Rabu, 29 April 2026

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Jadi Alarm, Masyarakat Desak Evaluasi Total

Administrator - Rabu, 29 April 2026 09:58 WIB
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Jadi Alarm, Masyarakat Desak Evaluasi Total
Salam Masyarakat Sipil Pengguna Kereta Api TAP, S.H – Tody A Prabu, S.H
SUMUT24.CO — Kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur baru-baru ini menjadi alarm keras bagi sistem transportasi perkeretaapian nasional. Peristiwa tersebut memicu desakan kuat dari masyarakat sipil agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan.

Baca Juga:

Sejumlah poin penting dinilai harus segera dibenahi, terutama pada sistem persinyalan dan proteksi perjalanan kereta. Evaluasi teknis secara mendalam diperlukan guna mencegah potensi kecelakaan serupa di masa mendatang.


Masyarakat juga mendorong Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi secara komprehensif, transparan, dan berbasis data. Penyelidikan ini harus mencakup seluruh faktor penyebab, mulai dari human error, aspek teknis, hingga sistem operasional.


Selain itu, diperlukan penerapan sistem keselamatan berlapis yang kuat, mulai dari pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas infrastruktur, hingga disiplin dalam operasional di lapangan.


Percepatan implementasi teknologi Automatic Train Protection (ATP) juga menjadi sorotan. Sistem ini dinilai krusial karena mampu menghentikan kereta secara otomatis saat terjadi pelanggaran sinyal atau potensi bahaya.


Evaluasi terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) turut menjadi perhatian, guna memastikan tidak adanya celah kelalaian maupun kegagalan sistem dalam operasional kereta.


Tak kalah penting, peningkatan keamanan di perlintasan sebidang harus dilakukan secara serius untuk meminimalkan risiko kecelakaan yang melibatkan kendaraan lain.


Desakan reformasi juga disampaikan oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN RI) yang meminta evaluasi total terhadap sistem manajemen keselamatan di PT Kereta Api Indonesia.


Selain reformasi sistem, percepatan pembangunan Double-Double Track (DDT) dinilai penting guna memisahkan jalur kereta jarak jauh dengan kereta komuter, sehingga dapat mengurangi kepadatan dan meningkatkan keselamatan perjalanan.


Masyarakat juga meminta adanya langkah konkret dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), untuk memberikan rekomendasi kepada PT KAI, Danantara, serta Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam rangka memperkuat sistem keselamatan nasional.


Evaluasi ini menegaskan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama tanpa kompromi. Tidak boleh ada toleransi terhadap kegagalan sistem yang berpotensi mengancam nyawa.


Salam Masyarakat Sipil Pengguna Kereta Api
TAP, S.H – Tody A Prabu, S.H

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kecelakaan Maut  di Jalan Lintas Berastagi Bus Almasar Tabrak 2 Motor, 1 Tewas 2 Luka
Kecelakaan Tunggal Mobil Sedan KIA, BK 1527 OD Terguling di Jalan Putri Hijau Medan.
Siswi SMA Tewas Ditabrak Mobil Ajudan Kapolres Madina, Polisi Janji Proses Hukum Transparan
Pangkorwil Brigade SPSI Sumut Bersama Ketua SPSI Kota Medan Menjenguk Korban Kecelakaan Kerja di PT Agro
Kecelakaan Beruntun di Jalan HM Yamin Medan, Libatkan 10 Kendaraan!
Kecelakaan Beruntun Libatkan 10 Kendaraan di Jalan HM Yamin Medan
komentar
beritaTerbaru