebih lama dan lebih mahal. Benarkah resistensi antibiotik bisa sebabkan kematian?
Resistensi antibiotik disebabkan karena bakteri tidak lagi dapat dimatikan dengan antibiotik, sehingga mengancam kemampuan tubuh dalam melawan penyakit infeksi. Akibatnya dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian.
“Karena penyakit infeksinya disebabkan oleh bakteri yang tidak bisa diatasi dengan antibiotik yang tersedia, maka itulah yang bisa menyebabkan kematian.â€
Resistensi antibiotik bukan penyebab satu-satunya kondisi pasien terus memburuk dan pada akhirnya meningkatkan risiko kematian. Pasalnya, mungkin ada hal-hal lain yang bisa memengaruhi kondisi pasien itu sendiri, misalnya penyakit yang diderita pasien. Biasanya pasien yang memang sakit berat sistem kekebalan tubuhnya akan terus menurun, sehingga mengurangi kinerja antibiotik dalam mematikan bakteri penyebab infeksi. Selain itu, bertambah parahnya kondisi pasien juga bisa disebabkan karena obat yang diminum.
Hal ini bisa dipengaruhi oleh kualitas dan cara penyimpanan obat yang tidak sesuai. Ya, penyimpanan obat yang tidak sesuai aturan dapat menyebabkan potensi kerja obat mengalami penurunan, yang pada akhirnya memengaruhi kondisi pasien. “Ada banyak hal yang menyebabkan obat tidak bisa bekerja. Jadi, tidak hanya karena masalah resistensi saja.â€
Bagaimana cara supaya terhindar dari resistensi antibiotik? Agar terhindar dari resistensi antibiotik harus mengetahui bagai mana cara minum obat antibiotik yang benar. Berikut beberapa aturan minum antibiotik yang harus diperhatikan:
1.Selalu minum antibiotik sesuai dengan anjuran dokter. 2.Selalu membeli jumlah antibiotik sesuai yang diresepkan dokter. 3.Selalu menghabiskan antibiotik yang diberikan dokter, bahkan jika kondisi Anda sudah membaik. 4.Selalu minum obat dengan dosis yang tepat dan pada waktu yang tepat. 5.Jangan pernah mengulang resep obat antibiotik. 6.Jangan pernah minum antibiotik yang diresepkan untuk orang lain atau memberikan antibiotik yang Anda miliki ke orang lain, karena kebutuhannya mungkin saja tidak sama. 7.Selalu beri tahu dokter jika Anda mengonsumsi obat lain, suplemen, dan herbal. 8.jangan ragu untuk menanyakan informasi obat yang anda butuhkan kepada Apoteker anda.
Segera hubungi dokter anda ketika anda sudah menggunakan antibiotik dengan benar namun kondisi anda belum membaik. Tidak perlu ragu untuk selalu berkomunikasi dengan tenaga kesehatan. Kini saatnya menjadi cerdas dalam menggunakan antibiotik.
Tim Mahasiswa Profesi Apoteker Angkatan 39 Universitas 17 Agustus Jakarta 1945, Apoteker Pagi C (Nurul Hafizoh, Syafiah, Fadhillah, Fahmi Hamim, Dara Fona Dika, Cut Suci Novia, Difa Delfishna). (R03)
sumut24.co ASAHAN, Kepiawaian dan ketelitian tim kepolisian kembali teruji. Tim Jatanras Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Asahan
News
sumut24.co TANJUNGBALAI , Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina melepas keberangkatan 34 peserta dan pendamping Kwartir Cabang
News
Pembentukan DPK ABPEDNAS Kecamatan Batang Kuis, DPC Deli Serdang Tekankan Sinergi BPD dan Kepala Desa Kawal Program Strategis
kota
GELOMBANG DEMONSTRASI DIPICU TERHENTINYA AKTIVITAS PEMBELIAN BIJIH TIMAH MASYARAKAT
kota
Anto Genk Hadiri Pembukaan Sumatera Utara Rally 2026, JMSI Sumut Siap Dukung Publikasi Event Otomotif Bertaraf Internasional
kota
Pencuri Pintu Besi Ditangkap Polsek Tanjung Morawa
kota
Keluarga Winda Lorenza Gowasa Resmi Lapor ke Polda Sumut
kota
Kementan Apresiasi Kecepatan Penanganan Pascabencana Sektor Pertanian Kabupaten Solok.
kota
Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M, Pimpin Apel Gabungan Sekaligus Membuka Gerakan Gotong Royong Bersama.
kota
PCNU Sumut Dukung Gus Yusuf Pimpin PBNU Muktamar Jombang
kota