Kamis, 29 Oktober 2026

Sosialisasi Penanganan Gigitan Hewan Penular Rabies Resmi Dibuka, Pemkab Asahan Genjot Langkah Menuju Bebas Rabies 2030

Administrator - Kamis, 29 Oktober 2026 17:49 WIB
Sosialisasi Penanganan Gigitan Hewan Penular Rabies Resmi Dibuka, Pemkab Asahan Genjot Langkah Menuju Bebas Rabies 2030
Sumut24.co
sumut24.co -ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan penyakit rabies. Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., secara resmi membuka Sosialisasi Protokol Tata Laksana Pasca Gigitan Terpadu pada Gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) yang berlangsung di Aula Hotel Antariksa Kisaran, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga:
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Asahan dalam mendukung program nasional pemerintah untuk mewujudkan Indonesia bebas rabies pada tahun 2030.


Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan, drh. Yusnani, narasumber Dr. drh. Shinta Mutia RM, M.Si. serta drh. Mhd. Arif Pratama Panjaitan. Peserta sosialisasi melibatkan unsur Dinas Kesehatan, perangkat kecamatan, hingga perangkat desa dan kelurahan di wilayah yang memiliki populasi hewan penular rabies.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan, drh. Yusnani, menyampaikan bahwa pemberantasan rabies tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.


"Kita butuh dukungan semua pihak. Sosialisasi ini bertujuan agar penanganan kasus gigitan hewan dilakukan cepat, tepat, dan terpadu melalui penerapan Tata Laksana Kasus Gigitan Terpadu (TAKGIT). Sinergi antara sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan pemerintah desa sangat diperlukan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., menegaskan bahwa rabies merupakan penyakit zoonosis yang mematikan jika tidak segera ditangani.

"Penanganan rabies tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada koordinasi yang kuat antara Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, kecamatan, hingga desa. Setiap laporan gigitan hewan harus segera ditindaklanjuti dengan benar dan cepat," tegasnya.

Ia juga berharap peserta sosialisasi dapat memahami materi dengan baik dan menerapkannya di lingkungan masing-masing, sehingga Kabupaten Asahan semakin aman dari ancaman penularan rabies.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan sesi diskusi interaktif bersama narasumber. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran pemerintahan di Asahan semakin siap dan sigap dalam merespons setiap kasus yang berkaitan dengan hewan penular rabies demi melindungi keselamatan masyarakat. (dre)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sumut Deklarasikan Bebas Rabies 2030, Pemprov Pastikan Ketersediaan Vaksin
Dukung Sumut Bebas Rabies 2030, Wali Kota Tanjungbalai: Siap Berkolaborasi
Penanganan Darurat Khusus di Air, Tutup Rangkaian Pelatihan Desa Siaga Bencana di Kuta Gugung
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pemadaman Karhutla di Inhu, Titik Api Masih Ditangani
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Percepat Penanganan Karhutla di Dua Wilayah, Pendinginan Terus Dilakukan
Bobby Nasution Targetkan Sumut Bebas Rabies, Perkuat Vaksinasi Hewan Peliharaan
komentar
beritaTerbaru