Rabu, 14 Oktober 2026

Peningkatan Ekspor China Pengaruhi Impor Indonesia

Administrator - Jumat, 15 April 2016 07:50 WIB
Peningkatan Ekspor China Pengaruhi Impor Indonesia

JAKARTA | SUMUT24 Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan peningkatan ekspor China dapat mempengaruhi volume impor Indonesia dan berdampak pada neraca perdagangan secara keseluruhan.

Baca Juga:

“Impor kita yang terbesar adalah China, meskipun tidak selalu nomor satu, kadang-kadang tiga besar atau empat besar, tentu ada dampaknya (peningkatan ekspor China),” katanya di Jakarta, Kamis (14/4).

Suryamin mengatakan impor nonmigas tersebut bisa berdampak positif apabila barang-barang yang masuk ke Indonesia merupakan barang modal yang dibutuhkan untuk mendorong kinerja investasi.

Namun, menurut dia, impor tersebut harus menjadi catatan pemerintah, apabila merupakan barang-barang konsumsi, yang dikhawatirkan bisa bersaing dengan produk-produk asli buatan dalam negeri.

“Kalau barang modal, bisa positif ke kita, asal jangan ekspor seperti barang-barang konsumsi, apalagi konsumsi yang sebetulnya bisa dibuat di sini, itu yang penting,” ujar Suryamin.

Dia menjelaskan, selama ini Indonesia banyak mengimpor barang-barang modal yang dibutuhkan untuk mendukung perekonomian, seperti alat mesin, peralatan mekanik, peralatan listrik maupun peralatan IT dari China.

“Barang-barang ini bisa menggerakkan ekonomi karena merupakan bagian dari investasi. Investasi ini bisa menggerakkan instrumen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dalam komponen pertumbuhan,” katanya.

BPS mencatat impor nonmigas dari China merupakan yang tertinggi pada periode Februari 2016 yaitu mencapai 4,87 miliar dolar AS, lebih tinggi dari Jepang 1,92 miliar dolar AS dan Thailand 1,48 miliar dolar AS.

Sebelumnya, Badan Umum Bea Cukai China mencatat ekspor dalam denominasi yuan melonjak 18,7 persen tahun ke tahun pada Maret, kenaikan pertama sejak Desember, dibandingkan dengan penurunan 20,6 persen pada Februari dan 6,6 persen pada Januari.

Para analis mengatakan data positif China menunjukkan stabilisasi perekonomian negara itu, yang memungkinkan The Fed (Bank Sentral AS) untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebelum pertengahan tahun. (okz)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Lindungi Siswa dari Kabut Asap, Bupati Madina Saipullah Nasution Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh
Wakapolres Padangsidimpuan Hadiri Pemusnahan 6,36 Kg Ganja dan 152,21 Gram Sabu Oleh Kejari
Silaturahmi Perdana Gus Sonny ke PWNU Sumut, KH Marahalim Tekankan Pentingnya Menjaga Harmoni
Andar Amin Harahap Matangkan Agenda Golkar Sumut, Pelantikan hingga Rakerda Jadi Fokus
232 Dapur SPPG Diresmikan di Sumut, Wagub Dorong Pemerataan Layanan Gizi hingga ke Daerah
Rakornis TP PKK Kabupaten Asahan, Perkuat Administrasi & Sinergi Program Demi Kesejahteraan Masyarakat
komentar
beritaTerbaru