Bermula dari Antar Teman, Berakhir Mengerikan: Polres Padangsidimpuan Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kronologinya
Bermula dari Antar Teman, Berakhir Mengerikan Polres Padangsidimpuan Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kronologinya
kota
MEDAN I SUMUT24.co Pilkada se Sumut mulai memunculkan riak-riaknya, termasuk para balon tak terkecuali para “Panglima Talam” yang mulai terus bergerilya menjual lidah dan ludahnya untuk meyakinkan kontestan, ucap Wakil Ketua Himpunan Keluarga Besar Mandailing (Hikma) Sumut Syahrir Nasution kepada SUMUT24, Rabu (25/9). Menurutnya, Kota Binjai ini memang kota kecil, tapi terlalu banyak†Pemain†yang menjadi “ broker politik†Pilkada. Kita juga heran kota yang dari dulu di kenal religius bak Serambi Mekah nya sumut realita nya cultur tersebut seolah-olah sirna akibat tabiat sebagian masyarakatnya yang menubruk koridor-koridor agama, ucapnya. Di samping itu istilah: “ Panglima Talam†juga ikut meramai kan suasana menjelang Pilkada, karena para balon-balon yan ingin ikut terbuai oleh sanjungan-sanjungan dari pada panglima talam tersebut yang ujug -ujug nya hanya se batas ngincer hepeng nya saja mana yang lebih “ Moncer†jadi incaran jadi sebenarnya “Uang Bukan Segalanya Untuk Kelabui Rakyat”
Baca Juga:
- Bermula dari Antar Teman, Berakhir Mengerikan: Polres Padangsidimpuan Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kronologinya
- “Sepakbola Telah Dicuri dari Rakyat”, Publik Soroti Transparansi Harga Tiket ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026
- Sukses Besar, EO Dimensi Cakrawala Indonesia Pandu Gathering Eksklusif Toyota Alphard Executive Luxury Experience di Medan
Hal ini sah sah saja, justru itu para kandidat harus bisa mensikapi secara “ bijak dan cerdas†memilih dan memilah team nya yang benar-benar tanpa pamrih atau yang pamrih.
Apalagi, bak kata orang eropa “Tidak Ada Makan Siang yang gratis( No Free for Lunch)â€.
Apalagi situasi ekonomi sekarang ini yang semakin terpuruk dan sulit, masyarakat awam hanya berfikir†fragmatisme†untuk urusan perutnya saja. Hal ini disebab kan sistem dan prilaku para pemimpin kita di pusat maupun di daerah sudah tidak lagi memberikan “ Suri Tauladan†sesuai dengan tuntunan agama.
Oleh sebab itu, bagi para kandidat Walkota / Bupati yan akan menjadi participant dalam Pilkada 2020 ini, jangan obralkan gemerincing rupiah dulu, walaupun cost itu perlu, tapi bukan merupakan yang utama untuk merangkul hati dan suara rakyat, karena masih banyak lagi rakyat yan masih punya hati nurani untuk memilih pemimpinnya.
Tunjukkan lah prilaku yang simpatik dan agamais dalam bentuk amalan-amalan yang lain dalam rangka mencuri “ empati†rakyat agar terjalin keharmonisan antara ulama & umarho, serta mendapat ridho Allah SWT menjadikan negeri ini “ Baldathun Thoibbatun Warrobbun Ghofur.(W03)
Bermula dari Antar Teman, Berakhir Mengerikan Polres Padangsidimpuan Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kronologinya
kota
&ldquoSepakbola Telah Dicuri dari Rakyat&rdquo, Publik Soroti Transparansi Harga Tiket ASEAN U19 Boys&rsquo Championship 2026
kota
Medan sumut24.co Event Organizer (EO) kenamaan Dimensi Cakrawala Indonesia, kembali membuktikan kelasnya dalam mengawal eventevent premiu
Ekbis
sumut24.co ASAHAN , Dunia pemerintahan dan masyarakat Kabupaten Asahan digegerkan dengan tindakan tak terpuji seorang oknum Aparatur Sipil
News
sumut24.co ASAHAN , Menjadikan momen suci Idul Adha 1447 Hijriah sebagai sarana mempererat persaudaraan dan kepedulian, Dewan Pimpinan Daer
News
sumut24.co ASAHAN, Menyemarakkan perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas In
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan kembali mengukir prestasi gemilang di bidang tata kelola keuangan daerah. Kabupaten
News
BRI BO Sibuhuan Berikan Tabungan Emas Kepada Pemenang Racing FBI AgenBRILink
kota
Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Pria Galang Yang Menyimpan Sabu
kota
IPQOH Sumut Berduka Cita Hafizhah Terbaik, Dra. Hj. Nadhirah S.Q Wafat di Mekkah
kota