Rakercab JMSI Tabagsel 2026 Tetapkan Program Kerja, Perkuat Organisasi, Advokasi, dan Transformasi Digital Media
Rakercab JMSI Tabagsel 2026 Tetapkan Program Kerja, Perkuat Organisasi, Advokasi, dan Transformasi Digital Media
kota
Baca Juga:
- PWPM Dorong Pemko Medan Lindungi 16.000 Pemulung Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Gubernur Bengkulu dan Konjen India di Medan Bahas Peluang Kolaborasi Budaya, Pariwisata, dan Kesehatan
- PM Narendra Modi Melaksanakan Kunjungan Kenegaraan ke Indonesia, Semakin Memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif India - Indonesia

Konjen menjelaskan bahwa GST 1.0 yang diterapkan pada 1 Juli 2017, dengan visi "Satu Bangsa, Satu Pasar, Satu Pajak." Reformasi awal ini menggantikan 17 pajak yang berbeda dan 13 cesses dengan satui sistem terpadu. Hasilnya, kepatuhan pajak meningkat, proses bisnis lebih sederhana, dan ekonomi India semakin terintegrasi.
Namun, GST 1.0 masih menghadapi tantangan, terutama keberadaan banyak lapisan tarif: 5%, 12%, 18%, dan 28%. Untuk itu, pemerintah kini menghadirkan GST 2.0, reformasi generasi berikutnya yang disebut Perdana Menteri India, Narendra Modi sebagai "hadiah Diwali" bagi masyarakat India.
Dalam pidato Hari Kemerdekaan, Modi menegaskan bahwa GST 2.0 akan meringankan beban rakyat dan memberi manfaat langsung bagi petani, UMKM, perempuan, pemuda, serta keluarga kelas menengah. Menurutnya, reformasi ini akan menghadirkan lima manfaat utama. Penyederhanaan aliran pajak, peningkatan kualitas hidup, dorongan terhadap konsumsi dan pertumbuhan, peningkatan iklim investasi dan lapangan kerja, serta penguatan federalisme kooperatif.
Reformasi pajak GST 2.0 bertujuan memperkuat pendapatan negara bagian dan merangsang permintaan konsumen yang akan mendorong pertumbuhan baik dalam konsumsi maupun manufaktur di seluruh India. Dengan demikian, menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih tinggi.
Kerangka kerja baru ini menetapkan struktur dua tingkat yang disederhanakan dengan mempromosikan perpajakan yang lebih adil dan memungkinkan pengajuan pajak secara digital untuk kenyamanan lebih besar dan pengembalian dana yang lebih cepat. Prioritas konsumen tercermin melalui tarif yang lebih rendah pada barang-barang penting dan bernilai tinggi, sementara usaha mikro, kecil, menengah, dan produsen akan mendapat manfaat dari arus kas yang lebih baik.
Sementara itu, Menteri Keuangan India, Ny. Nirmala Sitharaman, mengatakan, "Dengan rezim pajak generasi baru ini, dengan hanya dua lapisan (5 persen dan 18 persen), Rs 2 lakh crore disuntikkan ke dalam perekonomian. Masyarakat akan memiliki uang tunai di tangan."
Ia menjelaskan lebih lanjut, "Bukan hanya untuk bahan makanan, masalah klasifikasi telah diselesaikan di semua kategori produk. Barang-barang dengan jenis yang sama sekarang dikenakan pajak dengan tarif yang sama. Sekitar 99% dari semua barang yang sebelumnya dikenakan pajak 12% kini turun menjadi 5%. Dampak positif GST akan dirasakan di seluruh produk yang digunakan masyarakat dari pagi hingga malam hari."
Dalam GST 2.0, obat-obatan penting kini dikenakan tarif nol persen dari sebelumnya lima persen yang akan membuat layanan kesehatan lebih terjangkau bagi jutaan warga India. Layanan asuransi jiwa dan kesehatan kini sepenuhnya dibebaskan dari GST, langkah yang akan mendorong akses lebih luas terhadap asuransi kesehatan bagi masyarakat India sehingga mengurangi beban finansial dari perawatan kesehatan.
Mesin pertanian dan barang kebutuhan pokok yang banyak dikonsumsi dikenakan tarif pajak yang dikurangi menjadi lima persen, memberikan bantuan nyata kepada petani maupun seluruh konsumen di India. Sebagian besar barang lainnya kini dikenakan tarif GST yang lebih rendah sebesar delapan belas persen dari sebelumnya dua puluh delapan persen, memberikan keringanan bagi masyarakat luas dan menghasilkan biaya serta harga barang yang lebih rendah.
Sementara barang mewah dan barang dosa seperti tembakau, pan masala, kasino, mobil mewah, dan sebagainya akan terus dikenakan GST sebesar empat puluh persen seperti sebelumnya. Penyesuaian pajak dalam GST 2.0 ini mencerminkan pendekatan perpajakan yang lebih progresif demi kesejahteraan masyarakat dan dunia usaha.
Dengan meringankan beban pajak pada kelompok berpendapatan rendah dan menengah, dan menempatkan tanggung jawab lebih besar pada konsumsi kelas atas, reformasi ini menandakan tidak hanya penyesuaian ekonomi tetapi juga komitmen baru terhadap pertumbuhan inklusif di India saat musim perayaan dimulai. Jelas, reformasi GST 2.0 akan mendorong kemudahan berusaha di India, meningkatkan konsumsi lokal, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, membantu industri meningkatkan produksi, menghasilkan peningkatan penerimaan pajak meski tarif diturunkan, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi dan ekspor India. (Rel)
Rakercab JMSI Tabagsel 2026 Tetapkan Program Kerja, Perkuat Organisasi, Advokasi, dan Transformasi Digital Media
kota
250 Anak Meriahkan Lomba Mewarnai Hari Anak Nasional, Dandim 0212/Tapsel Mereka adalah Masa Depan Bangsa
kota
sumut24.co Labuhanbatu, Kisruh di internal Puskesmas Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara tentang
News
Resmi Kantongi SK DPP, Martinu Jaya Halawa Pimpin Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara
kota
Teguh Santosa Lantik Pengurus JMSI DKI Jakarta, Tekankan Organisasi Solid dan Pers sebagai Pencerah Bangsa
kota
Wali kota Solok Ramadhani Kirana PutraResmian Grand Opening Solok Arena Mini Soccer.
kota
Anto Genk Luruskan Makna "Londo Ireng" Presiden Prabowo dalam Rakercab JMSI Tabagsel 2026
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., menerima kunjungan kehormatan dari Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (K
News
sumut24.co ASAHAN, Ketentuan hukum sangat tegas mengenai pengembalian kerugian keuangan negara atau daerah paling lambat 60 hari sejak Lap
News
254 Proposal, 13 Kelompok Terpilih Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 Perkuat Karya Menuju Pementasan Jakartasumut24.co 3 Agustus 2026
Umum