Sabtu, 22 Agustus 2026

Kapuskes TNI Pimpin Delegasi Kesehatan TNI Hadiri Bilateral Thainesia ke 10 tahun 2026 di Thailand

Darmanto - Sabtu, 22 Agustus 2026 12:40 WIB
Kapuskes TNI Pimpin Delegasi Kesehatan TNI Hadiri Bilateral Thainesia ke 10 tahun 2026 di Thailand
Ist
Thailand |sumut24.co -

Baca Juga:
Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda Sp.PD., MARS., CfrA, didampingi Kaunit Kermabaktikes Puskes TNI Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, Sp.KL beserta delegasi dari kesehatan TNI menghadiri kegiatan Bilateral Thainesia ke 10 tahun 2026 di hotel Central Plaza Ladprao Bangkok Thailand.(18/08/2026). Kegiatan bilateral Thainesia ke 10 dilaksanakan sejak tanggal 18 s.d. 21 Agustus 2026.


Agenda kegiatan Bilateral yaitu hari pertama dilaksanakan Opening Ceremony dan dilanjutkan dengan Bilateral Meeting.

Dilanjutkan pada hari kedua kunjungan ke Somdech Phra Pinklao Hospital (The Centre of Hyperbaric Medicine) untuk melihat fasilitas pelayanan Terapi Oksigen Hiperbarik dan fasilitas layanan unggulan seperti poliklinik Antiaging dan tradisional thai medicine.

Disela kegiatan juga dilaksanakan informal Dinner yang dihadiri oleh peserta Thainesia ke 10.

Topik Thainesia ke 10 "Management of Emergency Medical System and Medical Evacuation During Disaster".
Thainesia Military Medicine merupakan program kerja sama bilateral tahunan bidang kesehatan militer antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Royal Thai Armed Forces (RTARF).
Kerja sama ini diatur di bawah payung Thainesia (Thailand – Indonesia) High Level Committee (HLC) yang merupakan klaborasi medis militer kedua negara berfokus pada implementasi kesepakatan dari pertemuan ke-9 (Thainesia MM IX) di Indonesia.

Beberapa progeam yang dilaksanakan antara lain: Pertukaran Kadet Kedokteran Militer Perdana direncanakan mulai tahun 2026 yang mana Indonesia dan Thailand secara resmi meluncurkan program pertukaran kadet/mahasiswa kedokteran militer. Program akademik ini melibatkan Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan RI (UNHAN RI) dan pihak akademisi militer Thailand untuk menyetarakan standar keilmuan taktis dan klinis.

Kedua Peningkatan Interoperabilitas Layanan Kesehatan kedua belah pihak berfokus pada sinkronisasi doktrin penanganan korban pertempuran taktis (Tactical Combat Casualty Care). Kerja sama ini juga bertujuan memperkuat kapasitas dalam menghadapi tantangan medis modern, seperti ancaman perang proksi bidang medis dan mitigasi penyakit infeksi menular di kawasan ASEAN.

Ketiga Latihan Kemanusiaan Bersama (HADR) untuk meningkatkan kemampuan menangani bencana

Selain pertukaran personel, koordinasi kedokteran militer ini diintegrasikan ke dalam persiapan latihan bilateral Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana (Humanitarian Assistance and Disaster Relief / HADR). Hal ini mencakup mobilisasi rumah sakit lapangan dan evakuasi medis udara secara bersama-sama• (rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Darmanto
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Program Bakti TNI Rehab Gedung SMP Negeri 7 Susua di Hiliwaebu Terus Dikebut, Progres Capai 79 Persen
Dr. Hendra Gunawan Pimpin PSI Asahan : Optimis Sasarkan 5 Kursi DPRD, Terbuka untuk Semua Elemen Masyarakat
Kendati Berobat Gratis, Modesta Ajak Warga Tetap Peduli Jaga Kesehatan
Wali Kota Tanjungbalai Pimpin Upacara Penurunan Bendera, Rangkaian HUT ke-81 RI Resmi Berakhir
Wakil Bupati Asahan Pimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih, Beri Penghargaan Desa-Kelurahan-Kecamatan Terbaik
Bupati Asahan Pimpin Upacara Pengibaran Bendera HUT ke 81 RI, Ribuan Warga Padati Alun-Alun Rambate Rata Raya
komentar
beritaTerbaru