sumut24.co -Madina, Anggota DPR RI Komisi II,
Andar Amin Harahap, S.STP., M.Si, menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan Badan Pengawas Pemilihan Umum (
Bawaslu) sebagai kunci mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berkualitas di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Baca Juga:
Hal itu disampaikan
Andar saat menghadiri seminar sosialisasi penguatan kelembagaan bersama mitra kerja
Bawaslu, yang berlangsung di Aula D'san Hotel, Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, Kamis (16/10/2025).Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Madina H. Saipullah Nasution, Ketua
Bawaslu Madina Ali Aga Hasibuan, perwakilan KPU Madina, serta jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Madina dan Kejari Madina.
Dalam sambutannya,
Andar Amin Harahap menekankan bahwa
Bawaslu memiliki peran vital sebagai "wasit" dalam setiap pelaksanaan pemilu.Menurutnya, lembaga ini perlu semakin kuat dan kokoh untuk menjaga integritas demokrasi, terutama dalam menghadapi dinamika politik yang kian kompleks.
"Kita sepakat bahwa tujuan kita adalah menciptakan pemilu yang berkualitas. Untuk itu,
Bawaslu sebagai wasit pemilu harus semakin kuat dan kokoh," ujar
Andar Amin yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Bupati Madina.Ia juga menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini memiliki urgensi strategis, meskipun pelaksanaan pemilu berikutnya masih empat tahun lagi.
"Sosialisasi penguatan kelembagaan ini penting agar kita bisa menyiapkan diri sejak dini. Kita ingin pemilu yang akan datang, khususnya di Madina, berjalan lebih baik dari sebelumnya," tambahnya.Sementara itu, Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution menyampaikan apresiasi kepada
Bawaslu dan DPR RI atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang memperkuat ekosistem demokrasi di daerah.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Madina, saya memberikan apresiasi kepada
Bawaslu atas terselenggaranya kegiatan ini. Kita ingin pemilu yang akan datang berjalan lebih baik dan partisipasi masyarakat meningkat," ujar Saipullah.Bupati menyoroti rendahnya tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada sebelumnya, yang hanya mencapai 57% dari total sekitar 334 ribu pemilih di Madina.
Menurutnya, hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat."Masih ada 43% masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya. Ini harus kita kaji bersama agar pada pemilu mendatang angka partisipasi bisa meningkat signifikan," tegasnya.
Lebih lanjut, Ketua
Bawaslu Madina, Ali Aga Hasibuan, turut mengungkapkan bahwa dinamika sosial dan perubahan persepsi masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu."Kami melihat adanya berbagai dinamika dan opsi perubahan di tengah masyarakat. Namun kami meyakini bahwa nama dan eksistensi
Bawaslu saat ini sudah sangat baik. Meski begitu, kami tetap membuka ruang masukan dari seluruh peserta," ujarnya.
Hadir pada kesempatan itu Bupati Madina H. Saipullah Nasution, Ketua
Bawaslu Ali Aga, bersama jajaran, DPR RI Komisi II
Andar Amin Harahap, Kapolres Madina, Kejari, anggota KPU, dan pemateri Yasir Ridho Lubis, Nazir Manik.(zal)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News