Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
kota
Baca Juga:
P.Siantar l Sumut24.co
Dahlia Siallagan, ibu kandung dari korban penganiayaan Jaka Malau, sampai saat ini masih menuntut keadilan hukum terhadap kematian anaknya. Merasa masih ada yang janggal terhadap pelaku pengeroyokan, ibu rumah tangga beralamat di Medan Petisah, Kota Medan, ini mengharapkan atensi wakil rakyat di Komisi 3 DPR RI, agar peristiwa kematian Jaka yang secara tragis terang benderang.
"Kami keluarga merasa sendiri menghadapinya selama ini, sudah 2 Minggu setelah kematian anak saya, seperti di diamkan. Polisinya saya kirim pesan gak dibalas, saya telepon pun tidak diangkat," pukas Dahlia, ditemui di seputaran Kota Pematangsiantar, Minggu (14/6/2025) sekira pukul 16.00 WIB, berharap tidak ada yang ditutup- tutupi terhadap kematian putra bungsunya itu.
Kata Dahlia, dia tidak terima seperti dikatakan Kapolres Pematangsiantar, dalam gelar konferensi pers beberapa waktu, menyatakan Jaka Malau tukang pembuat tato. Jelasnya, korban bahkan tidak mengetahui sama sekali membuat tato. Persis dengan informasi diseputaran lokasi kejadian, menegaskan korban bukan pembuat tato dan tidak pernah sama sekali membuat tato. "Saya pastikan anak saya bukan pembuat tato, saya tahu anak saya," ujar Dahlia, dibenarkan Tina Malau dan Rizki Malau, merupakan kakak dan Abang kandung dari korban Jaka Malau.
Permintaan sampai ke wakil rakyat di DPR RI Komisi 3 yang membidangi hukum, menurut keluarga korban, berharap dengan turun tangannya anggota dewan tersebut, dapat membuka tabir kematian Jaka Malau, kematian tragis yang dialami Jaka Malau. "Mohon kepada komisi 3 di DPR RI di Jakarta untuk membantu kami dalam peristiwa kematian anak saya, bapak ibu DPR, tolong pak atensikan kematian anak saya ini pak, berikan keadilan buat kami bapak ibu komisi 3 yang di pusat Jakarta sana," isak Dahlia, tidak dapat membendung air matanya mengharapkan Komisi 3 DPR RI turun tangan langsung.
Kejanggalan terhadap kematian Jaka Malau, dibeberkan Tina Malau beberapa hari ini usai peristiwa pengeroyokan tragis yang dialami adiknya terhadap para pelaku. Katanya, "Kenapa wajah pelakunya tidak bisa dilihat, sementarakan sudah di realis, 3 orang lagi pelaku kami tidak bisa mengetahui siapa. Belum lagi sampai sekarang SP2HP tidak diberikan, mau dihubungi menanyakan perkembangan pun tidak dijawab," ungkapnya, mencerita luka dialami korban sungguh mengenaskan disekujur tubuhnya.
*Adik kami itu bukan kami biarkan, saya selalu komunikasi dengan asik saya, bahkan mamak saya sering ke Siantar, terakhir 2 Minggu lalu jumpa," ujarnya.
Sementara Punguan Silau Raja, Ambarita Raja dan Sagala Raja, ditempat yang sama yang turut mendampingi keluarga korban, mengungkapkan fakta - fakta yang didapat dilokasi kejadian. "Hampir semua orang yang sering melakukan aktivitasnya di taman bunga, menyatakan korban adalah orang baik. Bahkan ada seorang wanita bermarga Purba, berani bersaksi kalau korban itu orang baik,* tegas Econ Damanik.
Ditambahkan Rudi Malau, keterangan Orang- orang yang mengenal Jaka Malau pun, menyebutkan bukan korban sebagai orang yang membuat tato, tapi orang lain dan orang berbeda.
"Sebagai Popparan Silau Raja, kami masih mempercayakan penuh kasus ini sama kepolisian, terkhususnya Polres Pematangsiantar yang menangani perkara ini. Penyidik punya teknis dan strategi sendiri dalam pengungkapan kasus ini sampai benar- benar tuntas semua dan seterangkan mungkin,* imbuh pria yang merupakan advokat ini.
Sebagai informasi, peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis 28 Mei 2026 sekitar pukul 21.20 WIB di kawasan Taman Bunga, Jalan Merdeka, Kelurahan Dwikora, tepat di depan Kantor Wali Kota Pematangsiantar. Dari 6 orang terduga Pelaku, 2 orang menyerahkan diri pada tanggal 1 Juni sudah ditahan dan menjalani proses hukum Roitnandah Panjaitan, 24 tahun, dan Frengki Silaen, 30 tahun,
Satu orang lainnya masih dirawat di rumah sakit sehingga belum bisa ditahan. (LP)
Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
kota
Ibunda Almarhum Jaka Malau yang Tewas Dalam Pengeroyokan Bermohon Atensi Komisi 3 DPR RI Ungkap Keadilan
kota
Medan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Medan terkait penyampaian pandangan umum fraksifrak
kota
sumut24.co ASAHAN , Kepolisian Resor (Polres) Asahan, Polda Sumatera Utara, menggelar siaran pers resmi pada Senin pagi pukul 10.00 WIB ter
News
MEDAN, SUMUT24.CO Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Lily MBA, menyampaikan pemandangan umum fraksi terhadap Ranperda Pertanggun
News
Likupang, Mutiara Maritim yang Tak Boleh Kehilangan Jiwa Oleh Abdullah RasyidStaf Khusus Menteri Imigrasi dan PemasyarakatanMahasiswa Dokto
News
MEDAN, SUMUT24.CO Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Medan menyoroti pelaksanaan proyek Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang saat
kota
sumut24.co MedanSemangat kebangkitan sepak bola Kota Medan menguat dalam acara pengukuhan Pengurus Mantan Pemain PSMS Medan di Stadion Keb
Sport
sumut24.co MedanTelkomsel meluncurkan Terpujilah GURU, sebuah program pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi tenaga pendidik di Indone
Ekbis
sumut24.co TANJUNGBALAI , Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut kepulangan 130 jamaa
News