Sabtu, 02 Mei 2026

Nasution Bukan Lagi Mitos atau Legenda

Administrator - Sabtu, 18 Juni 2022 06:09 WIB
Nasution Bukan Lagi Mitos atau Legenda

Catatan : Ali Sati Nasution

Baca Juga:

Rekonstruksi Kejayaan Sibaroar Nasution Gelar Sutan Diaru diperoleh dari berbagai sumber bahwa Nasaktion menjadi Nasuton menunjukkan adanya bukti-bukti peradaban tersebut di masa lalu.

Sebagai bukti kejayaan signifikansi yang dapat menunjukkan adanya fakta atau lebih tepatnya penegasan akademik bahwa Sibaroar Nasutiion bukan sekedar tokoh legenda, mitos, atau semacamnya.

Tetapi bagian dari suatu historis dan fakta perdaban sosial melalui rekonstruksi suatu pemerintahan berjenjang yang strategis, berupa kerajaan pada waktu itu.

Seperti adanya menyebutkan sekitaran menjelaskan bahwa Sibaroar Nasakti lahir sekitar tahun 1.515 M dan diangkat masyarakat sekelilingnya menjadi Raja pada usia 18 tahun (1.533 M) yang masih lajang. Beliau tutup usia sekitar 105 tahun (1.620 M).

Tindak lanjut dari pada itu terurai pula dalam Catatan: Sampai sekarang pewaris Kesultanan Pagaruyung dan pewaris Kesultanan Kota Pinang mengakuinya.

Buktinya Prof.Dr.Anwar Nasution diberi gelar adat “Yang Dipertuan Tuanku Rajo Pinayungan Nan Sati” pada tanggal 29 Juli 2006 oleh Daulat Yang Diper-tuan Raja Alam Pagaruyung, karena Nasution diakui adalah anak Raja Pagaruyung.

Dari rekontruksi fakta-fakta di atas,setelah dari 1533-2022 ( selama 489 tahun) semestinya Nasution telah menjadi panji perhimpunan marga yang diperhitungkan di tanah air.

Dikutip dari karya tulis : Ali Sati Nasution yang belum dibukukan berjudul “Klan Nasution Ibarat Bahtera Nabi Nuh Penuh Muatan..!

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Peninjauan Kembali Kasus Pengadaan APD COVID-19 Provinsi Sumatera Utara: AMMI Yakin Dibebaskan.
Hardiknas 2026: Pendidikan Ditegaskan sebagai Janji Kemerdekaan
Di Sumut Bayar PKB Kini Lebih Mudah, Tak Perlu KTP Pemilik Lama
Rampok Bersenjata Parang,Gasak 15 Juta di Beringin
Hardiknas ke-67 di SMPN 2 Beringin: Simfoni Keberagaman dalam Bingkai Pendidikan Inklusif
Yulhasni Kritik Rendahnya Penghasilan Guru di Tengah Tuntutan Profesionalisme
komentar
beritaTerbaru