Kembalikan Marwah Partai Ka'bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
Kembalikan Marwah Partai Ka&039bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
News
Medan | Sumut24 Setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Medan menemukan kandung boraks pada saat melakukan sidak di Ramadhan Fair, Senin (13/6), hari ini Selasa (14/6) Badan Ketahanan Pangan (BKP) menemukan, diduga mie mengandung formalin.
Baca Juga:
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sumut, Emilia Lubis mengatakan, pihaknya melakukan pengecekan sample makanan di Ramadhan Fair dengan membagi dua tim, yang masing-masing memiliki tugas, mengambil sample dan menguji sample.
“Ini kami lakukan pengecekan sample. Jadi kami periksa ada makanan yang mengandung formalin, borak, dan lainnya. Ini kami uji. Anggota dibuat dalam dua tim, ada tim di mobil lab, dan ada tim mengambil sample jajanan,” katanya.
Pada pemeriksaan kali ini, Emilia menjelaskan, pihaknya menemukan diduga mie terkandung formalin di dua stand yang berbeda.
“Iya kemarin katanya dapat boraks. Ini ada juga mie yang diduga mengandung formalin di stand 77 sama stand 83. Masih diduga ya, karena ini akan kita cek terus. Ini masih dilihat kasat mata, akan dilihat dulu kuantitatifnya, alat alat yang kita temukan real time. Kalau betul betul positif maka akan ditindak,” ungkapnya.
Dikatakannya, apabila benar-benar positif mengandung formalin, maka pihaknya akan segera koordinasi dan menindak pedagang hingga produsen mie tersebut. Sebab, jika dibiarkan, sangat membahayakan masyarakat.
“Sebab, formalin itu bisa memicu pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh kita,” pungkasnya.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Hasan Basri mengatakan, dari sidak BPOM dan pengujian sample yang dilakukan BKP, maka pihaknya akan memastikan, jika sudah terbukti maka pedagang tersebut harus dihentikan.
“Ya katanya, melalui BPOM dari 200 stand, ada dua terdeteksi. Yang jelas ini harus dipastikan, kalau ada boraks di stand nomor berapa, maka akan dihentikan dia berjualan di sini. Ini kan masih diproses. Jadi kami masih cek dulu,” ujarnya.
Hasan Basri mengatakan, pihaknya tetap melakukan pemantauan lokasi Ramadhan Fair. Serta akan bertanggung jawab dengan pengelolaan Ramadhan Fair.
“Kami membuktikan, kami bertanggung jawab dalam pengelolaan. Kami minta BPOM hadir menjelaskan stand berapa yang dapat, dan apa langkah mereka setelah itu. Sumber masalahnya kan adanya pedagang nakal, bukan Ramadhan Fairnya,” ungkapnya.
Hasan Basri berharap, Ramadhan Fair harus tetap berjalan, ia mengatakan, jangan gara-gara pedagang nakal, maka berimbas pada pedagang lainnya, yang berjualan dengan baik.
Ia pun menyatakan, akan meminta bantuan BKP untuk melakukan peningkatan pengawasan, serta aka terus memperkuat pengawasan pengelolaan,
“Kami minta BKP melakukan peningkatan pengawasan. Artinya mengambil sample ke higiniesan. Kalau ada mencurigakan baru ditindak,” pungkasnya. (W04)
Kembalikan Marwah Partai Ka&039bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
News
Proyek Bahu Jalan Paya Gambar Disorot Debu Bertebaran, Tanpa Plank Proyek
News
Adik Wawako Medan Jadi Kadiv Propam Polri, CEO Sumut24 Group Nazly Putra Terbaik Sumut
News
Ikanas Sumut Prihatin Binsar Nasution Jadi Korban Kriminal, Minta Polisi Usut Tuntas
News
Adik Kandung Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap, Irjen Mahmud Nazly Harahap Kini Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri
News
H. Ruslan SH Didaulat Jadi Ketua Dewan Pembina DPP PASEDA Sumut, Dorong Seni Budaya Bangkit dan Berkembang
News
Bela Negara di Era Digital, Bupati Saipullah Dorong Mahasiswa Lawan Hoaks dan Radikalisme
kota
Perkuat Sinergitas TNIPolri, Polresta Deli Serdang Beri Surprise HUT Ke81 TNI
News
BANDA ACEH Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh mulai memperkuat langkah membangun organisasi dan pembinaan sepakbola mini
Sport
VANDUNG Sebanyak 25 advokat baru resmi diangkat oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perkumpulan Advokat Indonesia (PERADI) di wilayah huk
Hukum