Jumat, 21 Agustus 2026

Defisit 2016 Melebar ke 2,5 Persen Pemerintah Butuh Utang Rp 21 T

Administrator - Jumat, 08 April 2016 08:02 WIB
Defisit 2016 Melebar ke 2,5 Persen Pemerintah Butuh Utang Rp 21 T

JAKARTA | SUMUT24 Pemerintah mengungkapkan, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016, besaran defisit diusulkan naik menjadi 2,5 persen dari sebelumnya 2,15 persen. Total, pemerintah membutuhkan utang baru sebesar Rp 40 triliun.

Baca Juga:

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan pemerintah akan memakai anggaran Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) tahun lalu sebesar Rp 19 triliun. Sehingga, sisa kebutuhan utang pemerintah tinggal Rp 21 triliun.

“Akan terjadi pelebaran defisit dari 2,15 persen menuju 2,5 persen. Di mana ada tambahan kebutuhan utang kira-kira Rp 40 triliun,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (7/4).

Seperti diketahui, pembiayaan anggaran untuk menutup defisit tahun 2016 disepakati sebesar Rp 273,2 triliun. Ini terdiri dari pembiayaan utang sebesar Rp 330,9 triliun dan pembiayaan non utang sebesar negatif Rp 57,7 triliun.

Untuk mendukung kebijakan pembiayaan defisit APBN 2015 setara 2,15 persen PDB, maka pemerintah akan memanfaatkan sumber pembiayaan dalam negeri dan luar negeri yang mempunyai risiko rendah, beban biaya yang murah, serta tidak ada ikatan. (mer)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Gembong Narkoba Buron Bareskrim Basri Lewaimang Ditangkap Interpol di Kuala Lumpur
KPK Amankan Uang Rp1,5 Miliar di Bogor, Sejumlah Pejabat Diperiksa
Dies Natalis ke-74, USU Catat Lompatan Prestasi dan Reputasi Global
Rayakan HUT ke-81 RI, PLN UID Sumut Hadirkan Diskon Tambah Daya 50 Persen Hingga 25 Agustus
Sambangi Kontingen Jamnas XII di Cibubur, Wali Kota Tanjungbalai Beri Motivasi
Wali Kota Tanjungbalai Dorong Alur Pelayaran Diperlebar, Jangan Ganggu Nelayan Tradisional
komentar
beritaTerbaru