Minggu, 15 Maret 2026

Lebih dari 4.300 Jamaah Padati Iktikaf Malam ke-25 Ramadan di Masjid Agung Medan

Administrator - Minggu, 15 Maret 2026 15:17 WIB
Lebih dari 4.300 Jamaah Padati Iktikaf Malam ke-25 Ramadan di Masjid Agung Medan
Ibadah iktikaf pada malam ke-25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati masjid kebanggaan masyarakat Sumatera Utara tersebut pada Sabtu malam hingga Minggu dinihari (14–15/3/2026).
MEDAN — Ibadah iktikaf pada malam ke-25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati masjid kebanggaan masyarakat Sumatera Utara tersebut pada Sabtu malam hingga Minggu dinihari (14–15/3/2026), menjadikannya jumlah terbanyak sepanjang pelaksanaan iktikaf di masjid yang kini hampir rampung pembangunannya itu.
Jumlah jamaah yang hadir bahkan hampir menyamai akumulasi total peserta iktikaf selama empat malam pada Ramadan 2025 yang tercatat sekitar 4.500 orang. Namun kali ini, lebih dari empat ribu jamaah hadir dalam satu malam sekaligus—sebuah capaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sekretaris Badan Kenaziran Masjid Agung Medan, Yuslin Siregar, menyampaikan rasa syukur sekaligus kerendahan hati atas tingginya antusiasme umat dalam memakmurkan masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur melihat semangat jamaah yang luar biasa untuk beriktikaf. Namun kami juga menyadari jumlah yang hadir malam ini jauh di luar perkiraan kami. Jika dalam suasana yang sangat padat ini ada jamaah yang merasa pelayanan belum optimal, kami dengan segala kerendahan hati memohon maaf," ujarnya.
Menurut Yuslin, pihak kenaziran sebenarnya telah memperkirakan adanya peningkatan jumlah jamaah dibandingkan malam-malam sebelumnya. Namun jumlah yang mencapai lebih dari 4.300 orang dalam satu malam tetap berada di luar ekspektasi.
Kepadatan jamaah terlihat di seluruh bagian masjid. Lantai satu atau ruang utama ibadah dipenuhi jamaah laki-laki hingga meluber ke teras di sisi kanan, kiri, dan bagian depan masjid. Sementara lantai dua dan lantai tiga sepenuhnya dipadati jamaah perempuan.
Kondisi tersebut membuat jamaah yang telah berada di tengah ruangan praktis tidak dapat keluar karena seluruh sisi telah dipenuhi jamaah lain. Meski demikian, pelaksanaan ibadah tetap berlangsung tertib dan khusyuk.
Fenomena menarik pada malam itu adalah semakin banyak jamaah yang memulai iktikaf sejak usai salat Tarawih dan Witir. Banyak di antara mereka memilih langsung berdiam diri di dalam masjid untuk memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, atau melaksanakan salat sunah secara pribadi.
Menjelang zikir berjamaah sekitar pukul 23.00 WIB, jumlah jamaah diperkirakan telah mencapai sekitar 1.500 orang. Angka tersebut terus bertambah hingga melampaui 4.000 orang menjelang pelaksanaan salat Tahajud.
Rangkaian ibadah malam dipimpin oleh Imam Masjid Agung Medan, Irham Taufik, yang juga pengasuh Ma'had Tahfizhil Qur'an Daarut Taufiq Medan, didampingi muazin Muhammad Fadli.
Dalam tausiyah singkatnya, Irham mengingatkan jamaah tentang keutamaan sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai kesempatan besar bagi umat Islam untuk meraih malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Setelah ceramah singkat, jamaah mengikuti zikir dan doa berjamaah hingga sekitar pukul 02.00 WIB sebelum dilanjutkan dengan salat Tahajud berjamaah. Dalam suasana malam yang hening dan penuh kekhusyukan, ribuan jamaah tampak larut dalam munajat, memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT.
Rangkaian ibadah kemudian ditutup dengan sahur bersama menjelang waktu imsak. Para jamaah menikmati nasi bungkus yang disiapkan oleh kenaziran masjid dengan dukungan para donatur.
Dalam doa yang dipimpin imam, jamaah juga memanjatkan doa khusus bagi para dermawan yang telah berkontribusi mendukung kegiatan Ramadan di Masjid Agung Medan. Mereka di antaranya Musa Idishah (Dodi Anif), Indra Utama, Teuku Soelaiman, Yuslin Siregar, Dzulmi Eldin, Suhardi Aroma, Zulhefy Garuda, Aldi Subartono, Muslim Siregar, Chandra Lubis, dan Azis Balatif. Sementara keluarga almarhum Raja Inal Siregar turut menyumbangkan air mineral bagi jamaah.
Malam ke-25 Ramadan itu menjadi gambaran nyata bahwa Masjid Agung Medan bukan sekadar bangunan megah, tetapi juga ruang kebersamaan umat—tempat ribuan orang berkumpul dalam satu tujuan yang sama: mencari ridha Allah SWT di malam-malam terbaik bulan suci Ramadan.red

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Inflasi Sumut Sudah Melewati Standart
Polres Tapsel Gencarkan Sosialisasi dan Pendataan Kendaraan ODOL,AKBP Yasir Ahmadi : Komitmen Tegakkan Aturan Jalan Raya
Ini Dia 5 Program Gratis Luar Biasa dari Dolly-Parulian untuk Tapsel Unggul dan Sejahtera!
Peringati Hari Jadi Sumut ke-76, Pemprov Angkat Tema ‘Sumut Hebat dan Lebih Baik’
Sambut Bulan Suci Ramadan 1445 H, OPPO Indonesia Gelar Program #LebihDekatLebihBermakna
Bupati Toba Berharap Ajibata Berkembang Menjadi Daerah Pariwisata
komentar
beritaTerbaru