DJP Sumut I Kukuhkan 286 Relawan Pajak
sumut24.co MedanKantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Sumatera Utara I secara resmi mengukuhkan 286 Relawan Pajak untuk Ne
Ekbis
Baca Juga:
Dari hasil temuan organisasi lingkungan tersebut, PTPN III tercatat memiliki dua lokasi pembukaan hutan terbesar: Kebun Batang Toru seluas sekitar 1.949,2 hektare dan Kebun Hapesong seluas 2.422,82 hektare.
WALHI menjelaskan bahwa perhitungan jumlah pohon yang terdampak dilakukan menggunakan pendekatan konservatif berdasarkan kerapatan vegetasi hutan tropis di Indonesia. Estimasi tersebut dipadukan dengan data terbuka, peta tematik, analisis citra, serta investigasi lapangan.
Koordinator WALHI Sumut, Rianda, menegaskan bahwa Batang Toru bukan hanya bentang hutan biasa, tetapi ekosistem penting bagi Sumatera Utara. Kawasan ini berfungsi menjaga tata air sekaligus menjadi habitat spesies endemik, termasuk Orangutan Tapanuli, berbagai mamalia besar, burung, hingga reptil khas Bukit Barisan.
"Pembukaan hutan tidak hanya menebang pohon, tapi memutus koridor satwa, mengganggu jelajah fauna, dan memicu konflik satwa dengan manusia," ujarnya.
Bupati Tapsel: Penebangan di Hulu Perparah Bencana
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, turut mengomentari rangkaian banjir, longsor, dan pohon tumbang yang terjadi di daerahnya. Ia menilai aktivitas penebangan di kawasan hulu memiliki kontribusi kuat terhadap bencana yang menelan banyak korban tersebut.
"Tiga bulan setelah terbit edaran penghentian sementara penebangan, izin itu diberikan kembali. Kami kembali melayangkan surat keberatan dan meminta penghentian total," jelasnya.
PTAR: Tidak Terkait Banjir Bandang
Di sisi lain, PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, menyatakan bahwa aktivitas mereka tidak berhubungan dengan banjir bandang di Tapanuli Tengah. Perusahaan menegaskan bahwa operasional tambang berada di DAS Aek Pahu, sedangkan bencana terjadi di DAS Aek Ngadol.
"Kami tidak menemukan material kayu di DAS Aek Pahu yang dapat dikaitkan dengan temuan di lokasi banjir," ujar Katarina Siburian Hardono, Senior Manager Corporate Communications PTAR.
Polri Dalami Dugaan Illegal Logging
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa tim investigasi gabungan menemukan berbagai jenis kayu yang terbawa arus banjir, termasuk beberapa batang dengan bekas potongan chainsaw. Temuan itu kini tengah didalami lebih lanjut.
"Saya sudah minta tim menyusuri DAS dari hulu ke hilir untuk memastikan sumber kayu dan potensi pelanggaran," katanya di Jakarta.
WALHI Minta Audit Menyeluruh
Menutup pernyataannya, WALHI Sumut mendesak pemerintah pusat dan daerah melakukan audit komprehensif terhadap izin lingkungan seluruh perusahaan yang masuk dalam temuan mereka. Organisasi tersebut juga meminta penerapan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran, serta pemulihan ekologis di area yang telah terlanjur dibuka.
"Tanpa audit dan penegakan nyata, bencana ekologis di Tapanuli akan terus berulang, dan masyarakat akan terus berada di garis risiko," pungkas Rianda.rel
sumut24.co MedanKantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Sumatera Utara I secara resmi mengukuhkan 286 Relawan Pajak untuk Ne
Ekbis
sumut24.co MedanWakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, menekankan bahwa masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga harus berp
kota
Rp1,2 Miliar KKPD Digasak untuk Judi Online, Camat Medan Maimun Almuqarrom Dicopot
kota
Hadiri Launching SPPG Makan Bergizi Gratis Ala Delphi, Bupati Simalungun Jaga Kualitas Makanan Tetap Higienis
kota
Buka MTQN Ke18 Tingkat Kecamatan Sidamanik Tahun 2026, Bupati Simalungun Berbahagialah Orang Tua Yang Anaknya Hafiz Qur&039an
kota
Bangunan Tanpa PBG Merajalela, PAD Medan Bocor Kadis Perkimcikataru Layak Dicopot
kota
Bawa Sabu dari Riau, Pria 32 Tahun Tak Berkutik Saat Dibekuk Polres Palas
kota
Satresnarkoba Polres Padang Lawas Ungkap Peredaran Sabu di Sosa Jae, Satu Pelaku Diamankan
kota
Tak Berkutik Saat Digeledah Satresnarkoba Polres Padang Lawas, Sabu Ditemukan di Topi Pelaku
kota
Jual Ekstasi DiamDiam, Aksi Pengangguran di Padang Lawas Berakhir di Sel Polisi
kota