Minggu, 10 Mei 2026

Dominasi Debat Perdana, Afi Kalla Usung Hilirisasi IKM Sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Administrator - Sabtu, 09 Mei 2026 12:13 WIB
Dominasi Debat Perdana, Afi Kalla Usung Hilirisasi IKM Sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Afifuddin Suhaeli Kalla dalam Gelaran Debat Pertama Calon Ketua Umum (Caketum) BPP HIPMI periode 2026-2029 di Jambi (9/5). Foto. Ist
sumut24.co - Jambi

Baca Juga:

Gelaran Debat Pertama Calon Ketua Umum (Caketum) BPP HIPMI periode 2026-2029 yang berlangsung di BW Luxury Hotel, Jambi, pada Sabtu (9/5), menjadi panggung pembuktian bagi Afifuddin Suhaeli Kalla. Pria yang akrab disapa Afi Kalla ini tampil memukau dan dinilai sebagai kandidat yang paling siap secara konsep maupun eksekusi.


Dengan gaya bicara yang lugas dan berbasis data makro, Afi Kalla berhasil memetakan solusi ekonomi yang konkret. Ia menawarkan visi yang dianggap lebih membumi dibandingkan tiga kandidat lainnya, yakni Reynaldo Bryan, Anthony Leong, dan Ade Jona, dalam upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di bawah kepemimpinan pengusaha muda.


Dalam debat tersebut, Afi Kalla yang memegang nomor urut 3 menegaskan bahwa kunci utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% adalah dengan memperkuat industri pengolahan (hilirisasi). Namun, Afi membawa perspektif yang berbeda mengenai definisi industri.


"Pengolahan itu, kalau kita mendengar industri, kita tidak hanya melihat industri besar saja. Tapi kita juga harus melihat industri yang dimulai dari dapur rumah tangga, garasi kecil, dan juga ruang tamu. Karena itu semua adalah bagian dari rantai pengolahan nasional," tegas Afi di hadapan para panelis dan anggota HIPMI.

Menurutnya, hilirisasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai pembangunan pabrik skala raksasa, melainkan harus menyentuh akar rumput melalui pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Melalui program unggulan bertajuk "Jadi Mandiri", Afi berkomitmen menjadikan IKM sebagai pintu masuk yang paling realistis bagi pengusaha muda untuk terlibat dalam ekosistem industri nasional.




Salah satu poin krusial yang disampaikan Afi adalah mengenai pemerataan ekonomi daerah. Ia berargumen bahwa setiap provinsi di Indonesia memiliki keunikan sumber daya alam (SDA) yang belum tergarap maksimal secara nilai tambah.

Dengan membangun "pabrik-pabrik kecil" atau IKM di tingkat daerah, Afi meyakini nilai tambah komoditas tidak akan lari ke luar daerah atau menumpuk di Pulau Jawa. Hal ini akan menciptakan lapangan kerja lokal secara masif dan mendorong kesejahteraan yang merata.


"Kita dorong lebih banyak pabrik kecil di setiap daerah supaya nilai tambahnya ada di provinsinya masing-masing, tidak pindah ke provinsi yang terlalu padat di Jawa. Dengan bertumbuhnya ekonomi di daerah, ini akan menjadi agregat yang kuat untuk mendorong pertumbuhan nasional 8%," jelasnya lagi.


Afi juga menyoroti struktur ekonomi Indonesia yang saat ini masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga. Baginya, untuk menjadi negara maju, Indonesia tidak bisa sekadar menjadi pasar. Indonesia harus bertransformasi menjadi negara produsen yang mampu menciptakan produk substitusi impor.


Menutup debat, Afi menegaskan visinya melalui jargon "Kita Bikin Jadi". Ia berkomitmen bahwa di bawah kepemimpinannya, HIPMI akan bertransformasi dari sekadar organisasi perkumpulan pengusaha menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang berkontribusi langsung pada target negara. Ia berjanji bahwa setiap gagasan besar dari pengusaha muda akan dikawal hingga tahap eksekusi, bukan berhenti di atas kertas.


Mengenal Lebih Dekat Afi Kalla

Keunggulan Afi dalam debat ini tidak lepas dari rekam jejaknya yang panjang di dunia bisnis dan organisasi. Meskipun memiliki pertalian keluarga dengan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Afi secara konsisten membuktikan kemandirian profesionalnya melalui dedikasi di bidang akademis dan kepemimpinan.

Pendidikan sebagai alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan pemegang gelar Master dari Keller Graduate School of Management, San Francisco, AS (2013).

Rentetan Afi karier bisnis saat ini menahkodai sejumlah perusahaan strategis di bawah naungan Kalla Group, termasuk menjabat sebagai CEO PT Bukaka Energy dan CFO PT Bukaka Teknik Utama Tbk. Ia juga aktif memimpin PT Malea Energy, PT Tamboli Energy, dan PT Bumi Mineral Sulawesi.

Pengalaman organisasi telah berproses selama 8 tahun di HIPMI Jakarta, memulai kepemimpinan sebagai Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Timur (2013), hingga dipercaya menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Jaya periode 2017-2020.


Melalui kontestasi Caketum BPP HIPMI 2026-2029 ini, Afi Kalla membawa misi besar untuk menanamkan industrial mindset di seluruh lini organisasi. Ia bertekad mengubah paradigma pengusaha daerah dari sekadar pemain kecil menjadi pelaku industri yang memiliki daya saing tinggi dan skala bisnis yang terus bertumbuh. (Rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pelantikan HIPMI Sumut 2026, Ade Jona Prasetyo Ingatkan Pengusaha Muda Tetap Rendah Hati
Dr. Hendro Dewanto, SH. MH Kajati Jateng Yang Baru
Jaksa Agung Tunjuk Asep Jadi Wakil Jaksa Agung, Narendra Jabat JAM Bin
Beregu Campuran Squash Sumut Perkasa, Taklukkan Jambi 3-0
Jambi Raih Medali Emas di Senam Aerobik Trio PON XXI Aceh-Sumut 2024
komentar
beritaTerbaru