Medan I Sumut24.CO
Baca Juga:
DPD Garda Pemuda nasdem kota Medan menyayangkan pernyataan Menag Yaqut Chalil Qaumas yang dituding masyarakat menyamakan suara gonggongan anjing dengan adzan karena itu sangat keterlaluan.
Bendahara DPD GP NasDem Kota Medan, Prasetyo Kartiadi SH menyampaikan kekecewaannya atas pernyataan Yaqut.
Menurutnya, tidak seharusnya sebagai seorang menteri agama menyampaikan perumpaan tersebut. Sebab, katanya, pernyataan itu sangat menyakiti hati umat muslim.
“Suara adzan adalah suara panggilan kepada umat muslim untuk beribadah yang sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Adzan itu lafazh Allah dan hanya syetan yang terganggu mendengar lantunan suara adzan,†ungkapnya.
Nabi Muhammad SAW bersabda “apabila adzan dikumandangkan maka syetan akan lari terkentut-kentut hingga dia tidak mendengar suara adzan lagiâ€. (HR. Bukhari).
Meskipun (Plt) Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar menjelaskan Menag Yaqut tidak bermaksud membandingkan suara adzan dan suara anjing karena pimpinannya itu menggunakan kata “misalâ€.
Tapi menurut pria yang akrab disapa Tyo ini, kata kata Thobib hanya pembelaan karena masyarakat awam pun sudah tentu dapat menilai maksud dari Menag yang jelas menyamakan atau membandingkan suara anjing dan suara adzan.
“Suara gonggongan anjing dan suara adzan tidak bisa disandingkan karena tidak “aple to appleâ€. jika Kemenag yang saat ini dipimpin Yaqut ingin mengontrol volume suara adzan, apakah suara gonggongan anjing bisa dilakukan terhadap hal sama dengan membuat pengaturan tentang volume gonggongan suara anjing,†tegasnya.
Menag sudah terlalu sering membuat kontroversi bahkan nyaris offside yang mengakibatkan kegaduhan di masyarakat.
“Untuk itu saya mohon Presiden Jokowi menegur bahkan memberikan peringatan kepada Menag untuk lebih berhati-hati dalam mengeluarkan statemen,†pungkasnya.(red)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News