Polda Sumut Sampaikan Himbauan Kamtibmas Kepada Anggota Ormas
Polda Sumut Sampaikan Himbauan Kamtibmas Kepada Anggota Ormas
kota
MEDAN I SUMUT24.CO Sebagai moda transportasi, keberadaan becak kota Medan memiliki nilai seni dan keunikan, namun kondisinya masih perlu direhabilitasi. Bukan itu saja, desain Becak Medan juga harus diperbaiki, sehingga orang nyaman naik becak dan pendapatan semakin lebih baik.
Baca Juga:
“Jadi, abang-abang becak sekalian, becak ini sebagai ikon Kota Medan. Memang dengan kehadiran transportasi online, keberdaaan becak menjadi terpuruk. Tapi, kalau sudah direvitalisasi, manajemen diperbaiki, sistemnya diperbaiki, orang jadi senang naik becak,” jelas calon Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution dalam ‘ngobrol pintar (Ngopi) bersama abang-abang becak di Café H Muhidin Jalan Gatot Subroto, Jumat (23/10/2020).
Akhyar mengaku, akan membatasi keberadaan becak di Kota Medan. Sebab, saat ini 20 ribu becak beredar di Kota Medan, sementara izin resmi hanya sekitar 6 ribu becak. “Kita enggak tahu dari mana saja. Tapi saya katakan, jumlah becak harus dibatasi. Saya merasakan bagaimana kondisi perbecakan di Kota Medan,” ucap Akhyar.
Di samping prihatin, Akhyar akan mencari solusi agar abang becak menjadi lebih baik lagi. Dua tahun yang lalu, sudah disiapkan uang Pemko Medan sebesar Rp5 juta untuk dijadikan Down Payment (DP). Kalau dikalikan seribu, jumlahnya sekitar Rp5 miliar.
“Jadi, setiap becak akan dibayar Rp5 juta oleh Pemko Medan untuk DP, sehingga becak-becak yang ada di Medan itu baru dan layak. Itu yang akan nanti saya kerjakan. Saya sangat memberikan perhatian secara serius,” timpalnya.
Dia mengatakan, meski konsepnya sudah digagas, becak yang akan dibeli Pemko Medan senilai Rp 5 juta. Tapi, perlu diketahui bersama, ada kendala yang belum tuntas dari kepemilikannya. Sebab, becak-becak itu plat kendaraanya berwarna kuning dan milik perusahaan. “Sehingga aspek legalitasnya belum jumpa,” ungkapnya.
Dihadapan abang becak, Akhyar mennyampaikan gagasan tersebut karena merasa prihatin terhadap para abang becak. “Ada sekitar setahun lalu, saya naik becak dari rumah ke Petisah. Sampai di Gelugur, saya turun karena becaknya ini tidak tarek. Maka dari itu, becak di Medan harus direbiltalisi, selain becak yang harus diperbaiki, sehingga penumpang nyaman naik becak dan bisa menambah pendapatan. Kalau misalnya dapat seratus ribu sehari, yang menjadi pertanyaan apakah untuk memperbaiki becak atau untuk perut? Pastinya perut dulu, sehingga saya semakin yakin Pemko Medan perlu menggagas konsep ini untuk abang-abang becak,” paparnya.
Tak hanya itu, untuk menghidupi abang becak, Akhyar saat ini akan mengembangkan Kawasan Kota Tua Kesawan. “Kawasan kota kesawan akan dihidupkan. Nanti di sana akan kita siapkan kantong-kantong parkir, jadi tidak ada kendaraan yang lewat pada malam hari. Jadi kalau orang mau ke kawasan kota tua Kesawan ini bisa berjalan kaki atau naik becak. Ini yang tengah disiapkan,” paparnya. “Doakan kami agar bisa menuntaskan hal ini. Kuncinya pada 9 Desember 2020. Becak ini ikon Kota Medan, kalau becak hilang, identitas Medan juga hilang,” tutupnya.
Mewakili abang becak, Nazaruddin M Ridwan mengaku, selama menjadi walikota sudah banyak yang dia rasakan dengan kepemimpinan Akhyar Nasution. “Mudah mudahan bapak diizinkan dapat menang. Ini bukan hanya dari mulut saja Pak, tapi ini dari hati kecil. Sejak Bapak menjabat, Kota Medan lumayan. Mudah-mudahan 9 Desember 2020 nanti bapak naik kembali,” ujarnya.
Dalam ngopi bareng yang diakhiri dengan foto bersama, hadir juga Pembina Sabar Man (Sahabat Akhyar-Salman), Ibrahim Tarigan bersama puluhan abang becak. (rel/R03)
Polda Sumut Sampaikan Himbauan Kamtibmas Kepada Anggota Ormas
kota
Pajero Indonesia One Toba Geopark Chapter Sumut Sambut Anto Genk sebagai Anggota Kehormatan
News
Wali Kota diwakili Asisten Administrasi Umum Setdako menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri ke XII Tahun 2026, di Ponpes Salafiyah Daruss
News
Pemko Pematangsiantar bersama Polres Rakor akselerasi program Kapolri &lsquoPolisi Bersama Masyarakat&rsquo dan kesiapan Operasi Patuh 2026
News
sumut24.co Medan Pj Sekda Kota Medan, Erfin Fachrurrazi menegaskan bahwa pemungutan retribusi daerah tidak boleh hanya dipandang sebagai t
kota
sumut24.co JakartaPresiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang kin
kota
sumut24.co MedanSekolah Al Azhar Medan berencana mengikutsertakan robot transporter dalam ajang lomba robotik tingkat internasional yang a
kota
Medan sumut24.co Kodam I/Bukit Barisan mengambil langkah tegas dan konsisten dalam menegakkan hukum serta disiplin militer, menyusul dugaa
Hukum
sumut24.co MEDAN, Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Asahan. TP PKK Kabupaten Asahan berhasil meraih predikat Juara Umum dalam penila
kota
BAKOPAM Sumut Hadir di Tengah Warga Rentan Banjir, Ibnu Hajar Kepedulian Sosial Harus Terus Dihidupkan
News