sumut24.co -ASAHAN, Pekerjaan rekontruksi
Jalan Desa Silau Jawa menuju Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumut (STA.4+300 S/D STA. 16+750) yang berbiaya Rp.
31.962.336.879, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (APBD.TA) 2025 dan baru saja selesai dikerjakan pada bulan Januari - Februari 2026 diduga terkesan asal jadi, serta menuai sorotan sejumlah media dan masyarakat.
Baca Juga:
Adapun pekerjaan proyek puluhan milyar yang dialokasikan BNPB Pusat ke Dinas PUTR Asahan ini dikerjakan oleh PT. Mitra Cendana Kontruksi disinyalir terdapat kejanggalan. Diduga Kejanggalan itu pada saat proses lelang ditenderkan, hingga mutu akhir pekerjaan proyek terkesan asal jadi.Meskipun usulan proyek penanggulangan bencana daerah Kabupaten Asahan ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana, kerawanan korupsi dalam pengadaan barang/jasa proyek pemerintah ini kerap terjadi yang mengakibatkan kualitas proyek tidak terpenuhi.
Kualitas rendah proyek disebabkan terjadinya penyalahgunaan dana yang dikorupsi, sehingga penggunaan material diduga tidak sesuai spesifikasi dalam kontrak kerja dan terjadi pemotong anggaran. Selain itu, proyek mangkrak APBN ini terhenti ditengah jalan sebelum selesai 100 persen dikerjakan yang akibatnya tidak dapat difungsikan.Akibatnya, akses jalan yang baru dibangun ini tidak akan bertahan lama karena perencanaan yang buruk dan pengerjaan tidak maksimal, waktu pengerjaan terlalu mepet dan bahkan keterlambatan pengajuan dokumen/kontrak kerja secara administrasi membuat proyek beresiko tinggi hingga suap proyek inipun tak menjadi rahasia umum lagi.
Sementara penyebab kualitas infrastruktur yang buruk diakibatkan adanya dugaan fee proyek, kurangnya pengawasan dinas terkait sebagai pelaksana proyek, material yang digunakan kurang berkualitas, proyek dikerjakan tidak selesai tepat waktu serta keterlibatan pihak ketiga yang tidak profesional dalam pengerjaannya.Patut dipertanyakan, sistem terapan desain konstruksi pada daerah rawan longsor di kawasan Kecamatan Bandar Pasir Mandoge khususnya proyek rekontruksi jalan di Desa Silau Jawa menuju Gotting Sidodadi dengan tekstur tanah berpasir dan tanah timbun yang gunakan harus memiliki nilai kohesi yang rendah terhadap endapan air, ujar Muhammad Kadri usai video proyek rekontruksi jalan ini diposting di media sosial (medsos) sempat viral dan dibanjiri komentar.
Bahkan, kata dia, sistem protect tanah curam dan rentan longsoran pada curah hujan tinggi selalu gagal manakala diterapkan bronjong dengan material batu padas. Kawasan hulu merupakan perkebunan kelapa sawit, sistem pembenahan drainase yang tidak maksimal dan drop struktur juga bisa berdampak percepatan kerusakan sisi luar drainase."Perlu diingat, geologi tanah di Kecamatan BP Mandoge dengan contour (atau garis kontur pada daerah perbukitan) dan memiliki tanah batu berpasir harus dilakukan kajian hidrologi konstruksi yang matang sehingga nilai uang rakyat ini tidak sia-sia digunakan untuk membangun sebuah konstruksi jalan Desa Silau Jawa menuju Desa Gotting Sidodadi," tuturnya.
Poin-poin penting dalam kajian hidrologi konstruksi bertujuan untuk menghitung debit banjir rencana, menganalisis ketersediaan air dan merancang dimensi bangunan air (drainase, saluran dan kolam retensi). Analisis curah hujan, karekteristik daerah aliran sungai (DAS), infiltrasi serta pergerakan air permukaan dan tanah, ujarnya.Penggunaan lahan dan data debit sungai dalam penerapannya digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jembatan, jalan, bendungan, saluran irigasi dan sistem drainase. Manfaatnya ini bertujuan untuk mencegah kegagalan konstruksi akibat banjir, mengoptimalkan pengelolaan air dan menjaga keberlanjutan lingkungan disekitar, terangnya.
Menurutnya, Geologi teknik perlu dilakukan yang bertujuan untuk mempelajari sifat fisik dan kekuatan tanah untuk keperluan kontruksi dan menganalisis resiko tanah longsor. Kajian ini merupakan fondasi awal dalam perencanaan bangunan teknik sipil untuk memprediksi pengaruh air terhadap struktur dan sebaliknya, tutupnya.Komentar lain menyebutkan, oh ini proyek BNPB. mantan Sekda dan mantan Kepala BPBD Kabupaten Asahan pasti taulah awal perencanaan dan spek proyek rekontruksi jalan Desa Silau Jawa menuju Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Asahan ini, tulis komentar Handi Apran Sitorus mantan Anggota DPRD Asahan.
Menariknya, sejumlah warga setempat pada bulan Januari 2026 kemarin sempat protes terkait penimbunan proyek rekontruksi jalan penghubung desa yang dianggap merugikan masyarakat dan terkesan asal jadi. Mendengar protes akan dilakukan dari masyarakat, perwakilan pihak dari rekanan pun secepatnya mengamankan warga yang hendak melakukan aksi massa itu.Selanjutnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (Kadia PUTR) Kabupaten Asahan, Agus Jaka Putra Ginting, Senin (23/2/2026), saat dikonfirmasi salah satu wartawan, mengatakan, "Itu-itu aja pun. lagi pula, proyek itukan sudah selesai, jawabnya dari ujung telepon seluler. (tec)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News