Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
kota
Baca Juga:
- Mengenal Gelung Nusantara, Merawat Identitas Budaya Perempuan Indonesia
- Langkah Sederhana Dari Lemari, UNIQLO Ajak dan Inspirasi Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Pakaian
- UNIQLO Hadirkan Koleksi Kolaborasi Perdana dengan Cecilie Bahnsen LifeWear dalam Sentuhan Romantis, Akan Segera Diluncurkan di Indonesia
Dompet Dhuafa Waspada merespon kondisi kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah Kecamatan Huragi, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, Selasa (29/7). Krisis air bersih yang telah berlangsung selama musim kemarau ini membuat warga di 11 desa mengalami kesulitan untuk mendapatkan air layak pakai.
Tim Dompet Dhuafa Waspada telah bergerak sejak Minggu, 27 Juli 2025 dari Medan menuju lokasi terdampak. Keesokan harinya, tim melakukan audiensi bersama Wakil Bupati H. Achmad Fauzan Nasution, S.H.I., M.Pd.I., Camat Huragi, serta perwakilan dari BPBD Padang Lawas.
"Kami mengapresiasi kehadiran dan respon cepat dari Dompet Dhuafa Waspada. Saat ini warga kami benar-benar membutuhkan bantuan, khususnya air bersih. Semoga kolaborasi ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak," ujar Wakil Bupati H. Achmad Fauzan Nasution.
Sebanyak 11 desa terdampak kekeringan, yaitu Desa Trans Aliaga I, II, IV, Pir Trans Sosa II, III, IV, V, Huta Raja Tinggi, Pasar Panyabungan, Panyabungan, dan Ujung Padang. Kondisi sumur warga telah mengering, sementara sungai mulai tercemar sehingga menimbulkan gangguan kulit akibat digunakan untuk mandi dan mencuci.
Sebagai langkah awal, Dompet Dhuafa mulai menyalurkan bantuan air bersih pada Selasa, 29 Juli 2025 ke empat desa yakni Desa Huta Raja Tinggi, Ujung Padang, Panyabungan, dan Pasar Panyabungan, dengan total 15.000 liter air. Penyaluran air bersih ini pun menyasar hingga 300 KK yang terdampak di wilayah tersebut.
Muhammad Fauzitra, Supervisor Program Dompet Dhuafa Waspada, mengatakan bahwa penyaluran air bersih merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.
"Kami melihat langsung bagaimana warga kesulitan mendapatkan air. Bahkan, di beberapa desa, warga harus berjalan jauh menuju sungai yang kondisinya pun tidak layak. Respon ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan," ujarnya.
Penyaluran air bersih masih akan dilanjutkan secara bertahap hingga 1 Agustus 2025 mendatang. Fauzitra dibantu dengan tiga personel lainnya Mhd. Khaibar Aditya, Angga Pratama, dan Widya Ayu Lestari bergerak menggunakan armada ambulance Dompet Dhuafa Waspada.
Selain penyaluran air, tim Dompet Dhuafa juga melakukan asesmen lanjutan untuk merancang respon jangka menengah dan panjang terkait kekeringan ini.
Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
kota
Sekda Medison Lantik Direksi Perumda Tirta Solok Nan Indah,
kota
Gerak Cepat! Laporan Call Center 110 Ditindak, Terduga Pelaku Pencurian Diamankan Polres Padangsidimpuan
kota
Gerak Cepat Resmob Padangsidimpuan, Sindikat Curanmor di Padangsidimpuan Berhasil Dibekuk
kota
PKK Sumut Turun ke Paluta, Program Keluarga Sejahtera Digeber Jelang Indonesia Emas 2045
kota
Curanmor Dini Hari Terungkap Kilat! Dua Pelaku Pencurian HP di Batangtoru Ditangkap Polres Tapsel Tanpa Perlawanan
kota
Sigap! Polres Tapsel Amankan TKP Kebakaran di Sayurmatinggi, Kerugian Capai Ratusan Juta
kota
MEDAN Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar, kembali dipercaya memimpin partai untuk periode terbaru
kota
Begal Adalah Fenomena Nyata Bukan Mitos, TNI AL Turun Tangan. Bukan Intervensi.
kota
Stafsus Menteri Koperasi Dorong Bos Teri Medan Bermitra dengan Koperasi Merah Putih dan Dapur MBG
kota