sumut24.co -ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan penyakit rabies. Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., secara resmi membuka
Sosialisasi Protokol Tata Laksana Pasca
Gigitan Terpadu pada
Gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) yang berlangsung di Aula Hotel Antariksa Kisaran, Kamis (29/10/2026).
Baca Juga:
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Asahan dalam mendukung program nasional pemerintah untuk mewujudkan Indonesia bebas rabies pada tahun 2030.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan
Hewan Kabupaten Asahan, drh. Yusnani, narasumber Dr. drh. Shinta Mutia RM, M.Si. serta drh. Mhd. Arif Pratama Panjaitan. Peserta sosialisasi melibatkan unsur Dinas Kesehatan, perangkat kecamatan, hingga perangkat desa dan kelurahan di wilayah yang memiliki populasi hewan penular rabies.Dalam laporannya, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan
Hewan Kabupaten Asahan, drh. Yusnani, menyampaikan bahwa pemberantasan rabies tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

"Kita butuh dukungan semua pihak.
Sosialisasi ini bertujuan agar penanganan kasus gigitan hewan dilakukan cepat, tepat, dan terpadu melalui penerapan Tata Laksana Kasus
Gigitan Terpadu (TAKGIT). Sinergi antara sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan pemerintah desa sangat diperlukan," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., menegaskan bahwa rabies merupakan penyakit zoonosis yang mematikan jika tidak segera ditangani."
Penanganan rabies tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada koordinasi yang kuat antara Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, kecamatan, hingga desa. Setiap laporan gigitan hewan harus segera ditindaklanjuti dengan benar dan cepat," tegasnya.
Ia juga berharap peserta sosialisasi dapat memahami materi dengan baik dan menerapkannya di lingkungan masing-masing, sehingga Kabupaten Asahan semakin aman dari ancaman penularan rabies.Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan sesi diskusi interaktif bersama narasumber. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran pemerintahan di Asahan semakin siap dan sigap dalam merespons setiap kasus yang berkaitan dengan hewan penular rabies demi melindungi keselamatan masyarakat. (dre)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News