sumut24.co -Panyabungan, Di tengah dinamika politik daerah yang kerap membuat jarak antara rakyat dan wakilnya, nama hadir dengan gaya kepemimpinan berbeda.
Baca Juga:
Ketua DPRD Mandailing Natal (
Madina) Erwin Efendi Lubis turun langsung menemui masyarakat yang menyampaikan aspirasi di Depan Gedung
DPRD Madina, Senin (8/9).
Saat puluhan pedagang Pasar Baru Panyabungan menggelar aksi protes di depan kantor
DPRD Madina, Erwin memilih tidak berdiam diri di balik meja. Ia keluar, berdiri di tengah massa dan mendengarkan keluhan pedagang secara terbuka.Langkah tersebut membuat suasana aksi yang awalnya menegangkan sedikit mencair. Para pedagang merasa dihargai karena aspirasinya didengar langsung oleh pucuk pimpinan dewan.
Dalam aksi tersebut, para pedagang menyampaikan berbagai tuntutan 1. Meninjau ulang harga sewa kios Pasar Baru Panyabungan yang dinilai terlalu memberatkan, apalagi di tengah kondisi ekonomi sulit.2. Menunda pembayaran pembukaan pasar baru hingga Januari tahun mendatang.
3. Menghapus atau menurunkan retribusi kios Rp2 juta, yang seharusnya sudah mencakup biaya kebersihan dan pelayanan, namun faktanya pedagang masih ditarik biaya tambahan untuk toilet dan parkir.4. Mengembalikan kios yang dikuasai ASN non-pedagang kepada pedagang asli yang berjualan.
5. Mengusut dugaan permainan nomor kios, di mana pedagang lama korban kebakaran tidak bisa ikut undian karena belum melunasi biaya bangunan yang sudah hangus.Menanggapi aspirasi tersebut, Erwin Efendi Lubis menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti.
"Kami akan tindaklanjuti keluhan bapak dan ibu semua.
DPRD akan memanggil dinas terkait untuk membicarakan permasalahan ini," tegas Erwin di hadapan massa.Tak berhenti di situ, ia juga menjanjikan seluruh anggota
DPRD akan turun langsung ke Pasar Baru Panyabungan, guna mendengar keluhan pedagang secara detail.
Baginya, suara pedagang harus menjadi dasar kebijakan agar kebijakan pasar benar-benar berpihak pada rakyat kecil.(zal)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News