Senin, 07 September 2026

Masyarakat Keluhkan Kelangkaan LPG 3 Kg, Plh Wali Kota Tanjungbalai Sidak SPBE dan Pangkalan

Administrator - Rabu, 03 Juni 2026 13:26 WIB
Masyarakat Keluhkan Kelangkaan LPG 3 Kg, Plh Wali Kota Tanjungbalai Sidak SPBE dan Pangkalan
Istimewa
sumut24.co -TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh LPG subsidi ukuran 3 kilogram (kg) dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga:
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan pangkalan LPG di Kota Tanjungbalai, Selasa (2/6/2026).

Sidak dilakukan di tiga SPBE, yakni PT Tomimaru Gasindo, PT Anugerah Tetap Jaga, dan PT Selina Jaya Sempurna. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab kelangkaan LPG 3 kg yang dikeluhkan masyarakat.

"Kami menerima laporan dari masyarakat mengenai sulitnya mendapatkan LPG 3 kg, bahkan di beberapa tempat harganya mengalami kenaikan. Karena itu, kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan," kata Fadly.

Menurut dia, hasil pengecekan sementara menunjukkan distribusi LPG subsidi dari SPBE masih berjalan normal dan tidak mengalami pengurangan kuota dari Pertamina.

"Saat sidak di PT Tomimaru Gasindo dan dua agen lainnya, pihak perusahaan menjelaskan bahwa penyaluran LPG 3 kg masih berjalan sesuai Delivery Order (DO) dari Pertamina dan tidak ada pengurangan jumlah distribusi," ujarnya.

Meski demikian, Pemko Tanjungbalai belum menyimpulkan penyebab utama kelangkaan yang terjadi di tingkat masyarakat. Pemerintah daerah akan melanjutkan pengecekan ke agen dan pangkalan LPG lainnya untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan distribusi.

"Kami akan melakukan pengecekan lebih lanjut ke agen dan pangkalan agar diketahui secara pasti apa yang menjadi kendala di lapangan. Yang terpenting, masyarakat tidak perlu khawatir karena persoalan ini akan terus kami telusuri," katanya.

Fadly menjelaskan, kelangkaan LPG 3 kg berdampak langsung terhadap aktivitas rumah tangga maupun pelaku usaha kecil yang mengandalkan gas subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia menyebutkan, salah satu SPBE yang dikunjungi, yakni PT Tomimaru Gasindo, menyalurkan sekitar 6.720 tabung LPG 3 kg per hari atau setara dengan 20.160 kilogram.

Selain itu, Pemko Tanjungbalai juga meminta agen LPG untuk menyerahkan data pangkalan aktif guna memudahkan proses pengawasan dan monitoring distribusi di lapangan.

Fadly mengaku belum ingin berspekulasi terkait kemungkinan adanya oknum yang memanfaatkan situasi tersebut untuk meraup keuntungan.

"Saya belum ingin menyimpulkan apa penyebabnya. Karena itu kami turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya. Jika nantinya ditemukan pelanggaran atau ada pihak yang mengambil keuntungan dari subsidi pemerintah, tentu akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pemerintah daerah maupun instansi terkait apabila menemukan indikasi penyimpangan dalam distribusi LPG subsidi.(eko)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Lantik Pengurus LP3KD, Rico Wass Ajak Berkolaborasi Bangun Pemko Medan
Buka Sosialisasi Bahaya Narkoba, Wakil walikota Tanjungbalai Ajak Pelajar Jadi Generasi Unggul dan Anti Narkoba
Wali Kota Tanjungbalai Bersama Forkopimda Hadiri Syukuran Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI
Wali Kota Mahyaruddin Salim Letakkan Batu Pertama Rehabilitasi Gedung RSUD dr Tengku Mansyur
Peringati Hari Indonesia Menabung, Wakil Walikota Tanjungbalai Ajak Pelajar Budayakan Menabung Sejak Dini
Persiapan pelaksanaan Wali Kota Cup Siantar Road Race 2026 yang digelar di TerminaI Tanjung Pinggir
komentar
beritaTerbaru