Rabu, 06 Mei 2026

Banjir Kembali Kepung Warga Kasmia Padangsidimpuan,"Kami Butuh Solusi Nyata bukan Ceremony"

Administrator - Minggu, 06 April 2025 19:13 WIB
Banjir Kembali Kepung Warga Kasmia Padangsidimpuan,"Kami Butuh Solusi Nyata bukan Ceremony"
P. Sidimpuan | Sumut24.co-

Baca Juga:

Minggu sore, 6 April 2025, langit menggelap lebih cepat dari biasanya. Awan hitam menggantung pekat, disusul rintik hujan yang berubah menjadi guyuran deras tak berkesudahan. Dalam waktu kurang dari tiga jam, kota Padangsidimpuan kembali kebanjiran.

Hujan deras yang mengguyur tanpa henti selama 2,5 jam menjadi penyebab utama kembalinya mimpi buruk yang akrab dikenal warga yakni banjir. Air tak hanya menggenangi jalanan, tapi menyusup masuk ke rumah-rumah, toko, hingga warung kopi kecil milik warga.

Di Komplek Kasmia, Kelurahan Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, genangan air mencapai setinggi betis orang dewasa, hal ini cukup untuk membuat seluruh aktivitas terhenti, dan keresahan meningkat.

Di tengah kepungan air dan derasnya hujan yang tak kunjung reda hingga pukul 18.00 WIB, Komplek Kasmia menjadi saksi bisu ketidaksiapan kota ini dalam menghadapi cuaca ekstrem. Air merangsek masuk seperti tamu tak diundang, tak bisa diusir, hanya bisa ditunggu hingga reda.

Ibu Rina, salah satu warga, hanya bisa pasrah sambil menahan air mata.

"Kami sudah hafal, kalau hujan deras lebih dari satu jam, pasti air naik. Tapi sampai kapan kami harus begini terus?"

Keluhannya bukan hal baru. Tapi suara seperti itu seakan hanya bergema di antara dinding rumah warga, hal ini juga tidak sampai ke telinga pengambil kebijakan.

Tak jauh dari lokasi banjir, Bang Rangkuti, seorang pedagang warung kopi, juga mengalami nasib serupa. Warung kecilnya yang biasanya ramai di sore hari justru basah tergenan banjir dan sepi pengunjung.

"Air lebih cepat masuk dari pelanggan bang, saya terpaksa tutup warung. Sudah rugi, masih harus bersih-bersih tengah malam," ujarnya lirih, sambil menyeka air yang masuk ke dalam warung.

Bagi Bang Rangkuti, banjir bukan hanya soal genangan, tapi soal kehilangan rezeki penderitaan kecil yang sering tak dilihat, tapi sangat nyata.

*Warga Tak Butuh Janji, Tapi Aksi*

Warga tidak lagi membutuhkan sekadar himbauan atau janji manis setiap kali bencana datang apa lagi hanya sekedar ceremony. Yang mereka butuhkan adalah solusi konkret dan komitmen jangka panjang.

Normalisasi saluran air, revitalisasi drainase, pembangunan sumur resapan, dan edukasi publik harus dilakukan secara konsisten, bukan hanya saat banjir melanda.

Jika tidak, maka hari-hari seperti Minggu sore kemarin akan terus terulang. Banjir bukan lagi insiden, tapi rutinitas yang akan terjadi di kota Padangsidimpuan dan itu adalah bentuk kegagalan tata kelola,

Dari pantuan hingga malam ini pukul 19.00 Wib,lokasi kasmia dan Padangsidimpuan masih terus diguyur hujan dan banjir belum juga surut, dihimbau masyarakat tetap waspada.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dua Jembatan Putus Diterjang Banjir, Polres Tapsel Turun Tangan Pastikan Akses Warga
Aksi Damai 500 Warga Ujung Batu IV Soroti Dugaan Skandal dan Korupsi Kepala Desa
Sinergi PLN UP3 Padangsidimpuan Dan Polres Mandailing Natal Tingkatkan keamanan Dan kenyamanan Bagi Masyarakat
Operasional Pulih Cepat Pasca Banjir, SKK Migas Beri Penghargaan  PEP Field Rantau dan Field Pangkalan Susu
Hujan Deras Picu Longsor di Sembahe, Lima Orang Tewas
Ketika Banjir Pergi, Mariono Menemukan Harapan dengan Dibuka Kembali Bengkel Difabel
komentar
beritaTerbaru