5 Kali Beraksi, Polsek Medan Labuhan Tangkap 2 Komplotan Curanmor
5 Kali Beraksi, Polsek Medan Labuhan Tangkap 2 Komplotan Curanmor
News
Baca Juga:
Tuduhan tentang upaya membangkitkan peran sosial politik TNI dalam revisi UU TNI berhasil dipatahkan dengan argumentasi yang jelas. Tokoh-tokoh masyarakat seperti Menkopolhukam Prof. Mahfud MD dan mantan Gubernur Lemhanas Andi Widjayanto menegaskan bahwa revisi ini tidak membangkitkan dwi fungsi TNI. Oleh karena itu, kami mengingatkan agar kegagalan argumentasi ini tidak menjadi pemicu kekerasan yang bisa merusak wibawa intelektual dan moralitas gerakan.
Kami juga dengan tegas mengecam segala bentuk aksi kekerasan yang mengatasnamakan gerakan mahasiswa atau masyarakat sipil. Gerakan mahasiswa yang sejati seharusnya dilandasi oleh integritas intelektual, argumentasi rasional, dan cara-cara moral yang luhur. Aksi destruktif yang memprovokasi kekerasan hanya akan merusak perjuangan yang seharusnya berbasis pada data dan analisis kritis.
Segelintir pihak yang sengaja menciptakan konflik fisik dengan aparat demi membenarkan narasi kebangkitan dwi fungsi TNI adalah langkah yang tidak produktif. Tuduhan bahwa revisi UU TNI mengembalikan peran sosial-politik TNI adalah tidak akurat. Sebaliknya, revisi ini justru mempertegas batasan ruang gerak TNI dalam ranah sipil, sesuai dengan prinsip reformasi demokrasi.
Kami juga mengingatkan bahwa aksi anarkis, seperti pengrusakan properti dan penghadangan jalan, hanya merusak martabat gerakan mahasiswa dan mengaburkan substansi perjuangan. Provokasi kekerasan bukanlah jalan untuk menyuarakan aspirasi. Jika ini terus dipaksakan, hal tersebut dapat memicu reaksi negatif dari masyarakat yang mendambakan ketertiban dan proses demokrasi yang sehat.
Kami mendesak semua pihak untuk kembali ke jalur perdebatan yang substantif dan berbasis pada mekanisme hukum dan DPR yang jelas. Gerakan mahasiswa harus kembali berfokus pada tujuan utama yaitu memastikan bahwa proses legislasi berlangsung secara aspiratif, transparan, dan bebas dari kepentingan sepihak.
Penting untuk diingat bahwa kekerasan bukanlah bahasa perjuangan. Perubahan yang hakiki hanya dapat dicapai melalui keteguhan ilmiah dan moral.
URAI ZULHENDRI
Eksponen Gerakan Mahasiswa Universitas Indonesia
No. HP: 0812 8282 8207
5 Kali Beraksi, Polsek Medan Labuhan Tangkap 2 Komplotan Curanmor
News
Minggu Kasih Kapolda Sumut Merawat Kebhinekaan, Menjaga Generasi, dan Mewujudkan Sumut Aman
News
Mubes XVI PPTSB Tetapkan Sairon Sinaga, Mangihut Sinaga Tegaskan Jangan Ada Lagi Perpecahan!
News
BAKOPAM Sumut Tegas! Ibnu Hajar Minta Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggerebekan Pesantren
News
Sentuh Hati Lansia di Sibuhuan, Kasat Reskrim Polres Palas AKP Irwansah Sitorus Bagikan Sembako
News
Jaga SPBU Tetap Kondusif, Kasat Reskrim Polres Palas Pimpin Patroli Keamanan
News
Warga Resah, Timsus Serigala Sakti Gerebek Kafe RemangRemang di Palas, Puluhan Botol Minuman Beralkohol Diamankan
News
Gubuk Kumpul Warga di Selambo Diubah Jadi Sarang Narkoba2 Pengedar Digerebek, Sabu Digantung di Pohon
News
Fahdi Saidi Lubis, Akademisi dan Peneliti Ilmu Komputer yang Resmi Menjadi Menantu Anto Genk
Profil
sumut24.co JakartaKonten video yang ditampilkan tim Sekretaris Perusahaan Perumda Tirtanadi berhasil memukau dewan juri sehingga sepakat d
Umum