Diburu Sampai ke Jambi Polda Sumut Tangkap 2 Begal Sadis di Angkot Viral di Medsos
Diburu Sampai ke JambiPolda Sumut Tangkap 2 Begal Sadis di Angkot Viral di Medsos
kota
Jakarta I SUMUT24,co
Baca Juga:
KPK membeberkan sejumlah peran Fenny Steffy Burase dalam kasus dugaan suap alokasi penyaluran Dana Otonomi Khusus (DOK) Aceh Tahun Anggaran 2018 yang menjerat Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf.
Peran istri siri Irwandi itu dijelaskan dalam nota jawaban KPK untuk menanggapi gugatan praperadilan yang diajukan Irwandi ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Dalam nota jawaban itu setidaknya ada empat peran Steffy dalam kasus tersebut yang berhasil teridentifikasi oleh KPK. Berikut empat peran Steffy Burase dalam kasus dugaan suap alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh:
Pertama, diduga mendapatkan proyek senilai Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar dari Irwandi Yusuf melalui keterangan saksi berinisial F, terungkap bahwa Steffy Burase yang saat itu telah berstatus sebagai istri siri Irwandi menerima sebuah proyek dari Irwandi dengan sekitar Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar.
“Bahwa berdasarkan percakapan Whatsapp saksi (F) dengan Steffy Burase pada tanggal 22 Januari 2018 yang menjelaskan bahwa saudara Steffy baru saja ditawari saudara Irwandi Yusuf untuk menggarap proyek-proyek bangunan di Aceh senilai Rp 2-3 miliar,” bunyi keterangan saksi dalam nota jawaban KPK.
Proyek itu diberikan Irwandi untuk nantinya dikerjakan Steffy bersama dengan saksi berinisial F tersebut. “Steffy menyampaikan jika jadi maka dia yang akan mengerjakannya bersama saksi,” lanjut keterangan saksi.
Kedua, diduga meminta uang Rp 150 juta kepada pengusaha atas arahan Irwandi Yusuf. Berdasarkan keterangan saksi berinisial F, KPK mengatakan Steffy Burase pernah meminta sejumlah uang senilai Rp 150 juta kepada seorang pengusaha bernama Teuku Saiful Bahri atas arahan Irwandi Yusuf.
“Bahwa berdasarkan percakapan WhatsApp saksi (F) dengan Steffy Burase pada tanggal 29 Juni 2018 yang memperlihatkan percakapan Steffy dengan Saiful. (Dalam pesan itu) Steffy menghubungi Saiful dan menyampaikan bahwa Irwandi Yusuf butuh uang Rp 150 juta (untuk) dimasukkan ke rekening dan dipecah ke dalam 4 rekening berbeda,” kata saksi F dalam nota jawaban KPK.
Namun pesan permintaan uang itu tak kunjung dibalas oleh Saiful. Akhirnya Steffy meminta bantuan saksi F agar ikut memberitahukan kepada Saiful agar memenuhi permintaan uang tersebut.
“Karena tidak dibalas Saiful, maka Steffy menghubungi saksi (F) agar memberitahukan untuk memberikan uang kepada Irwandi Yusuf,” kata saksi F.
Ketiga, mengusahakan perusahaan tempatnya bekerja untuk mendapatkan proyek di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh.
Dalam keterangan pengusaha bernama Teuku Saiful Bahri, pada Dispora Aceh terdapat paket proyek dengan pagu anggaran senilai Rp 3,2 miliar. Menurut kesaksian Saiful Bahri, perusahaan tempat Steffy bekerja yakni PT Erol Perkasa Mandiri ingin mendapatkan proyek tersebut.
Untuk memuluskan keikutsertaan perusahaan yang bergerak di jasa event organizer tersebut, Steffy meminta anak buahnya bernama Rian untuk menyampaikan kepada Dispora Aceh bahwa ada pesan langsung dari Irwandi Yusuf.
“Saudara Rian Jakarta ingin ikut proyek tersebut. Adapun Saudara Rian merupakan anak buah Steffy Burase di PT Erol Perkasa Mandiri dan saudara Rian menyampaikan ada pesan dari Irwandi Yusuf,” kata Saiful Bahri dalam berita acara pemeriksaan (BAP) miliknya seperti yang tercantum di nota jawaban KPK.
Keempat, Steffy Burase Diduga Memanipulasi Penyusunan RAB Aceh Marathon. KPK menyebut Steffy Burase turut aktif menyusun serta memanipulasi rencana anggaran biaya (RAB) dari kegiatan Aceh Marathon 2018. Hal itu terungkap dari pernyataan saksi Teuku Fadhilatul Amri yang merupakan staf Saiful Bahri.
Dalam keterangannya di berita acara pemeriksaan (BAP), Amri mengatakan ada komunikasi sebelumnya antara Steffy dengan eks Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh Musri Idris terkait acara tersebut.
Permintaan itu terkait penyusunan RAB yang sebelumnya telah diatur sedemikian rupa oleh Steffy Burase.
“Saudara Musri meminta dibuatkan RAB Aceh Marathon agar dibuatkan yang sudah di break down supaya bisa dimasukkan ke anggaran dinas olahraga. Kemudian Steffy Burase mengirimkan anggaran yang sudah dibuatnya dan saksi (Amri) diminta untuk mem-break down anggaran Aceh Marathon tersebut,” kata Amri dalam keterangannya yang tercantum di nota jawaban KPK. (red)
Diburu Sampai ke JambiPolda Sumut Tangkap 2 Begal Sadis di Angkot Viral di Medsos
kota
Bentrok Pemuda di Pancur Batu Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah.
kota
Ketika Bebas Visa Menjadi Celah Judi Online Alarm Baru Kedaulatan Digital Indonesia
kota
KOMNAS PA Pusat Berikan Penghargaan kepada Polsek Pantai Labu atas Kepedulian dan Perlindungan terhadap Anak serta Guru Tahfiz Qur&rsquoan
kota
116 Pengedar dan Pengguna Narkoba Diciduk, Polda Sumut Bakar 21 Barak Narkoba dalam Dua Hari
kota
Polsek Tanjung Morawa Amankan Dua Terduga Pelaku Percobaan Curanmor
kota
Wali Kota menghadiri acara Pembukaan Musda XIV KNPI Kota Pematangsiantar, di Convention Hall Siantar Hotel
kota
Wali Kota menerima piagam penghargaan dari BKPRMI atas dukungan dan partisipasi aktif dalam pembinaan kegiatan keagamaan, sosial, dan kepemu
kota
Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026
kota
Dompet Dhuafa Waspada Resmikan Dua Wakaf Sumur di Tapanuli SelatanSumatera utarasumut24.co Dompet Dhuafa Waspada meresmikan dua program Wak
News