Beda Jalan, Tetap Bersahabat: Kisah Anto Genk dan Irwansyah Damanik
Irwansyah Damanik Satu Musuh Terlalu Banyak, Seribu Kawan Terasa Sedikit
News
Baca Juga:
- Bidik Status Jalan Nasional, Putra Mahkota Bawa Usulan Ruas Gunung Tua–Sibuhuan–Batas Riau ke Kementerian PU
- Wali Kota Tinjau Jalan Rusak dan Drainase Dangkal di Selat Tanjung Medan dan Selat Lancang
- Brigjen TNI Fadjar Beserta Rombongan Satgas PRR Sumut -Aceh Kunjungi Titik Jalan longsor Pasca Bencana Di Kab Pakpak Bharat
MEDAN — Persahabatan sejati tidak diukur dari jabatan, kekayaan, ataupun posisi seseorang dalam kehidupan. Lebih dari itu, persahabatan berbicara tentang ketulusan, kesetiaan, dan kemampuan untuk tetap menjaga hubungan di tengah kesibukan serta perubahan perjalanan hidup.
Hal itulah yang tergambar dari persahabatan lama antara Rianto, SH, MH, yang akrab disapa Anto Genk, dengan Irwansyah Damanik, tokoh asal Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Keduanya berasal dari daerah yang sama, yakni Kabupaten Simalungun. Meski memiliki perjalanan karier dan kesibukan berbeda, hubungan silaturahmi keduanya tetap terjaga hingga kini.
Irwansyah Damanik pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sumut. Saat ini, ia mengemban posisi sebagai Sekretaris Partai Rakyat Indonesia (PRI) dan menekuni bisnis properti atau real estate.
Sementara itu, Rianto atau Anto Genk dikenal sebagai pengelola Sumut24 Group yang juga aktif dalam dunia politik melalui Partai Golkar Sumatera Utara dengan jabatan Wakil Sekretaris.
Perbedaan bidang aktivitas dan perjalanan karier tidak membuat keduanya kehilangan kedekatan. Di sela-sela kesibukan masing-masing, mereka tetap menyempatkan diri bertemu, berbincang, bertukar pikiran, hingga menikmati secangkir kopi bersama.
Bagi keduanya, pertemuan sederhana seperti ngopi bukan sekadar mengisi waktu luang. Ada nilai persahabatan, kenangan, dan pengalaman hidup yang terus dirawat dalam setiap perbincangan.
"Satu Musuh Terlalu Banyak, Seribu Kawan Terasa Sedikit"
"Satu Musuh Terlalu Banyak, Seribu Kawan Terasa Sedikit"
Dalam perbincangan pada Selasa (27/10/2026), Irwansyah Damanik menyampaikan sebuah ungkapan yang menggambarkan makna persahabatan sejati.
"Satu musuh terlalu banyak, seribu kawan terasa sedikit. Mana yang bisa mengerti saat kita lemah, itulah kawan sejati," ujar Irwansyah.
Ungkapan tersebut mengandung pesan mendalam tentang arti kehadiran seorang sahabat dalam kehidupan. Sebab, tidak sulit menemukan orang yang datang ketika kita sedang berada dalam keberhasilan. Namun, tidak semua orang mampu bertahan ketika keadaan berubah, ketika usaha menghadapi tantangan, atau ketika seseorang berada dalam titik terlemah.
Kawan sejati bukan hanya mereka yang hadir untuk berbagi kebahagiaan, tetapi juga mereka yang tetap memberikan perhatian, memahami keadaan, dan menjaga hubungan tanpa harus dibatasi kepentingan tertentu.
Bagi Anto Genk dan Irwansyah Damanik, persahabatan yang telah terjalin lama menjadi bagian dari perjalanan kehidupan yang patut disyukuri dan dipertahankan.
Kopi Hitam, Pahit dan Manisnya Kehidupan
Ada banyak cerita dan kisah yang tersimpan dalam perjalanan persahabatan. Sebagian menghadirkan tawa, sebagian lainnya menjadi bahan renungan. Namun, tidak semua cerita harus berakhir dengan kata-kata panjang.
Terkadang, semuanya cukup ditutup dengan secangkir kopi hitam.
Rasa pahit kopi yang berpadu dengan kenikmatannya seolah menjadi gambaran kehidupan manusia. Ada masa ketika hidup terasa berat, ada pula saat kebahagiaan datang menyapa. Keduanya merupakan bagian dari perjalanan yang harus dijalani dengan kesabaran dan kebijaksanaan.
Di meja kopi, jabatan dan urusan pekerjaan sejenak dikesampingkan. Yang terpenting adalah percakapan yang tulus, saling menghargai, serta kesempatan untuk terus menjaga silaturahmi.
Pada akhirnya, jabatan bisa berganti, bisnis dapat mengalami pasang surut, dan waktu terus berjalan. Namun, persahabatan yang dibangun atas dasar ketulusan akan selalu memiliki nilai tersendiri.
Kisah Rianto SH, MH alias Anto Genk dan Irwansyah Damanik menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika kehidupan, menjaga hubungan baik merupakan hal yang tidak boleh dilupakan.
Sebab, kehidupan bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang mencapai kesuksesan, tetapi juga tentang siapa yang tetap menjadi kawan ketika keadaan tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Banyak cerita, banyak kisah. Terkadang, cukup secangkir kopi hitam untuk memahami pahit dan manisnya kehidupan.
Dan dari persahabatan, kita belajar bahwa seribu kawan sekalipun terasa sedikit apabila tidak ada yang benar-benar hadir ketika kita membutuhkan.red
Irwansyah Damanik Satu Musuh Terlalu Banyak, Seribu Kawan Terasa Sedikit
News
Medan sumut24.co Meskipun diguyur hujan ditengah padatnya lalu lintas, tak mengurungkan niat Kapolsek Sunggal beserta anggota untuk turun
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafii, S.H., M.Hum., hadir langsung di Kabupaten Asa
News
sumut24.coPEMATANGSIANTAR, Pangdam I/Bukit Barisan (I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa menutup Pendidikan Pertama Bintara Infanteri (Dikmabai
News
Jakarta, TransNusa, Premium Service Carrier pelopor di kawasan Asia Pasifik, hari ini menandai tonggak penting dalam ekspansi internasionaln
Info
Jakarta, TACO, penyedia solusi building material, kembali membawa semangat Explore New Horizons melalui dukungannya terhadap penyelenggara
News
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan sejumlah regulasi baru pelindungan pekerja, mulai dari pengupahan, pekerj
News
Jakarta,Dalam rangka Hari Renang Sedunia (World Swim Day) yang diperingati tanggal 24 Oktober 2026, Atlantis Water Adventure Ancol menyeleng
Umum
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mensosialisasikan tata cara pendaftaran mitra penyelenggara Program Pemagangan Nasiona
Info
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak seluruh elemen serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) untuk bersamasama men
News