Percepat Pemulihan Bencana Aceh, Kemendagri Guyur Puluhan Ekskavator dan Dump Truck ke Bireuen hingga Pidie Jaya
Percepat Pemulihan Bencana Aceh, Kemendagri Guyur Puluhan Ekskavator dan Dump Truck ke Bireuen hingga Pidie Jaya
News
Jakarta I SUMUT24
Baca Juga:
- Percepat Pemulihan Bencana Aceh, Kemendagri Guyur Puluhan Ekskavator dan Dump Truck ke Bireuen hingga Pidie Jaya
- Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Disdik Sumut Berlakukan PJJ 16–21 Oktober 2026
- Kabut Asap Masuk Sumut, Bobby Nasution Imbau Pembelajaran Jarak Jauh dan Minta Kepala Daerah Pantau Kualitas Udara
Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Banun Harpini mengatakan pihaknya sedang menuntaskan protokol karantina dengan pemerintah dan otoritas India ihwal rencana impor daging kerbau oleh Indonesia. Sebab, kata dia, Indonesia meminta jaminan kepada India agar daging tersebut memenuhi syarat sampai dikapalkan.
“Agar sesuai dengan impor protokol yang diputuskan Direktur Jenderal Peternakan,” kata Banun saat ditemui di kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (12/7).
Banun menuturkan saat ini pihaknya masih fokus pada kerja sama daging kerbau impor dengan India. Dia memperkirakan protokol karantina itu selesai pada akhir bulan ini. Banun juga menegaskan bahwa impor daging kerbau tidak dilakukan dalam waktu dekat.
Banun mengimbuhkan Badan Urusan Logistik (Bulog) merupakan lembaga yang ditugasi pemerintah melakukan impor. Soal pintu masuk daging kerbau itu, Banun belum bisa memberi penjelasan. Menurut dia, kapasitas Balai Karantina hanya mengurusi manajemen risiko dari daging kerbau impor.
Mengenai karantina, Banun berujar standarnya sudah baku. Meski demikian, kata dia, kalau daging tersebut sudah di lapangan, Dinas Peternakan harus siap melakukan pemeriksaan. “Direktorat Jenderal Peternakan juga sudah menyiapkan 10 rumah pemotongan hewan untuk kerbau impor ini,” tuturnya.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan impor daging kerbau akan dilakukan bukan hanya dari India, tapi juga dari beberapa negara lain. Hal terpenting, menurut Amran, adalah daging itu bebas dari penyakit mulut dan kuku.
Ketika ditanya mengenai status India yang dianggap belum bebas dari penyakit itu, Amran menjawab aturannya diubah dari country based menjadi zone based. “Kami lihat nanti, sudah survei tiga kali ke sana,” ucapnya. (int)
Percepat Pemulihan Bencana Aceh, Kemendagri Guyur Puluhan Ekskavator dan Dump Truck ke Bireuen hingga Pidie Jaya
News
Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Disdik Sumut Berlakukan PJJ 16&ndash21 Oktober 2026
News
Kabut Asap Masuk Sumut,Bobby Nasution Imbau Pembelajaran Jarak Jauh dan Minta Kepala Daerah Pantau Kualitas Udara
kota
sumut24.co ASAHAN, Aktivitas pertambangan Galian C yang beroperasi di wilayah Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan, kembali menjadi soro
News
Dua Spesialis Curanmor di Jalan Gurila Diberi Tindakan Tegas Terukur
kota
Temui Majelis Taklim Halimah, Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Bersinergi Jaga Kamtibmas
News
40 Orang Positif Narkoba Diamankan saat Penggerebekan dI Gg Jati Panglima Denai
News
Cegah Gangguan Pernapasan, Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Bagika nMasker kepada Warga Binaan
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara secara resmi meluncurkan program Bus Perintis di Kabupaten Asahan, Kamis (15/10/2026)
News
sumut24.co ASAHAN, Praktik dugaan pungutan liar mencuat di lingkungan RSUD Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran, Kabupaten Asahan, se
News