Bakti Sosial HKG Ke 54, TP PKK Sumut Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Asahan
sumut24.co ASAHAN, Memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke54, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Su
News
Baca Juga:
MEDAN | SUMUT24. CO
Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPms I) menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan korupsi di Pertamina dan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung terkait dengan kasus dugaan korupsi pada tata kelola pengadaan minyak mentah dan BBM.
"Kami menghargai dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait dengan kasus dugaan korupsi pada tata kelola pengadaan minyak mentah dan BBM. Praktik korupsi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap para pekerja yang setiap harinya bekerja dengan penuh integritas dan profesionalitas," ujar Ketua Umum SPP UPms I, Irsal, Senin (10/3/2025).
Irsal berharap proses hukum yang sedang berlansung dapat berjalan sebagaimana mestinya secara terbuka, transparan, adil dan akuntabel. Namun demikian, ia menyayangkan adanya informasi-informasi yang telah memicu kegaduhan dan berpotensi mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap Pertamina.
Diakuinya, Pertamina merupakan perusahaan milik negara yang telah dan akan selalu menghadirkan energi kepada masyarakat di seluruh penjuru negeri serta daerah pelosok yang terjauh, terluar dan terpencil.
"Pertamina bahkan juga menjadi salah satu kontributor penyumbang dividen terbesar terhadap APBN setiap tahunnya," ungkapnya.
Sebagai organisasi pekerja, SPP UPms I ingin menegaskan bahwa Pertamina telah berkomitmen untuk memastikan ketersediaan energi yang berkualitas dan aman bagi masyarakat.
"Kami meyakinkan dan menegaskan bahwa BBM yang didistribusikan kepada masyarakat telah sesuai dengan persyaratan spesifikasi yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM," kata Irsal.
Ia menjelaskan kontrol kualitas dan kuantitas BBM dilaksanakan pada setiap tahapan dengan sebaik-baiknya dan terdapat pemeriksaan kualitas secara berkala oleh Lembaga Minyak dan Gas atau Lemigas. Setiap kegiatan Pertamina dalam tata kelola energi selama ini juga mendapat pengawasan ketat dari Kementerian ESDM, BPH Migas, dan SKK Migas.
Irsan berpesan kepada seluruh pekerja Pertamina di seluruh unit operasi wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) untuk tetap fokus bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab dan integritas demi kepentingan bangsa dan negara.
"Tetap bersabar dan jangan terpengaruh dengan keriuhan maupun isu yang beredar, agar ikhtiar-ikhtiar kita dalam menjamin ketersediaan pasokan BBM selama bulan suci Ramadan dan Idul Fitri dapat senantiasa terwujud," katanya.
Kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, SPP UPms I memohon dukungan dan doa agar Pertamina bisa tetap bertahan di tengah guncangan yang sedang terjadi.
"Marilah berpikir rasional dan tidak terprovokasi mengorbankan Pertamina sebagai institusi negara yang telah lama menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan energi nasional untuk masyarakat," ujar Irsal. (C04)
sumut24.co ASAHAN, Memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke54, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Su
News
Isu Pelecehan Guncang Kades Jupri, Istri dan Kuasa Hukum Buka Suara Tegas Jangan Putarbalikkan Fakta!
kota
Pamit Penuh Haru, "Sahabat Anak" Iptu Sujarwo Tinggalkan Polsek Pantai Labu untuk Mengabdi di Garda Depan Siber Polda Sumut
kota
Sergai sumut24.co Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Serdang Bedagai menggelar rekonstruksi kasus dugaan tindak pidana pembunuha
Hukum
DIreksi Baru BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan Menjawab Kebutuhan Peserta
kota
DIreksi Baru BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan Menjawab Kebutuhan Peserta
kota
Sunscreen Saja Tak Cukup! Ini Cara Cerdas Hadapi Cuaca Panas Jakartasumut24.co Cuaca panas di kota besar sering datang tanpa kompromi. Baru
Umum
DELISERDANG Sumut24.coSetelah mangkir dari panggilan pihak Polda Sumatera Utara kasus dugaan penggelapan uang perusahaan dan karyawan dit
Hukum
Jelang Piala AFF, Renovasi Stadion Teladan Disorot Anggaran Rp 64 Miliar Dipertanyakan
kota
Pelapor Jusuf Kalla Harus Minta Maaf
kota