KPK Kembali Tahan 7 Tersangka Baru, Fee Proyek Diduga Mengalir hingga Miliaran Rupiah
KPK Kembali Tahan 7 Tersangka Baru, Fee Proyek Diduga Mengalir hingga Miliaran Rupiah
News
Baca Juga:
LANGKAT I SUMUT24.CO
Melayu harus bangkit. Audit semua kendala struktural dan kultural masa lalu dan songsong masa depan yang cerah. Di pihak lain adalah kewajiban bagi pemerintah untuk memberi affirmasi untuk strategi akselerasi Melayu.
Kini konsep Melayu berkembang tak hanya Melayu dalam arti puak-puak yang umumnya berdomisili di sekitar pesisir pantai di seluruh kepulauan Indonesia dan lebih khusus bukan saja kalangan yang pada tahun 1946 mengalami perlakuan buruk dalam politik, ucap Pengamat Sosial Politik UMSU Shohibul Anshor Siregar dalam Dialog sejarah di Tanjung Pura Langkat, Sabtu (12/10). Menurutnya,
Beberapa bulan lalu saya ke Kuala Lumpur mengikuti sebuah forum antar bangsa berupa Seminar Etnosains Dunia Melayu. Di sana disajikkan data-data yang merujuk pada kejayaan masa silam dalam lapangan sains, termasuk dalam hal farmasi dan ketabiban. Hadir wakil-wakil lembaga akademik dari seluruh dunia dalam forum itu, termasuk dari Madagaskar.
Melayu adalah sebuah konsep yang ditolak oleh penjajah karena identitasnya yang muslim. Dalam pemahaman sejarah Melayu bukanlah hanya Indonesia dan Malaysia, tetapi juga Singapura, Mindanao, Burma, Champa dan lain-lain. Kecuali Indonesia dan Malaysia, boleh disebut Kemelayuan di tempat-tempat itu mengalami krisis yang tajam saat mereka ersintuhan dengan dahsyatnya penjajahan yang menistakan dari Barat,
Doeloe ada konsep penjajah Barat menamai wilayah yang didiami Melayu sebagai Dvipantara. Lalu bergeser menjadi Nuswantara, Melanesia, Melayunesia dan kemudian Indonesia. Dari karakteristiknya, Indonesia lebih tepat sebagai Melayunesi. Itu penjelasan sejarah.
Lebihlanjut Direktur Nbasis tersebut, Meninggung tentang pengembangan kepariwisataan di wilayah-wilayah Melayu Langkat yang memiliki tak kurang dari 217 situs penting, Shobibul Anshor Siregar mengingatkan agar jangan salah disain bahwa pembangunan harus manusiawi dan memanusiakan. Jangan seret-serat rakyat ke pembamgunan, sebaliknya seretlah pembangunan itu sedekat-dekatnya kepada masyarakat agar masyarakata berkesempatan penuh berpartisipasi meraih dan membangun martabat dan peradabannya.
Pembangunan kepariwisataan wajib berbasis partisipatory planing.(W03)
KPK Kembali Tahan 7 Tersangka Baru, Fee Proyek Diduga Mengalir hingga Miliaran Rupiah
News
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) terus memperkuat transformasi digital pelayanan pelanggan melalui peluncuran New Aplikasi Pelayanan Pela
kota
sumut24.co ASAHAN, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan, Drs. Zainal Aripin Sinaga, M.H., memimpin pelaksanaan upacara peringatan Har
News
sumut24.co ASAHAN, Dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan desa mencuat di Kabupaten Asahan. Sejumlah Kepala Desa (Kades) kini sedang menj
News
sumut24.co ASAHAN, Lembaga Swadaya Masyarakat Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Sosial Pendukung Aspirasi Masyarakat (LSM DPP SSPAMA) Kabup
News
KH Marahalim Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di UNUSU bersama Ratusan Kader NU
News
MEDAN , Firma Hukum Budi Dharma selaku kuasa hukum PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara berhasil mengawal peng
News
Polda Sumut Ungkap Penembakan di Tanjung Morawa, Dua Tersangka Diamankan 1 Diantaranya Diberi Tindakan Tegas Terukur
News
Polda Sumut Ungkap Kronologi Penembakan di Tanjung Morawa, Hingga Mobil Korban Tabrak Warga
News
Kapolda Sumut Perkuat Sinergi dengan Muhammadiyah, Ajak Bersama Jaga Kamtibmas dan Cegah Narkoba
News