Minggu, 26 Juli 2026

Kadisdik Tak Siap Paparkan Realisasi Triwulan I APBD 2016

Administrator - Kamis, 09 Juni 2016 09:12 WIB
Kadisdik Tak Siap Paparkan Realisasi Triwulan I APBD 2016

Medan|SUMUT24 Kalangan anggota komisi B DPRD Medan mengaku kecewa dengan kinerja Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan Drs Marasutan karena dinilai tak siap memaparkan realisasi serapan anggaran triwulan I APBD 2016.

Baca Juga:

Terbukti, saat kunjungan kerja (kunker) komisi B ke kantor Disdik, Selasa (7/6) terkait serapan anggaran dan program kerja, Marasutan tak mampu menjawab pertanyaan anggota dewan.

“Saya kecewa dengan kinerja Kadisdik karena tidak mempersiapkan laporan penjelasan realisasi serapan anggaran Triwulan I 2016. Saya tadi yakin laporan itu sudah tersedia. Sehingga, saat rapat seperti ini sudah bisa kita bahas. Surat kami sebelumnya kan sudah jelas untuk mengetahui sejauhmana realisasi serapan anggaran triwulan I. Jadi kenapa tidak direspon, Kehadiran kami tidak tiba tiba tapi sudah disurati sebelumnya, “ kesal anggota Komisi B Hendrik Halomoan Sitompul saat rapat berlangsung.

Menurut Hendrik Sitompul, kunjungan Komisi B sangat mendasar terkait realisasi serapan anggaran di Disdik sebesar Rp 1,6 Triliun untuk 2016. Hendrik mengaku tidak tepat jika anggaran itu nantinya jadi Silpa pada hal masih banyak masalah pendidikan yang perlu dibenahi.

Sebagaimanan diketahui, pada tahun 2015 lalu, dari 151 jenis kegiatan di Disdik Kota Medan, terdapat 67 atau sekitar 60 % kegiatan tidak terlaksana termasuk bantuan siswa miskin dan kesejahteraan guru.

Rasa kecewa juga disampaikan M Yusuf S.Ag, karena pembahasan tidak fokus. Sehingga agenda kunker komisi B untuk mengetahui realisasi serapan anggaran triwulan I APBD di Disdik tidak terakomodir. “Kita bukan mencari kesalahan tapi menjalankan tugas sesuai fungsi sekaligus memberikan masukan yang kita serap dari masyarakat, “ ujar Yusuf.

Sama halnya dengan keluhan yang disampaikan Wakil Ketua Komisi B Ratna Sitepu terkait program pendistribusian beasiswa dan bantuan baju seragam bagi warga miskin yang dinilai tidak transparan. Kriteria siswa yang bagaimanan berhak mendapat beasiswa bantuan miskin kerap menjadi masalah di kalangan siswa dan orangtua. “Kita kecewa tidak dilibatkan, pada hal jauh sebelumnya pada Desember tahun lalu sudah kita minta supaya anggota dewan dilibatkan, tapi nyatanya hingga sekarang tidak terlaksana,” ujar Ratna.

Dalam amatan wartawan saat rapat anggota dewan yang dipimpin Ketua Komisi B Surianto (Butong) dengan Disdik berlangsung terlihat agak tegang, tampak Kadisdik Drs Marasutan gegabah setiap menjawab pertanyaan anggota dewan. Bahkan Marasutan selalu menyebut “nanti datanya menyusul akan kami kirim ke komisi B”.

Begitu juga halnya dengan pertanyaan Ratna Sitepu terkait kriteria dan jumlah siswa penerima beasiswa, Marasutan tidak mampu menjelaskan bahkan mendelegasikan kepada Johan (stafnya). Jawan Johan pun tidak memberikan penjelasan yang akurat. “Nantilah kami sampaikan dan saat ini terkait program baju seragam masih proses lelang,” jawab Johan enteng.(R02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
UNPAB Dukung Pelestarian Warisan Pemikiran Bangsa melalui Peluncuran Buku Karya Iskandar, S.T. Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme
Jalan Panyabungan–Muara Soma Makan Korban, H. Syahrir Nasution Desak Gubsu Segera Bertindak, Dana Perbaikan Diduga Sudah Ada
H. Ikrom Helmi Nasution Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pengurus MW KAHMI dan FORHATI Sumut 2026–2031
Bahas Penguatan Hubungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Bupati Solok Ikuti Audiensi APKASI Bersama Pimpinan DPR RI
UNPAB Perkuat Kebersamaan dan Profesionalisme melalui Silaturahmi Bulanan Pegawai dan Dosen
Perluas Akses Pembiayaan UMKM, Bank Sumut Resmi Jadi Mitra Penyalur Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen Pemko Batam
komentar
beritaTerbaru