Pengamat Kritik Keras: Rangkap Jabatan Sulaiman Harahap Bukti Lemahnya Ketegasan Gubernur
Pengamat Kritik Keras Rangkap Jabatan Sulaiman Harahap Bukti Lemahnya Ketegasan Gubernur
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Medan Ristanto SH SPn menerima kunjungan kerja DPRD Kabupaten Ngawi di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (16/6).
Kunjungan tersebut dalam rangka membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) mengenai Rencana Pembangunan Jangaka Menengah Daerah (RPJMD).
Rombongan DPRD Kabupaten Ngawi dipimpin Dwi Rianto Djatmiko SH MSi selaku Ketua DPRD Kabuapten Ngawi, dimana rombongan terdiri dari anggota DPRD dan sekretariat Kabupaten Ngawi yang berjumlah sebanyak 24 orang.
Ristanto menjelaskan, Kota Medan adalah Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara, memiliki luas 26.510 hektar, yang terdiri dari 21 kecamatan dengan 151 kelurahan dan 2001 kepala lingkungan. Penduduk tetap Kota Medan lebih kurang 2,4 juta jiwa dengan arus komuter lebih kurang 500 ribu, yang terdiri dari berbagai suku, etnis dan agama.
“Namun syukur Alhamdulillah semuanya dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai, sehingga Kota Medan selama ini relatif dalam suasana kondusif†ungkapnya.
Lebih lanjut Ristanto menjelaskan, Kota Medan, sebagai salah satu pusat perekonomian regional terpenting di Pulau Sumatera dan salah satu dari tiga kota metropolitan baru di Indonesia, memiliki kedudukan, fungsi dan peranan strategis sebagai pintu gerbang utama bagi kegiatan jasa perdagangan dan keuangan secara regional/internasional di kawasan barat Indonesia. Karenanya pembangunan Kota Medan diarahkan menjadi kota jasa, industri, perdagangan dan juga kota pendidikan.
Sementara itu, Dwi Rianto Djatmiko berharap, dengan diadakannya kunjungan kerja tersebut hubungan silaturahmi yang sebelumnya pernah terjalin antara Kabupaten Ngawi dengan Kota Medan dapat semakin meningkat serta kunjungan tersebut dapat mengahasilkan diskusi yang dapat menambah ilmu dan bekal sehingga bisa dijadikan masukan guna memberikan kontribusi positif bagi daerah masing-masing.
Secara garis besar Dwi Rianto Djatmiko menjelaskan, Kabupaten Ngawi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Ibu kota Kabupaten Ngawi adalah Kecamatan Ngawi. Kabupaten tersebut terletak di bagian barat Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah, dengan Luas wilayah sekitar 1.298,58 km2.
Mengenai RPJMD Kota Medan, Fariz Haholongan Hutagalung SStp MSi selaku Kabid Sosial Budaya Bappeda mengatakan saat ini masih tetap melaksanakan konsultasi ke Provinsi, karena ada beberapa program kegiatan yang masih harus dikordinasikan dengan provinsi seperti peralihan SMA ke provinsi dan beberapa hal lainnya.
“Diperaturan, 6 bulan setelah pelantikan RPJMD harus sudah diperdakan. Jadi saat ini kami mengejar deadline, bahkan hingga hari ini kami masih mengadakan konsultasi dengan beberapa SKPD terkait pemutakhiran program-program kegiatan†ungkapnya. (W07)
Pengamat Kritik Keras Rangkap Jabatan Sulaiman Harahap Bukti Lemahnya Ketegasan Gubernur
kota
Sampaikan LKPJ 2025 ke DPRD,Bobby Nasution Paparkan Peningkatan Makro Ekonomi Sumut
kota
Sumut Zero Pengungsi, Korban Bencana Kini Tempati Huntara dan Huntap
kota
Bupati Deli Serdang Tekankan Integritas dan Larang Keterlibatan ASN dalam Proyek Fisik
kota
Madina Keluarga RSH, pasien yang menjadi korban dugaan malapraktik, melalui kuasa hukum melayangkan somasi atau teguran hukum pertama ter
Hukum
10 Prioritas Jadi Fokus Pembangunan Deli Serdang Tahun 2027
kota
JAKARTA Lembaga pemikir GREAT Institute mengecam serangan yang dilakukan tentara Isral (IDF) ke markas UN Interim Force in Lebanon (UNIF
Politik
Sebanyak 3,7 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga Akhir Periode Arus Mudik dan Balik Idulfitri 1447H/2026
kota
BEIRUT Sekretaris Jenderal Perserikatan BangsaBangsa (PBB) Antnio Guterres secara tegas mengecam insiden yang menewaskan seorang pe
News
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan eko
kota