Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
kota
Baca Juga:
- Semangati Atlet! Ketua DPRD Padangsidimpuan Srifitrah Munawaroh dan Ketua Umum Shokaido Sumut Turun Langsung di Pembukaan Kejurda Shokaido
- Blak-blakan! Ketua DPRD Erwin Efendi Ajak Warga Bergerak, Sebut Bupati Madina Fokus Perbaiki Ekonomi Rakyat
- Ketua DPRD Pakpak Bharat Hadiri,Penyusunan RKPAD Tahun 2027
Dalam pertemuan hangat tersebut, Sultan menyampaikan dukungan penuhnya terhadap agenda besar tersebut. Konvensi yang akan dihadiri oleh lebih dari 500 peserta dari 23 negara ini dinilai sebagai momentum penting dalam mempererat kerja sama antarnegara serumpun Melayu dan beridentitas Islam.
"Kehadiran peserta Konvensi DMDI ke-23 di Jakarta adalah bentuk nyata kerja sama yang perlu terus dilanjutkan dan diperkuat," ujar Sultan.
Konvensi ini, lanjut Sultan, akan menjadi wadah strategis untuk membahas berbagai kerja sama konkret di sektor pendidikan, investasi, kesehatan, hingga pariwisata antarnegara anggota DMDI. Tidak hanya itu, Sultan juga akan menjadi tuan rumah dalam jamuan kehormatan bagi seluruh peserta konvensi di Gedung Nusantara V DPR RI.
"Ini bukan sekadar forum seremonial, tetapi akan menjadi ruang kolaborasi nyata antarbangsa Melayu Muslim. Kita ingin pastikan kerja sama ini memberikan manfaat langsung, khususnya dalam pembangunan dan penguatan SDM," tegasnya.
DMDI Indonesia Optimis, Indonesia Jadi Pusat Dunia Melayu-Islam
Sementara itu, Ketua Umum DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari DPD RI dan pribadi Sultan B. Najamudin. Menurutnya, Konvensi DMDI ke-23 merupakan salah satu pertemuan terbesar dalam sejarah DMDI dan menjadi langkah penting bagi Indonesia untuk memperkuat peran strategisnya di dunia Melayu-Islam.
"Kerja sama yang akan dijalin sangat tepat waktunya, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pariwisata. Semua ini sejalan dengan program kerja DMDI Indonesia," ujar Said.
Ia menambahkan bahwa kekayaan budaya dan destinasi pariwisata di Indonesia menjadikan negeri ini sebagai pusat daya tarik bagi negara-negara anggota DMDI. Potensi ini harus dioptimalkan sebagai perekat hubungan antarbangsa Melayu yang tersebar di berbagai belahan dunia.
"DMDI hadir untuk memperkuat jalinan ukhuwah Islamiyah dan mempererat bangsa-bangsa Melayu Muslim. Dan Indonesia adalah negara yang sangat strategis untuk menjadi pemersatu," tambah Said.
Tentang DMDI
Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) adalah organisasi internasional yang dibentuk di Malaka, Malaysia, pada tahun 2000. Organisasi ini memiliki visi menyatukan umat Islam dari bangsa Melayu yang tersebar di seluruh dunia melalui kegiatan sosial, budaya, dan dakwah.
DMDI saat ini telah beranggotakan lebih dari 23 negara, termasuk Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina, Sri Lanka, Afrika Selatan, hingga negara-negara di Timur Tengah dan Eropa. Fokus utama DMDI adalah memperkuat nilai-nilai Islam melalui pendekatan budaya dan mempererat hubungan antarmasyarakat Melayu Muslim global.
Di Indonesia sendiri, DMDI aktif menjalankan berbagai program, termasuk pelatihan kepemudaan, dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, dan pengembangan pariwisata berbasis syariah dan budaya Melayu.
Diharapkan Bawa Dampak Positif untuk Sumut dan Wilayah Melayu Lainnya
Sebagai tokoh asal Sumatera, Sultan Bachtiar Najamudin dan Said Aldi Al Idrus sama-sama berharap agar Konvensi DMDI ke-23 ini juga membawa dampak langsung bagi kemajuan daerah-daerah Melayu di Indonesia, khususnya Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, hingga Kalimantan Barat yang selama ini menjadi basis kebudayaan Melayu yang kuat.
"Kami ingin Sumatera, khususnya Sumatera Utara, bisa mendapatkan manfaat dari kerja sama lintas negara ini. Apalagi banyak daerah kita yang kaya akan budaya, sejarah, dan pariwisata yang bisa dikembangkan," ujar Said.
Konvensi DMDI ke-23 ini direncanakan akan menghadirkan tokoh-tokoh penting dari berbagai negara, termasuk pejabat pemerintahan, akademisi, ulama, serta pelaku usaha. Diharapkan konvensi ini akan melahirkan berbagai kesepakatan yang dapat ditindaklanjuti melalui proyek-proyek konkret di berbagai daerah Indonesia.red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
kota
sumut24.co MEDAN, Pemerintah Kabupaten Asahan secara resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 kepada
kota
sumut24.co ASAHAN, DPRD Kabupaten Asahan menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) B
News
Sergai sumut24.co Camat Tanjung Beringin, Ahmadi Darma, mulai menerapkan kebiasaan bersepeda menuju kantor sebagai bagian dari dukungan te
News
Tokyo Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha In
News
Jakarta, Album &039ARIRANG dari BTS rilis hari Jumat, 20 Maret lalu dan ARMY menunjukkan dukungan penuhnya di Spotify terhadap comeback
Ekbis
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memaparkan capaian makro ekonomi daerah tahun 2025 saat menyampaikan
Politik
Medan SMAN 2 Medan menggelar acara pelepasan siswa kelas XII yang dihadiri oleh para orang tua, guru, dan alumni, di halaman sekolah pad
Kota
Gubernur Bobby Nasution Serahkan LKPD TA 2025 ke BPK Sumut
kota
Mantan Kepala BNI Aek Nabara Diamankan Polda Sumut Saat ini Masih Menjalani Pemeriksaan
kota