KPK Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas dalam OTT di BNPB, Sekretaris Utama Ikut Diamankan
JAKARTA SUMUT24.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas dalam operasi tangkap tang
Hukum
Baca Juga:Program pembangunan tiga (3) juta rumah akan masuk ke Kota Tanjungbalai. Program tersebut sudah dimasukkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai dan kini sedang dibahas Pemerintah Pusat.
- Pegadaian Kanwil 1 Medan Serahkan Mobil Layanan Kesehatan kepada DT Peduli Sumut
- Predator Helios 18 AI & Helios Neo 16S AI Resmi Meluncur: Perpaduan Performa Desktop-Class dan Laptop Gaming Ultra-Tipis Berteknologi AI
- Perfect Corp. Hadirkan Rangkaian Solusi Teknologi Kecantikan & Fesyen Generasi Terbaru Berkat Komputasi Akselerasi dari NVIDIA
Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim saat melakukan pertemuan dengan Dirjen Perumahan Perkotaan, Kementrian Perumahan dan Kawasan Permukiman menerangkan bahwasanya program pembangunan tiga (3) juta rumah itu perlu dilaksanakan di wilayahnya.
"Program dari bapak Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan untuk pengentasan kemiskinan. Sejalan dengan itu pula, program tersebut nantinya dapat menciptakan kondisi sosial yang mendukung demi terwujudnya kawasan perumahan dan pemukiman serta kemandirian masyarakat, " katanya.
Jika pembangunannya dilaksanakan diwilayah kami, sambung Mahyaruddin Salim, maka secara otomatis dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam melaksanakan kualitas hidup secara mandiri berdasarkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.
Ia menambahkan, dengan adanya pertemuan untuk membahas program ini. Kami berharap dukungan dari Pemerintah Pusat dapat diberikan agar program pembangunan 3 juta rumah tersebut dapat terlaksana diwilayah kami.
"Sinergi antara Pemerintah Pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan perumahan layak bagi masyarakat sangat penting. Pemko Tanjungbalai dalam hal ini terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah rawan banjir, "ujarnya.
Dengan begitu sinergi dan kolaborasi ini, kata Mahyaruddin Salim diharapkan dapat mendorong terlaksananya pembangunan hunian yang tidak hanya layak, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"Berdasarkan dari data yang kami miliki, jumlah rumah di Kota Tanjungbalai
sebanyak 40.747 unit, jumlah Rusunawa sebanyak 526 unit dengan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 3.684 unit. Namun data ini masih dapat bertambah seiring dengan kegiatan verifikasi dan penginputan data ke aplikasi e-RTLH yang sedang kami laksanakan, ";terangnya.
Oleh karena itu, sambung Mahyaruddin Salim lagi, pada tahun 2025 potensi kegiatan penanganan RTLH yang terintegrasi dengan Program Pembangunan 3 juta Rumah Bapak Presiden Prabowo Subianto hanya 85 buah rumah yang terdiri dari Penanganan RTLH melalui APBD dan Potensi Pembangunan oleh Pengembang perumahan.
"Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Tanjungbalai mengusulkan rencana
kegiatan Penanganan Perumahan Perkotaan di Kota Tanjungbalai dengan biaya sebesar Rp 1.781.600.000.000,- (Satu Triliun Tujuh Ratus Delapan Puluh Satu Miliar Enam Ratus Juta Rupiah), " katanya.
Sedangkan rincian biaya anggaran terhadap program tersebut masing - masing, pengadaan perumahan untuk mengatasi Back log Kepemilikan perumahan sebanyak 14.449 unit berbiaya sebesar
Rp. 1.733.880.000.000,-.
Peningkatan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Luar kawasan kumuh
sebanyak 2.386 unit berbiaya sebesar Rp 47.720.000.000,-. Sehingga total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 1.781.600.000.000,-.
"Dengan adanya Penanganan Perumahan Perkotaan yang ada di Kota Tanjungbalai diharapkan dapat mengembalikan fungsi rumah sebagai hunian yang layak sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup, kesehatan,
keamanan, dan kesejahteraan sosial penghuni. Dapat juga meningkatkan nilai aset properti yang bermuara dengan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri, " pungkas Mahyaruddin Salim.
Sementara itu, mewakili Dirjen Perumahan dan Kawasan Permukiman, Sesditjen Perumahan Perkotaan Yusniawati dalam pertemuan itu menyebutkan bahwa pihaknya menyambut baik dan mendukung program-program perumahan di Kota Tanjungbalai melalui skema bantuan dan pendamping teknis.
"Momen pertemuan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Tanjungbalai melalui penyediaan perumahan yang memadai dan penataan kawasan permukiman yang terintegrasi," pungkasnya.
Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, Kadis PUTR Tety Julianti Siregar, Kadis Perumahan dan Permukiman Muhammad Amin dan Plh Kadis Kominfo Heri Antoni.
Sedangkan dari Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Direktur Peningkatan Kualitas Perumahan Perkotaan, Noviza Dwiarti Arsyad dan Kasubdit Keterpaduan, Kemitraan dan Kelembagaan, Prakarsa Yoga. (eko)
JAKARTA SUMUT24.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas dalam operasi tangkap tang
Hukum
Dr. Ramces Pandiangan Bersuara Keras, Dugaan Pengerusakan oleh Satpol PP Deli Serdang Kini Dilaporkan ke Polisi
News
FABEM SUMUT DAN MASKER PRAGI UCAPKAN SELAMAT BERTUGAS DIRUT PT.PLN SUROSO ISNANDAR
News
D&rsquoLegends Sumut Serahkan Sertifikat Touring Medan&ndashBanda Aceh, Kurniawan Tekankan Semangat Persaudaraan
News
sumut24.co SimalungunWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menyambut baik peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP
Umum
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, Adik Kepala BNPB Ikut Terjerat
News
sumut24.co MedanPemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup memantau perkembangan kualitas udara menyusul sebaran kabut asap lintas batas y
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menggelar Rapat Evaluasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (M
News
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan tersangka baru dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pembanguna
Hukum
Publik Berhak Tahu! Proyek Infrastruktur Padangsidimpuan Gagal Tender, Transparansi Anggaran 2026 Dipertanyakan
News