Dari Amsterdam, Seruan Membangun Politik Alternatif untuk Indonesia
Dari Amsterdam, Seruan Membangun Politik Alternatif untuk Indonesia
kota
Baca Juga:
Pemecatan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia mengejutkan banyak pihak, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Keputusan yang diumumkan pada Senin (6/1) oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, ini mendapat banyak sorotan dari media internasional, termasuk dari Malaysia, Thailand hingga Vietnam.
Beberapa faktor, seperti masalah komunikasi dan taktik, dianggap sebagai alasan utama di balik pemecatan tersebut. Meskipun kontribusi Shin Tae-yong cukup signifikan dalam perkembangan sepak bola Indonesia, masalah tersebut dianggap menghambat kemajuan tim.
STY yang memimpin Timnas Indonesia sejak 2020 memang telah membawa beberapa perubahan signifikan. Namun, PSSI merasa perlu mengambil langkah untuk meningkatkan kualitas tim, dengan mengganti pelatih yang dianggap lebih mampu dalam hal strategi dan komunikasi.
Hal ini semakin jelas setelah Erick Thohir menjelaskan bahwa PSSI membutuhkan pemimpin yang lebih efektif dalam mengimplementasikan program.
Setelah pemecatan Shin Tae-yong, perhatian publik kini beralih pada masa depan sang pelatih setelah menakhodai merah putih. Salah satu yang sempat mengungkapkan minat untuk merekrut Shin Tae-yong adalah CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi.
Pada Januari 2023, Yoyok Sukawi menyatakan bahwa jika Shin Tae-yong dilepas oleh Timnas Indonesia, dia akan dengan senang hati menawarkan kontrak untuk pelatih asal Korea Selatan tersebut.
"Dengan senang hati. 100 persen kalau Shin Tae-yong sampai keluar dari Timnas, saya akan pertama kali menyodorkan kontrak ke STY," ujar Yoyok Sukawi melansir dari Antara.
Menurut Yoyok, dia sangat mengapresiasi kualitas dan karakter Shin Tae-yong. Bahkan, dia menilai bahwa sulit mencari pelatih dengan karakter dan kualitas seperti yang dimiliki oleh Shin Tae-yong. Jika kesempatan itu muncul, PSIS Semarang mungkin akan menjadi klub yang pertama menawari kontrak kepada pelatih tersebut.
Meski saat ini keputusan mengenai siapa yang akan menggantikan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia sudah hampir pasti, dengan Patrick Kluivert sebagai calon kuat, masa depan Shin Tae-yong di dunia sepak bola Indonesia, khususnya di level klub, tetap menarik untuk disimak.
Mungkinkah PSIS Semarang menjadi tim yang akan menampungnya? Pertanyaan ini masih menggantung, sementara para penggemar sepak bola Indonesia menantikan langkah selanjutnya dari kedua belah pihak.(red)
Dari Amsterdam, Seruan Membangun Politik Alternatif untuk Indonesia
kota
Bimtek Berulang di Brastagi Cottage Disorot, Barapaksi Pertanyakan Transparansi dan Kepatutan Penggunaan Anggaran Daerah
kota
Polsek Medan Area Perkenalkan Program "BANG JAGA"
kota
Rakernis Humas Polda Sumut, Penguatan Komunikasi Publik Jadi Kunci Kepercayaan Masyarakat
kota
lTransformasi Mutu Layanan Pasatama Institute Dorong Peningkatan Kapasitas SDM dan Infrastruktur SPPG Berstandar Internasional
kota
Kebun PTPN Cot Girek Diokupasi dan Dijarah Pekerja Menderita Negara Rugi Miliaran
kota
sumut24.co Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat fungsi pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan. Langkah ini dilakukan melal
Ekbis
Akselerasi Program, MA Swasta TPI Fokus Kembangkan Madrasah Entrepreneur Berbasis Religius
News
sumut24.co MEDAN, Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (SPs USU) didirikan sejaktahun 1985 dan merupakan lembaga yang menyelengg
kota
sumut24.co ASAHAN, Masalah tembok pagar milik Yayasan Pendidikan Maitreyawira di Jalan Gang Setia, Kelurahan Tebing Kisaran, Kecamatan Kisa
News