sumut24.co -ASAHAN, Suasana malam di arena Pekan Seni Budaya Daerah (
PSBD) ke-6 Kabupaten Asahan semakin semarak dengan penampilan memukau dari
Etnis Pakpak yang menampilkan Tari Persembahan sebagai simbol penghormatan dan warisan budaya leluhur. Penampilan ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten
Pakpak Bharat Jalan Berutu, S.Pd., M.M., Kepala
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Pakpak Bharat Maringan Bancin, S.T., M.T., serta sejumlah tokoh penting dan perwakilan 14 etnis yang turut memeriahkan
PSBD tahun ini.
Baca Juga:
Ketua
Etnis Pakpak Kabupaten Asahan, Salman Berutu, menyampaikan rasa syukur dan haru atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Asahan dan Polres Asahan terhadap pembangunan Rumah Adat
Etnis Pakpak. "Kami sangat berterima kasih atas bantuan pemerintah dan kepedulian Kapolres. Tanah hibah dari Pemkab Asahan hingga akses jalan yang dibuka oleh Polres, menjadi bukti nyata bahwa kami diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Asahan," ujarnya penuh emosional. Ia juga mengajak seluruh masyarakat
Etnis Pakpak untuk tetap kompak, menjaga tradisi, dan berkontribusi dalam membangun harmoni antaretnis di Asahan.Sekdakab
Pakpak Bharat, Jalan Berutu, mewakili Bupati
Pakpak Bharat, turut memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Asahan atas ruang yang diberikan kepada seluruh etnis, termasuk
Etnis Pakpak. "Kami tidak merasa kecil di sini, karena Asahan mampu menjadi contoh daerah yang benar-benar menyatukan berbagai etnis dalam satu wadah kebudayaan. Ini luar biasa dan patut dicontoh," ujarnya. Ia berharap Rumah Adat
Pakpak yang baru akan menjadi simbol kebersamaan dan semangat pelestarian budaya yang tumbuh di tanah Asahan.
Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., Jum'at (10/10/2025) mengatakan, komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian seni dan budaya melalui
PSBD yang didanai sepenuhnya dari APBD Asahan. Ia memastikan seluruh etnis mendapat perlakuan yang adil tanpa diskriminasi, serta mengusulkan agar
PSBD Asahan dipatenkan menjadi event resmi berkelanjutan di Kementerian Kebudayaan. "Kegiatan ini bukan hanya melestarikan budaya, tapi juga menggerakkan ekonomi rakyat dan UMKM. Inilah wajah Asahan yang sesungguhnya — beragam, bersatu, dan berdaya," tutupnya. (dre)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News