Proyek Jalan Rp1,28 Miliar Disorot, Kadis SDABMBK Deli Serdang: “Nanti Saya Check Dulu ke PPK”
Proyek Jalan Rp1,28 Miliar Disorot, Kadis SDABMBK Deli Serdang &ldquoNanti Saya Check Dulu ke PPK&rdquo
News
Semarang | SUMUT24
Baca Juga:
Hilangnya sejumlah orang akhir-akhir ini sering dihubungkan dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) seperti yang terjadi pada dr Rica Trihandayani di Yogyakarta. Di Semarang juga pernah ada orang tua yang mencari anaknya ke bekas markas Gafatar Kota Semarang.
Hal itu diungkapkan ketua RT 02 RW 06, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Semarang, Suhartono. Di wilayah Suhartono, terdapat bangunan dua tingkat yang memang pernah digunakan oleh Gafatar.
Suhartono mengatakan sekitar sebulan lalu atau pada bulan Desember sempat ada orangtua yang datang menemuinya untuk mencari anaknya yang hilang. Diduga anak yang dicari itu bergabung dengan Gafatar. Namun saat itu bangunan markas Gafatar sudah ditinggalkan penghuninya.
“Pernah ada orangtua dari Mangkang ke rumah saya, anaknya hilang di tempat saya. Satu bulan lalu lalu itu. Tapi setelah itu tidak lapor lagi,” kata Suhartono saat dihubungi melalui telepon, Selasa (12/1).
Ketika dua orang tua itu datang, kondisi bangunan dua tingkat tersebut sudah kosong dan tidak diketahui kemana pindahnya dua orang laki-laki yang menyewa. Suhartono mengatakan warga tidak curiga dengan Gafatar di sana karena awalnya melakukan kegiatan sosial.
“Sejak tahun 2015, kegiatannya itu kayak tanam pollybag, pengobatan gratis, pas bulan puasa kemarin ada layar tancap nonton film Soekarno,” tandasnya.
Bekas markas Gafatar di Semarang Menurut warga yang tinggal di dekat rumah itu, jika ada kegiatan maka akan banyak tamu datang membawa mobil dan biasanya kegiatan berlangsung 2 sampai 3 hari.
“Mobil banyak kalau ada kegiatan. Biasanya 2-3 hari nginep terus pergi lagi. Apa yang dilakukan tidak tahu,” kata salah satu warga, Aan.
Warga tidak menaruh curiga hingga kegiatan terakhir pada dua minggu lalu, Aan dan warga lainnya juga baru mengetahui dan curiga setelah berita dr Rica dan Gafatar di DIY banyak diperbincangkan.
“Sekitar dua minggu lalu (masih ada kegiatan). Setelah itu kegiatan berkurang, setelah ramai Jogja itu tidak ada lagi,” ujarnya.
Dari pantauan detikcom, rumah bercat abu-abu itu sepi dan memang tidak terlihat atribut Gafatar di luar, hanya saja ada spanduk tulisan “Nusantara Property”. Di sebalah kanan, kiri, depan, maupun belakang rumah itu merupakan lahan kosong.
Di dalam rumah, terdapat sejumlah ruangan ada ruang rapat dan ruang administrasi. Terdapat juga spanduk bertuliskan “Gafatar, gerakan fajar nusantara” dan di bawahnya bertuliskan “Ketahanan dan kemandirian pangan” dengan huruf yang dibentuk dari gambar buah. Sementara itu di lantai dua ada empat kamar dengan beberapa barang yang masih tertinggal. (tik)
Proyek Jalan Rp1,28 Miliar Disorot, Kadis SDABMBK Deli Serdang &ldquoNanti Saya Check Dulu ke PPK&rdquo
News
Barapaksi Soroti Proyek Jalan Rp1,28 Miliar di Sunggal &ldquoJangan Ada Pembiaran Jika Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi&rdquo
kota
UNPAB Gelar Wisuda Periode ke76, Cetak Lulusan Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja
kota
Medan sumut24.co Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E.,M.M., menghadiri jamuan makan malam dengan s
kota
Medan sumut24.co Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, membongkar praktek jual beli narkoba, yang selalu memanfaatkan kafe sebagai titik t
Hukum
Dosen Universitas HKBP Nommemsen Pematangsiantar Melaksanakan PKM di Desa Bangun
kota
Pemko Pematangsiantar dan Kemenkum Sumut menandatangani Kerja Sama Pelayanan dan Pembangunan Hukum di Daerah
kota
Melampaui Sekat NegaraBangsa Dekonstruksi Hukum Kewarganegaraan Menuju Kosmopolitanisme Universal
kota
PPMDH TPI Medan Gelar Pesta Kuliner Kemerdekaan, Santri Diajak Jadi Generasi Penerus Bangsa
kota
Di India Jumhur Sayangkan Negara Besar Mundur dari Tanggungjawab Kolektif Pulihkan Lingkungan
News