TP PKK Sumut Monitoring PAAREDI di Tanjungbalai, RUMBIA Jadi Unggulan
sumut24.co TANJUNGBALAI, Tim Monitoring Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan monitoring dalam rangka Hari Kes
News
Baca Juga:
- Buka-bukaan! Tersangka Baru Korupsi Smart Village Rp1,7 Miliar, Mainul Lubis: Saya Akan Buka Semua yang Tertutup
- Disdik Sumut Dukung Kejuaraan Catur SIWO PWI–STOK Bina Guna 2026, Alexander Sinulingga: Bentuk Karakter dan Jauhkan Siswa dari Kenakalan Remaja
- Manager BOS Disdik Medan Diduga Kondisikan Pembelian Buku Penerbit Tertentu, Nilainya Disebut Capai Puluhan Miliar Rupiah
Medan — Gerakan Masyarakat Pemuda Nusantara (GMPN) Sumatera Utara mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) untuk segera menangkap oknum pelaku dugaan pungutan liar (pungli) sebesar 30% terhadap tunjangan daerah terpencil (Dacil) yang seharusnya diterima penuh oleh para guru di Kabupaten Nias Selatan.
Kasus dugaan tindak pidana korupsi ini diduga dilakukan oleh oknum pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan. Meski sudah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Nias Selatan, hingga kini belum terlihat tanda-tanda penanganan hukum yang memadai.
GMPN Sumut dalam rilis resminya menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, 2 Juni 2025 di depan Kantor Kejatisu, Mapolda Sumut, dan Gedung BPKP Sumut. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan kasus yang menyangkut hak-hak guru tersebut.
Koordinator aksi, Indra Sakti BB, menyatakan kepada awak media,
"Benar bang, kami akan melakukan aksi untuk mendesak penegak hukum agar menangkap oknum pegawai Dinas Pendidikan yang diduga pelaku pungli tersebut agar segera dipanggil dan diperiksa supaya dapat mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukannya," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang guru, Liusman Ndruru, S.Sos., M.Si, saat dihubungi via telepon, membenarkan bahwa laporan resmi telah disampaikan ke Kejari Nias Selatan pada 26 Mei 2025.
"Sebenarnya kasus ini sudah bergulir ±9 tahun. Namun, selama ini kami para guru tidak ada yang berani bicara karena berada di bawah tekanan dan ancaman," kata Liusman.
Ia juga menyebut bahwa oknum berinisial YL diduga kuat sebagai pelaku utama pungli, yang kemudian menugaskan dua stafnya berinisial SL dan D (marga) untuk melakukan penarikan uang secara langsung kepada guru-guru penerima tunjangan Dacil.
"Kami berharap Kajari Nias Selatan segera melakukan penyelidikan dan memproses hukum para pelaku yang telah merugikan kami para guru," tambahnya.
Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Nias Selatan, Nurhayati T, Kamis (29/5), tidak membuahkan hasil karena yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan sama sekali.
Terpisah, seorang advokat muda dari Kantor Hukum Pelita Konstitusi Medan, Dongan Nauli Siagian, S.H., menilai bahwa Kajari Nias Selatan terlalu lamban dalam merespons kasus tersebut.
"Selayaknya Kajari cepat tanggap karena ini menyangkut hak para guru dan keuangan negara. Ini bukan delik aduan, melainkan tindak pidana korupsi," tegasnya.
Ia juga menambahkan,
"Kajari terkesan tidak serius menangani kasus ini, sehingga menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Jangan sampai publik berpikir ada pembiaran terhadap praktik pungli ini."
Saat dikonfirmasi, Kasi Intel/Humas Kejari Nias Selatan menyatakan,
"Selamat sore Pak, sampai saat ini belum ada laporan dari perwakilan para guru maupun yang lain. Terkait tindak lanjut, saat ini masih dalam proses pengumpulan data dan informasi. Saya cek dulu hari Senin, karena belum saya terima. Terima kasih informasinya Pak," ucapnya.
GMPN Sumut dan para guru berharap aparat penegak hukum segera menindak tegas oknum yang terlibat dan memberikan keadilan bagi para guru yang telah lama menjadi korban.Red2
sumut24.co TANJUNGBALAI, Tim Monitoring Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan monitoring dalam rangka Hari Kes
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan Pemerin
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menghadiri Haul ke25 Allahuyarham Syekh H Mustafa BS Rokan sek
News
Komisi B DPRD Sumut Diduga Kecolongan, Ketua KTH Pantai Labu Firestey Disebut Eks Napi Kasus Curanmor
News
PDI Perjuangan Perkuat Konsolidasi di Samosir, Hasto Kristiyanto Akan Hadiri Peletakan Batu Pertama Kantor DPC Samosir
kota
Kapolda Sumut Tekankan Peran Strategis Intelkam Jaga Stabilitas dan Antisipasi Kerawanan
kota
Polda Sumut Bangun dan Revitalisasi 75 Jembatan Merah Putih Presisi, Buka Akses Warga hingga Pelosok
kota
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dalam menyambut semangat kemerdekaan tak cukup merayakannya dengan seremoni nam
News
sumut24.coASAHAN, Aksi unjuk rasa damai yang dilakukan ratusan anggota Kelompok Tani (Koptan) binaan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKT
News
Terima Penghargaan dari Kemendagri,Bobby Nasution Komitmen Terus Hadirkan Hunian Layak dan Terjangkau bagi Masyarakat
kota