Sutrisno Pangaribuan Minta Bobby-Surya Hentikan Rencana Berkantor di Nias: Hanya Pencitraan dan Berpotensi Boros APBD
Sutrisno Pangaribuan Minta BobbySurya Hentikan Rencana Berkantor di Nias Hanya Pencitraan dan Berpotensi Boros APBD
kota
Baca Juga:
Ketua APTISI Wilayah Sumatera Utara, Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, SE, MM, mengatakan bahwa Munas kali ini akan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari peningkatan penjaminan mutu pendidikan, penguatan program pengabdian masyarakat, hingga penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang menyesuaikan dengan kebutuhan industri.
"APTISI ingin mendorong agar perguruan tinggi swasta tidak hanya berorientasi pada kelulusan semata, tetapi juga mampu menciptakan lulusan yang kompetitif dan berdampak secara sosial," kata Dr. Isa, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi, Selasa (29/7).
Kampus yang Berdampak
Menurut Dr. Isa, era disrupsi menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi, baik dari sisi pengelolaan akademik, kurikulum, maupun peran sosialnya. Oleh karena itu, salah satu agenda penting dalam Munas APTISI 2025 adalah penguatan konsep kampus yang berdampak — yaitu kampus yang terlibat aktif dalam penyelesaian persoalan sosial dan pembangunan daerah melalui pengabdian masyarakat berbasis riset dan kolaborasi multipihak.
"Selama ini banyak PTS yang telah berbuat, tetapi belum terpublikasi secara luas. Dengan forum ini, kita ingin mengangkat dan memperluas praktik baik dari kampus-kampus di berbagai daerah," ujarnya.
OBE dan Daya Saing Lulusan
APTISI juga mendorong agar kurikulum yang diterapkan di PTS berbasis OBE, yaitu sistem pendidikan yang menitikberatkan pada capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes) dan relevansi keterampilan yang dibutuhkan industri. Dengan sistem ini, kurikulum dirancang tidak semata-mata berdasarkan teori, tetapi disusun secara adaptif terhadap perubahan dunia kerja.
"Kolaborasi antara kampus dan industri adalah kunci. Kita ingin lulusan dari PTS benar-benar siap bersaing, baik di dalam negeri maupun di pasar kerja global," kata Isa.
Sejumlah akademisi dan praktisi pendidikan juga dijadwalkan hadir sebagai pembicara dalam Munas, termasuk dari kalangan pemerintah dan pelaku industri. Forum ini sekaligus menjadi ruang bagi PTS untuk menyampaikan aspirasi dan tantangan di lapangan, terutama terkait kebijakan pendidikan tinggi, pendanaan, dan akreditasi.
APTISI sebagai Jembatan Strategis
Sebagai organisasi yang menaungi ribuan PTS di seluruh Indonesia, APTISI diharapkan dapat menjadi jembatan antara kepentingan perguruan tinggi swasta dan arah kebijakan nasional. Selama ini, APTISI turut aktif dalam memberikan masukan terkait penyusunan regulasi pendidikan tinggi, terutama menyangkut otonomi kampus, tata kelola, dan distribusi anggaran pendidikan.
"APTISI tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial. Ia harus bertransformasi menjadi kekuatan strategis dalam memajukan pendidikan tinggi nasional," ujar Isa.
Dengan kehadiran pimpinan PTS dari berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara, Munas APTISI 2025 diharapkan menjadi titik temu berbagai gagasan, tantangan, dan solusi bersama dalam mengembangkan sistem pendidikan tinggi swasta yang tangguh dan berkualitas.red
-
Sutrisno Pangaribuan Minta BobbySurya Hentikan Rencana Berkantor di Nias Hanya Pencitraan dan Berpotensi Boros APBD
kota
Bupati Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Deli Serdang, 419 Siswa Mulai Masuk Asrama
kota
Proyek Jalan Rp164,97 Juta di Patumbak Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi dan Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan
kota
Selayang Pandang K.H. Rivai Abdul Manap Nasution Ulama, Pejuang, dan Pelopor Pendidikan Islam
kota
Perkuat Kualitas SDM Akademik, UNPAB Gelar Pelatihan On Boarding Dosen Tetap Baru TA 2026/2027
kota
Ketua Umum PP TPI Ajak Alumni dan Keluarga Besar Lanjutkan Perjuangan KH Rivai Abdul Manap Nasution
kota
Budi Yanto SH Dilantik Jadi Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Belawan, Forwaka Sumut Tingkat Profesionalisme, Pendampingan Hukum dan Ekomoni
kota
Ketika Loungewear dan Underwear Bertransformasi Menjadi Elemen Gaya Leticia Joseph, Mima Shafa dan berbagai Selebriti lainnya Berbagi Persp
Umum
Teater Koma Hadirkan Kembali Rumah Sakit Jiwa, Refleksi tentang Kemanusiaan yang Terus Relevan di Setiap Zaman Jakartasumut24.coSetelah 35
Umum
SMAN 1 Air Joman Salurkan Donasi Palestina Melalui Roadshow Dongeng KemanusiaanKabupaten Asahansumut24.co Dompet Dhuafa Waspada kembali mel
News