Sutrisno Pangaribuan Kritik Komitmen Antikorupsi Pemda se-Sumut: Jangan Berhenti di Seremonial
Direktur IGOWA Kritik Komitmen Antikorupsi Pemda seSumut Jangan Berhenti di Seremonial
News
Baca Juga:
Jakarta|sumut24.co
Sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia, gelung atau sanggul memiliki beragam bentuk, pakem, dan filosofi yang berbeda di setiap daerah. Meski dikenal memiliki aturan tertentu, gelung sejatinya bukanlah praktik yang rumit. Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan program Ruang Kreatif bertajuk Mengenal Gelung Nusantara, sebuah workshop yang mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan salah satu warisan budaya Indonesia yang sarat makna."Melalui Ruang Kreatif Mengenal Gelung Nusantara, kami ingin menghadirkan sebuah ruang belajar yang tidak hanya memperkenalkan ragam bentuk dan filosofi gelung dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memahami bahwa warisan budaya ini dapat terus relevan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bertepatan dengan semangat Hari Kartini, program ini juga menjadi bentuk upaya kami dalam mendorong perempuan Indonesia untuk terus mengeksplorasi potensi diri, sekaligus bangga terhadap identitas budayanya. Melalui berbagai program yang kami hadirkan secara konsisten, kami berharap dapat menciptakan ekosistem yang mendorong lahirnya talenta-talenta baru serta memperkuat apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia," ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.
Kegiatan workshop gelung ini terbagi menjadi dua kategori kelas, yaitu Kelas Profesional dan Kelas Umum. Kelas Profesional ditujukan bagi para penata rias atau penata rambut profesional yang ingin memperdalam kembali pakem gelung dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam workshop ini, peserta diperkenalkan pada ragam gelung Nusantara dari Sabang hingga Merauke, mencakup berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Riau, Bali, Jawa Tengah, khususnya Solo sebagai salah satu akar perkembangan gelung, Kalimantan yang masih jarang diperkenalkan, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.
Sementara itu, Kelas Umum terbuka bagi masyarakat luas yang ingin mempelajari teknik dasar bergelung untuk kebutuhan sehari-hari maupun acara spesial. Melalui workshop ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang ragam gelung Nusantara yang jarang dibahas, tetapi juga keterampilan praktis dalam menata rambut, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Workshop yang berlangsung pada 20 - 23 April 2026 ini dipandu oleh Mas Yudin, seorang penata rias senior yang telah berkecimpung di industri kecantikan Indonesia selama puluhan tahun. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, termasuk perjalanannya bersama Martha Tilaar Group di bagian artistik, Mas Yudin dikenal luas atas kontribusinya dalam dunia tata rias, baik untuk kebutuhan fashion, pertunjukan, maupun tatanan tradisional Nusantara, khususnya dalam momen penting seperti pernikahan.
"Selama lebih dari 40 tahun saya berkecimpung di dunia tata rias, saya melihat bagaimana gelung Nusantara terus berkembang, namun tetap memiliki akar tradisi yang kuat. Yang membuat saya senang, minat terhadap gelung ini tidak hilang, bahkan terus tumbuh di berbagai generasi. Di workshop ini, kita bisa melihat peserta dari usia muda hingga yang sudah berpengalaman, semua punya semangat yang sama untuk belajar. Hal ini menunjukkan bahwa gelung tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi juga memiliki masa depan yang panjang, selama terus ada regenerasi dan ruang untuk belajar seperti yang dihadirkan melalui program ini. Saya berharap agar setiap perempuan yang menggunakan wastra Nusantara dapat semakin diperkaya dan dipercantik dengan penggunaan gelung sebagai bagian dari identitas budaya kita," ujar Mas Yudin.
Selain aktif berkarya, Mas Yudin juga kerap menjadi pelatih dan pembicara dalam berbagai seminar dan lokakarya berskala nasional hingga internasional. Karya terbarunya, Gelung Elok Nusantara, menjadi salah satu bentuk dedikasinya dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni gelung Indonesia.
Sebagai ruang publik berbasis budaya, Galeri Indonesia Kaya secara konsisten menghadirkan berbagai program edukatif dan inspiratif yang terbuka untuk masyarakat. Selain workshop Mengenal Gelung Nusantara, sebelumnya Galeri Indonesia Kaya juga telah menyelenggarakan Ruang Kreatif bertema Seni Jahit Patchwork bersama Eka Yunita pada Maret lalu, serta beragam kegiatan lainnya yang mengangkat kekayaan seni dan budaya Indonesia.
Melalui workshop ini, Galeri Indonesia Kaya berharap dapat mendorong generasi masa kini untuk lebih mengenal, mengapresiasi, serta melestarikan kekayaan budaya Indonesia, sejalan dengan semangat Kartini dalam memperjuangkan peran perempuan dan budaya bangsa.
(Red)
Direktur IGOWA Kritik Komitmen Antikorupsi Pemda seSumut Jangan Berhenti di Seremonial
News
JNE Medan Gelar JLC Member Gathering 2026,Perkuat Kolaborasi dan Pertumbuhan Bisnis Bersama Pelanggan
News
Gubernur Bobby Nasution Lantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama,Tekankan Target Pembangunan Terukur
News
Berbagi Bareng Indonesia hadir sebagai Wadah bagi Orang Baik Menyalurkan Kebaikannya Medansumut24.co Semangat kepedulian dan keinginan untu
News
MEDAN SUMUT24 Jajaran Polsek Medan Area mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Daerah Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (DPD ARUN) Provinsi
Hukum
sumut24.co TEBING TINGGI, Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Kota Tebing Tinggi resmi dikukuhkan untuk masa bakti 20262028 di Gedung Saw
News
Wali Kota menyambut audiensi dan silaturahmi BPD HIPMI Sumut, di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota membuka Musyawarah Nasional XV UNIO Indonesia, yang digelar di CCPPU KAM
News
Pemko Pematangsiantar Perkuat Tata Kelola Penanggulangan Bencana
News
Wali Kota diwakili Sekda menyambut kehadiran rombongan Kanwil Ditjenpas Sumut
News