Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
kota
Baca Juga:
- Mengenal Gelung Nusantara, Merawat Identitas Budaya Perempuan Indonesia
- Langkah Sederhana Dari Lemari, UNIQLO Ajak dan Inspirasi Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Pakaian
- UNIQLO Hadirkan Koleksi Kolaborasi Perdana dengan Cecilie Bahnsen LifeWear dalam Sentuhan Romantis, Akan Segera Diluncurkan di Indonesia
Jakarta|Sumut24.co
24 Juli 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat tata kelola
organisasi melalui penguatan fungsi audit internal, manajemen risiko, pengendalian
kualitas, serta penegakan integritas dengan meluncurkan Sistem Informasi Governance,
Risk, and Compliance (SI-GRC) untuk mendukung tugas-tugas OJK mengatur dan
mengawasi sektor jasa keuangan.
Peluncuran SI-GRC dilakukan dalam kegiatan Risk and Quality Officer (RQO) Forum 2025
secara hybrid di Jakarta, Kamis. RQO Forum 2025 mengusung tema "Everything
Everywhere All at Once: An Integrated Approach to GRC".
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam sambutannya menyampaikan
OJK sebagai regulator perlu memperkuat ketahanan industri jasa keuangan terhadap
volatilitas ekonomi global melalui peningkatan manajemen risiko yang cermat termasuk
manajemen risiko siber yang adaptif melalui investasi berkelanjutan pada infrastruktur
dan SDM.
"Implementasi Sistem Informasi Governance Risk and Compliance (SI-GRC) akan menjadi
alat bantu penting dalam memastikan bahwa pengelolaan risiko dilakukan secara
menyeluruh dan terintegrasi dari level Satuan Kerja hingga OJK secara keseluruhan,"
kata Mahendra.
Untuk itu, Forum RQO 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran
strategis Pimpinan Satuan Kerja dan RQO dalam tata kelola dan pengendalian internal
dalam mendukung agenda utama OJK. Selain itu, kualitas dan kapabilitas insan OJK,
kemampuan berinovasi, menjaga tata kelola dan mengelola risiko secara efektif menjadi
pondasi paling penting dalam menentukan stabilitas dan pertumbuhan Industri Jasa
Keuangan ke depan.
Sebagai bagian dari penguatan implementasi SI-GRC, diperlukan peningkatan peran
strategis dan kesadaran risiko (risk awareness) seluruh Pimpinan Satuan Kerja sebagai
lini pertama (first line), termasuk RQO di setiap satuan kerja.
Sementara itu, Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena menyampaikan apresiasi atas
kolaborasi seluruh unit kerja dalam pengembangan SI-GRC yang dimulai sejak sebelum
2019. Saat itu, sistem informasi masih berjalan terpisah antarsatuan kerja. Seiring
meningkatnya kebutuhan terhadap data yang efisien, cepat, dan akurat, OJK kemudian
mengembangkan SI-GRC sebagai platform terintegrasi untuk mendukung tata kelola
organisasi.
"SI-GRC telah menyatukan sistem informasi manajemen risiko dan pengendalian internal
ke dalam satu platform, yang dilengkapi dengan dashboard interaktif untuk menyajikan
laporan risiko secara real-time, mulai dari statistik kejadian dan mitigasi risiko, IRU, hingga pemantauan tindak lanjut CACM," kata Sophia.
Sebagai bagian dari agenda forum RQO, diselenggarakan pula Diskusi Panel dengan
pembicara Inspektur VI Itjen Kemenkeu Dedhi Suharto dan Deputi Direktur Kelompok
Pengembangan Aplikasi OJK Adi Purwoko.
(red)
Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
kota
Sekda Medison Lantik Direksi Perumda Tirta Solok Nan Indah,
kota
Gerak Cepat! Laporan Call Center 110 Ditindak, Terduga Pelaku Pencurian Diamankan Polres Padangsidimpuan
kota
Gerak Cepat Resmob Padangsidimpuan, Sindikat Curanmor di Padangsidimpuan Berhasil Dibekuk
kota
PKK Sumut Turun ke Paluta, Program Keluarga Sejahtera Digeber Jelang Indonesia Emas 2045
kota
Curanmor Dini Hari Terungkap Kilat! Dua Pelaku Pencurian HP di Batangtoru Ditangkap Polres Tapsel Tanpa Perlawanan
kota
Sigap! Polres Tapsel Amankan TKP Kebakaran di Sayurmatinggi, Kerugian Capai Ratusan Juta
kota
MEDAN Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar, kembali dipercaya memimpin partai untuk periode terbaru
kota
Begal Adalah Fenomena Nyata Bukan Mitos, TNI AL Turun Tangan. Bukan Intervensi.
kota
Stafsus Menteri Koperasi Dorong Bos Teri Medan Bermitra dengan Koperasi Merah Putih dan Dapur MBG
kota