OTT Kadis Kominfo Tebingtinggi, Empat Orang Diamankan Ditkrimsus Polda Sumut
OTT Kadis Kominfo Tebingtinggi, Empat Orang Diamankan Ditkrimsus Polda Sumut
kota
Baca Juga:
Teranyar, Kepala Dinas PUPR Sumut, TOP, dkk ditangkap dalam operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapannya menambah daftar panjang pejabat Sumut yang tersandung perkara korupsi.
Dari gubernur, bupati, hingga kepala dinas—semuanya pernah mengenakan rompi oranye. Tak heran bila Sumut kerap disebut sebagai pelanggan tetap dalam drama OTT.
Kasus ini jelas bukan sekadar apes. Ia menandakan persoalan yang jauh lebih dalam: sistem birokrasi yang sakit. Prosedur pengadaan yang mudah dimanipulasi, birokrasi yang lebih mirip pasar gelap ketimbang lembaga pelayanan, serta lemahnya pengawasan internal—semua menciptakan ruang nyaman bagi perilaku koruptif.
OTT terhadap Topan bukan awal, dan tampaknya juga belum akan menjadi akhir.
Publik nyaris hapal pola peristiwanya: penangkapan mengejutkan, reaksi keras, lalu perlahan dilupakan. Setiap skandal hanya membuat riuh sejenak. Rompi oranye memang memalukan, tetapi tak cukup untuk mengubah sistem yang kebal terhadap malu.
Mesin korupsi terus hidup, bahkan ketika operatornya berganti-ganti.
Yang lebih menyedihkan, mereka yang ditangkap sering hanyalah pelaksana. Aktor intelektual di balik proyek—dari pemodal, tokoh partai, sampai broker kekuasaan—kerap luput dari hukum. Fenomena ini menegaskan bahwa pemberantasan korupsi baru menyentuh kulit. Akar persekongkolan anggaran dan proyek belum benar-benar digali.
Pasca-revisi UU KPK 2019, kewenangan lembaga ini memang dipangkas habis-habisan. Akses penyadapan dipersempit, independensi diganggu, investigasi dibatasi. Tapi OTT ini menunjukkan bahwa di tengah segala pembatasan, masih ada sisa taji-nyali di tubuh KPK. Pertanyaannya: cukupkah nyali itu untuk membongkar struktur korupsi yang makin sistemik?
Apalagi sektor infrastruktur, tempat TOP mengabdi, dikenal sebagai ladang basah. Sistem digital dan e-katalog pengadaan yang katanya transparan, nyatanya sering dijadikan kamuflase.
Bicara soal "fee proyek" 10–15 persen bukan lagi gosip. Itu sudah menjadi rahasia umum—terlalu sering terdengar untuk diabaikan, terlalu nyaman untuk dilawan.
Padahal, Sumut punya semua syarat untuk maju: sumber daya alam, posisi geografis strategis, dan kekuatan sosial-budaya yang besar. Tapi semua itu tak akan bermakna jika dikelola dengan mental korup. Alih-alih jadi pusat kemajuan, Sumut justru berisiko dikenal sebagai etalase parade siklus korupsi.
KPK sebenarnya masih punya alat untuk menggali kejahatan struktural ini. Namun, tanpa dukungan publik dan kemauan politik, upaya bersih-bersih hanya akan menjadi simbolis. Tanpa reformasi sistem pengadaan, pengawasan berlapis, dan perlindungan serius terhadap pelapor, korupsi akan terus selangkah lebih cepat dari hukum.
Kini, pertanyaannya bukan lagi siapa yang ditangkap, tapi mengapa sistem ini tak kunjung diperbaiki? Jalan rusak dan proyek terbengkalai di Sumut tak cuma soal teknis—itu cermin dari kebobrokan tata kelola. Jika pembenahan hanya tambal sulam, maka Sumut akan terus jalan di tempat: jadi langganan OTT, tapi gagal bangkit!
Sudah waktunya Sumut bersuara lantang: cukup sudah! Yang harus dibongkar bukan cuma pelaku, tapi ekosistem yang membuat korupsi jadi kelaziman. Karena itu, dalam situasi seperti ini, kemarahan publik bukan hanya sah—melainkan mutlak diperlukan.(*)
Founder Ethics of Care/Anggota Komisi Yudisial 2015-2020
OTT Kadis Kominfo Tebingtinggi, Empat Orang Diamankan Ditkrimsus Polda Sumut
kota
BATU MARMAR Dipercaya Tiga Periode Pimpin PDIP Medan, Hasyim, SE Dinilai Sangat Layak Jadi Wali Kota Medan Kedepan
kota
Kombes Pol Ferry Walintukan Bawa Humas Polda Sumut Raih Dua Penghargaan dari Divisi Humas Polri
kota
sumut24.co MEDAN, Dalam memperingati Hari Jadi ke78 Provinsi Sumatera Utara, Wakil Bupati Asahan, Rianto, menghadiri Rapat Paripurna Istim
kota
Medan, Para advokat dari Tersangka atas nama Marlina alias Afang menolak dengan tegas atas Penetapan Tersangka Klien kami, Tim Penasihat huk
Hukum
Tim Penyidik Tetapkan Ketua Ombudsman HS sebagai Tersangka Kasus Tambang Nikel di Sultra
kota
Tokoh Masyarakat Madina H. Sjahrir Nasution Desak Kejelasan Perda Tanah Ulayat
kota
Kapolresta Deli Serdang Pimpin Sertijab Kasat Tahti, Kapolsek BiruBiru dan Kaposek Pantai Labu.
kota
sumut24.co ASAHAN, Polres Asahan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui pelaksanaan upacara Serah Te
News
Camat Medan Kota Tinjau Jalan Putus di Sitirejo I, Janji Segera Ditangani
kota