Selasa, 28 Juli 2026

Rekom PDI-P Pilkada Medan, Bobby layak didampingi Akademisi

Administrator - Kamis, 06 Agustus 2020 11:46 WIB
Rekom PDI-P Pilkada Medan, Bobby layak didampingi Akademisi

Medan I Sumut24.co

Baca Juga:

Geliat rekomendasi pilkada Kota Medan, telah memberikan dinamisasi dan semakin mengarah, sebab hanya 2 Partai Politik yang bs usung sendiri untuk pasangan calon WalKot dan Cawawalkot di pilkada Kota Medan pada 9 Desember 2020 diadakan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan Periode 2020 – 2025 yaitu Partai PDI- Perjuangan dan Partai Gerindra.

Sementara rekom partai Gerindra telah memutuskan Pasangan Bobby Nasution – Aulia Rachman sebagai Cawalkot dan Cawawakot Kota Medan, pada tanggal 22 Juni 2020.

Melihat kondisi saat ini, bagaimana dengan Partai PDI-Perjuangan ? Apakah hanya memberi rekom untuk Bobby saja? Yang artinya akankah PDI-P bergandengan dengan Gerindra ? Kader Muda PDI-P Kota Medan, M. Igbal, SE, disela-sela aktivitasnya sebagai sekretaris Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU), Kamis, (6/8) di jalam Tempuling warkop DWS mengatakan, semua opini dan pendapat saat ini sah-sah aja, namun akhirnya akan terjawab ketika rekomendasi setiap partai telah di keluarkan, seperti Partai Demokrat, kami dapat info, bahwa Demokrat belum mengeluarkan rekom keputusan dukungan buat Akhyar, namun beberapa Minggu lalu, di media, akhyar bahkan sudah di daulate jadi kader Demokrat, pada hal, Akhyar masih kader PDI-P hasil rekom calon wakil walikota periode 2015-2020, hasilnya di perubahan Surat Keputusan Kepengurusan DPD PDI-P, yang baru hasil revisi, nama ahkyar sudah tidak ada, artinya apa, kita tidak mau berandai-andai apalagi mengekspos di media, bahwa seseorang tersebut terkesan Uda sah sebagai apa gitu, namun kita sendiri masih sulit mengestimasikan rekom DPP Partai, terkhusus PDI-P.

Lebih lanjut, Iqbal, mengatakan, Bobby juga sejatinya bukan kader PDI-P, namun kaca mata saya, Bobby adalah sosok yang masih muda, energik, tentunya memiliki inovasi, apalagi beliau lulusan IPB Bogor, dan memiliki mertua seorang Presiden Indonesia yaitu Bapak Jokowi, dimana kepemimpinan beliau, jelas menjadi tauladan dan mewujudkan Indonesia satu rasa, satu harga, dan satu hati yaitu Indonesia Maju. Jadi wajar saja, Bobby jadi pilihan PDI-P, namun Bobby juga harus didampingi orang yang lebih tua, berpengalaman, khususnya mengerti serta memahami organisasi pemerintahan.

Iqbal, juga melihat berdasarkan kondisi saat ini, dimana dinamisasi politik pasca pemilihan presiden Uda mencair, dimana Gerindra Uda masuk ke pemerintahan Indonesia Maju, PDI-P, juga tidak salah jika mengeluarkan rekom Bobby berpasangan dengan kader PDI-P tulen, ya pastinya berdasarkan pandangan saya, Dr. Soetarto sangat layak mendampungi Bobby, karena sosok yang organisatoris dan tipekal mendidik dan seorang pendidik atau Akademisi, sehingga, clop la, dua kutub yang harmonis atau memiliki kemistri (kecocokan).

Diakhir, statemennya, Iqbal mengatakan, bahwa akhir adalah keputusan DPP PDI-P siapa yang menjadi pasangan Bobby nantinya.(red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
PATEN!! SATLAP TRI CAKTI DAN SATGAS GABUNGAN GAGALKAN PERDAGANGAN BIJIH TIMAH KERING & "PERDANA" UNTUK BALOK TIMAH ILEGAL DI PELABUHAN PELINDO, BELITU
2.000 Hafiz-Hafizah PTAC Labura Gelar Munajat Kebangsaan, Doakan Wakil Jaksa Agung RI Prof. Asep Nana Mulyana
Bupati Asahan Buka Turnamen Sepak Bola Kemerdekaan ke-81, Perebutkan Piala Dandim 0208/Asahan Jadi Simbol Persatuan Lewat Olahraga
Pemkab Asahan Tambah Titik Layanan Kependudukan, Warga Aek Kuasan Tak Perlu Lagi Jauh ke Kisaran
Satresnarkoba Polrestabes Medan Sikat Bandar Narkoba Antar Provinsi yang Manfaatkan Jasa Ekspedisi
Lengkapi Mobilitas Kota Medan, Bluebird Prime Hadirkan Pengalaman "Next-Level Comfort"
komentar
beritaTerbaru