Lom Lom Suwondo Turun ke Lokasi Remaja Hanyut, Dorong Pencarian Lebih Maksimal
Lom Lom Suwondo Turun ke Lokasi Remaja Hanyut, Dorong Pencarian Lebih Maksimal
News
Baca Juga:
DELISERDANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendukung penuh percepatan normalisasi Bendungan Sidoras di Percut Seituan, Deliserdang. Sehingga lahan pertanian masyarakat di sekitar bendungan bisa kembali normal.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut Rajali, mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Agus Fatoni mendampingi Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya saat dialog bersama petani dan meninjau Bendungan Sidoras, di Percut Seituan, Deliserdang, Senin (20/1).
Diketahui, Bendungan Sidoras saat ini bermasalah pada sistem irigasinya. Saluran irigasi bendungan mengalami pendangkalan yang cukup signifikan, sehingga menjadi salah satu penyebab banjir di sawah masyarakat.
"Bersama Pak Bima Arya (Wakil Menteri Dalam Negeri) kita sudah mendengarkan keluhan warga, kita akan dukung penuh percepatan dan membantu semaksimal mungkin untuk memulihkan dan menormalisasi saluran irigasi Bendungan Sidoras," kata Rajali.
Sebelumnya, Wamendagri Bima Arya mengatakan, normalisasi Bendungan Sidoras akan segera dilakukan. Dia meminta seluruh perangkat daerah memonitor langsung perbaikan di saluran irigasi Bendungan Sidoras.
"Kami minta kepada Pj Kepala Daerah, Gubernur, Bupati, sampai ke Kepala Desa turun langsung ke lapangan, memonitor pengerjaan normalisasi Bendungan ini, karena ketahanan pangan merupakan fokus Pak Presiden,"kata Bima Arya.
Bima Arya memastikan pengerjaan normalisasi Bendungan Sidoras akan dilakukan selama dua minggu. Pengerjaan akan bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) II dan pihak-pihak terkait.
"Setelah kita tanya anggarannya ada di BWS, dan akan dikerjakan dalam dua minggu, Sama-sama kita pantau, perangkat daerah turun ke lapangan langsung untuk memantau," kata Bima Arya.
Saluran irigasi Bendungan Sidoras menurut Sekertaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Deliserdang Lusben Simanjuntak mulai mengalami sedimentasi sejak 2013. Sedimentasi ini mengakibatkan pendangkalan di saluran irigasi Bendungan Sidoras, sehingga membanjiri lahan persawahan warga saat musim hujan.
"Harusnya kita bisa panen 3 kali dalam setahun, tetapi karena banjir akibat pendangkalan bendungan jadi cuma 1 kali, padahal di sini ada kurang lebih 200 Ha sawah yang tersebar di tiga desa," kata Lusben Simanjuntak. **
Lom Lom Suwondo Turun ke Lokasi Remaja Hanyut, Dorong Pencarian Lebih Maksimal
News
MEDAN Sumut24.co Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, H. Andar Amin Harahap, meminta seluruh jajaran pengurus dan kader Partai Golkar d
News
ARSIP Dukung Prabowo dan Kapolri, Desak Dugaan Penyadapan Diusut Tuntas Siapa Dalang dan Apa Motifnya?
News
Enam Tahun Miftahul Husna, Lom Lom Suwondo Harapkan Pesantren Terus Berkontribusi bagi Pembangunan SDM
News
Polda Sumut Edukasi Pengemudi Truk di Medan, Utamakan Keselamatan daripada Kecepatan
News
Dukung Operasi Patuh Toba 2026, Biddokkes Polda Sumut Periksa Kesehatan Personel
News
Prabowo Bakal Jadi Saksi Persidangan Kasus Penyadapan Ilegal LSP dkk? Sahat Simatupang Kesaksian Presiden Penting Ungkap Dugaan Makar
News
PB Pendawa Indonesia Ajak Masyarakat Dukung Flowerenia Pramevie Andhyta di 50 Semifinalis GADIS Sampul 2026
News
Medan sumut24.co Aktivitas judi tembak ikan yang sebelumnya disebutsebut telah tutup, kini diduga kembali beroperasi di kawasan Jalan Spe
Hukum
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Enam Kepala Keluarga korban bencana alam kebakaran di dusun Natam Julu, desa Majanggut I, Kecamatan Kerajaan mene
News