sumut24.co -BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (
Inalum) bersama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membentuk lima kelompok
Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah rawan kebakaran.
Baca Juga:
Langkah itu diambil menyusul ancaman karhutla yang hampir terjadi setiap tahun dan berdampak langsung terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas ekonomi warga.Selain itu, penguatan kapasitas masyarakat dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan teknis, serta simulasi penanganan kebakaran yang digelar bulan lalu pada 21–22 April 2026 di Doloksanggul. Program ini menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan karhutla.
Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan
Inalum, Sunarno A. Rakino, mengatakan kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan potensi karhutla secara berkelanjutan."Menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi semua pihak agar kawasan hutan tetap terjaga dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,"kata, Sunarno, Selasa (12/5/2026) petang diterima Sumut24.co.
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi prinsip keberlanjutan (ESG)
Inalum, khususnya pada aspek pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan menyebut, pencegahan dini menjadi strategi utama untuk menekan risiko kebakaran.
"
Karhutla adalah ancaman nyata yang harus dihadapi bersama.
Pencegahan merupakan langkah paling efektif, dan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam upaya tersebut,"ujarnya.Sebagai dukungan operasional,
Inalum menyerahkan bantuan peralatan pemadaman sederhana kepada setiap kelompok MPA, mulai dari jet shooter, gepyok, garu tajam, hingga perlengkapan pendukung seperti sepatu boot, kaos, dan topi.(Jo)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News