Lantik Ratusan Pejabat, Bupati: Ini Regenerasi
Lantik Ratusan Pejabat, Bupati Ini Regenerasi
kota
Baca Juga:
Dalam kesaksiannya, Satori membeberkan bahwa bukan hanya dirinya yang terlibat, tetapi sebagian besar anggota Komisi XI DPR RI juga diduga menerima aliran dana CSR tersebut.
Dana yang seharusnya digunakan untuk kegiatan sosial itu justru diduga diselewengkan melalui skema yang rapi, menggunakan yayasan pribadi atau yayasan yang ditunjuk langsung oleh anggota dewan.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa dana CSR dari BI dan OJK dialokasikan dengan pola tertentu.
"Setiap anggota Komisi XI DPR RI mendapatkan alokasi dari BI sekitar 10 kegiatan per tahun, dan dari OJK sekitar 18–24 kegiatan per tahun. Dana tersebut tidak diberikan langsung ke anggota DPR, melainkan melalui yayasan yang mereka tunjuk atau kelola," ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Dengan sistem ini, uang tidak masuk secara langsung ke rekening pribadi anggota DPR. Sebaliknya, yayasan yang ditunjuk akan mengajukan proposal kegiatan sosial, lalu menerima pencairan dana dari pihak BI atau OJK.
Namun, dugaan kuat menyebut bahwa kegiatan tersebut sebagian fiktif atau jauh dari tujuan sosial yang sesungguhnya.
Asep menambahkan, teknis pembahasan dana ini dilakukan oleh tenaga ahli (TA) masing-masing anggota dalam rapat lanjutan, di mana mereka membahas jumlah yayasan, prosedur pengajuan, pencairan dana, hingga laporan pertanggungjawaban (LPJ).
"Dalam rapat lanjutan dibahas jumlah yayasannya berapa nanti yang diajukan, kemudian tekhnis pengajuan proposalnya seperti apa, tekhnis pencairan uangnya seperti apa, jumlah dokumen atau LPJ nya," ungkapnya.
Dalam periode 2019–2024, Komisi XI DPR RI diisi oleh puluhan nama dari berbagai fraksi partai politik. Di antaranya ada politisi yang kini menjabat sebagai kepala daerah, seperti Gus Irawan Pasaribu yang menjabat Bupati Tapanuli Selatan periode 2025–2030, serta Masinton Pasaribu yang menjadi Bupati Tapanuli Tengah periode 2025–2030.
Daftar lengkap anggota Komisi XI DPR RI periode tersebut memuat nama-nama dari Fraksi Golkar, PDIP, Gerindra, NasDem, PKB, PPP, PAN, Demokrat, dan PKS. Dalam konteks kasus ini, penyidik KPK diyakini akan memanggil sejumlah nama untuk dimintai keterangan terkait aliran dana CSR tersebut.
KPK menegaskan bahwa kasus ini belum berhenti di satu atau dua nama saja. Pengakuan Satori menjadi pintu masuk bagi penyelidikan yang lebih luas. Dugaan kuat, aliran dana CSR tersebut telah berlangsung sistematis selama bertahun-tahun, dengan jumlah yang mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah.
Praktik ini menjadi sorotan tajam publik karena dana CSR sejatinya ditujukan untuk membiayai kegiatan sosial seperti pembangunan fasilitas umum, bantuan pendidikan, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Namun, jika benar digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, maka kasus ini masuk kategori penyalahgunaan wewenang dan korupsi terstruktur.red
Lantik Ratusan Pejabat, Bupati Ini Regenerasi
kota
Sinyal Kuat dari Pusat SOKSI Sumut AllOut Kawal Andar Amin Harahap Menuju Kursi Golkar 1
Politik
Program LCDI Terima Penghargaan di Forum RKPD Sumatera Utara 2027 Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Pembangunan Rendah Karbon
kota
Pembangunan HuntapHuntara Batangtoru Terus Maju, BenihBaik Apresiasi Sinergi Pemkab TapselPTPN IVl Tapanuli Selatansumut24.coUpaya p
News
Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI di Polda Sumut Bahas Reformasi Polri dan Kejaksaan
Politik
Sergai sumut24.co Terkait sengketa lahan seluas sekitar 500 hektare antara masyarakat dengan pihak PTPN IV Regional I Kebun Silau Dunia ya
News
Sergai sumut24.co Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, da
Wisata
Sergai sumut24.co Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, da
News
Sergai sumut24.co Pemerintah pusat terus memperkuat komitmen pengembangan ekonomi desa melalui program Koperasi Desa Merah Putih. Komitmen
News
Medan Di tengah kompleksitas sosial dan kemajemukan etnis Sumatera Utara, nama almarhum H. Syamsul Arifin tetap dikenang sebagai sosok p
Profil