Medan – Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas) sekaligus Presidium Perkumpulan Semangat Rakyat Anti Korupsi (Semarak), Sutrisno Pangaribuan, menilai tuduhan bahwa aksi mahasiswa didanai atau "direcehi" oleh pihak tertentu merupakan narasi lama yang kerap dimunculkan untuk melemahkan gerakan kritis mahasiswa.
Dalam artikel opininya yang ditulis pada Sabtu (27/6/2026), Sutrisno menyebut tuduhan tersebut tidak boleh mengalihkan perhatian dari substansi tuntutan yang disuarakan mahasiswa. Menurutnya, gerakan mahasiswa sejak lama dikenal sebagai gerakan moral dan kontrol sosial yang berperan mengawasi jalannya pemerintahan.
"Tuduhan terhadap aksi mahasiswa didanai oleh kelompok elite bukan hal baru. Gerakan mahasiswa tetap merupakan gerakan moral yang memperjuangkan kepentingan rakyat," tulisnya.
Sutrisno berpendapat pemerintah seharusnya menjadikan demonstrasi mahasiswa sebagai alarm untuk mengevaluasi tata kelola pemerintahan, bukan membangun narasi bahwa aksi tersebut ditunggangi kepentingan tertentu.
Ia juga menyoroti fenomena sejumlah mantan aktivis yang kini menduduki jabatan strategis di pemerintahan maupun badan usaha milik negara. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendekatan politik terhadap aktivis justru lebih banyak dilakukan oleh lingkaran kekuasaan.
Dalam opininya, Sutrisno mengajak mahasiswa agar tidak terpecah oleh isu bahwa aksi mereka dibayar pihak tertentu. Ia menegaskan mahasiswa perlu tetap menjalankan fungsi sebagai pengawas kebijakan publik ketika ruang kritik di lembaga politik dinilai semakin terbatas.
Selain itu, ia mendorong mahasiswa untuk terus mengawal berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga kebijakan reorganisasi TNI, perubahan usia pensiun dalam UU TNI dan Polri, serta pelaksanaan Satgas PKH yang menurutnya perlu mendapat pengawasan publik.rel
Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News