Menziarahi Sang Penyambung Lidah Rakyat, Abdullah Rasyid: Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah
BLITAR, SUMUT24.CO Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. Abdullah Rasyid, M.E., melaksanakan zi
News
Kadis Kesehatan Medan: Jangan Khawatir Berlebihan Terkait Virus Corona MEDAN|SUMUT24 Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi mengimbau agar masyarakat tetap waspada, dalam menyikapi kasus Corona atau Covid 19 yang terjadi di Indonesia.
Baca Juga:
Namun, tidak perlu khawatir yang berlebihan. “Pada dasarnya kita tetap waspada, tetap mengawasi dan mengingatkan semua jajaran kesehatan kita. Tapi yang penting, kita menjaga jangan sampai ada yang terpapar,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (2/3).
Edwin mengatakan, gejala batuk, demam dan sesak napas merupakan gejala flu biasa.
Tetapi yang perlu diwaspadai adalah jika penderita pernah melakukan kontak dengan orang yang berasal dari tempat sumber virus atau yang mungkin terinfeksi.
Ia mengimbau, jika penderita mengalami gejala demam, batuk dan sesak napas, kemudian pernah melakukan kontak dengan orang yang terpapar, maka segera diperiksa di rumah sakit atau puskesmas.
“Yang penting kita mewaspadai jangan sempat ada yang terpapar. Terpapar itu maksudnya dia ada kontak, ada berhubungan dengan orang yang ada di tempat sumber penularan. Terutama sekarang dari Cina, Korea Selatan juga dan Jepang,” katanya.
Pihak Dinas Kesehatan Kota Medan juga mewaspadai orang-orang dari wilayah tersebut yang datang dari pintu masuk wilayah Sumut, seperti bandara dan pelabuhan.
Masyarakat juga diimbau untuk waspada, dengan catatan ada kontak dengan orang-orang yang terpapar.
“Kalau ada keluhan awal, tapi dengan catatan ada kontak, karena flu biasa pun seperti itu gejalanya,” katanya.
Ia pun mengatakan saat ini isolasi untuk penanganan Covid 19 ada di Rumah Sakit Adam Malik.
Tetapi, rumah sakit umum dan puskesmas juga sudah siap jika ada ditemukan kasus tersebut.
Petugas kesehatan Kota Medan juga tidak pasif menerima laporan yang terdeteksi dari pintu masuk saja, namun juga sudah melakukan jemput bola.
“Pasti harus ada kontak, kalau tidak ada kontak, kita tidah usah cemas,” katanya.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak khawatir yang berlebihan.
Sehingga saat ini masker N95 langka di pasar.
“Tapi pakai masker ini pun gak usah jadi momok juga. Hampir di setiap kegiatan kita pakai masker. Misalnya kita berada di kegiatan yang orangnya berasal dari bermacam-macam, baru pakai masker,” ujarnya.
Virus Covid 19 memiliki masa inkubasi selama 14 hari. Menurut Edwin, setelah 14 hari maka virus tersebut mati.
“Tetap perlu kita ingatkan untuk perilaku hidup bersih. Tetap cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah berkegiatan. Jangan jadi sesuatu yang membebani. Atau kalau kita ada kekhawatiran, kita ada kegiatannya di tempat ramai ya pakai masker,” tuturnya.(Red)
BLITAR, SUMUT24.CO Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. Abdullah Rasyid, M.E., melaksanakan zi
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pesta Oang Oang ( suka cita ) di peringati setiap tahunnya di kabupaten Pakpak Bharat, giat tersebut di gelar di
News
sumut24.co MEDAN, Polrestabes Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengungkap kas
kota
Dua tokoh Asia Dua dunia yang berbeda Satu visi tentang inklusivitas.
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan terus memperkuat langkah penanggulangan stunting melalui Gerakan Aksi Bergizi di Se
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Peringatan hari jadi Kabupaten Pakpak Bharat yang ke 23Tahun, yang dilaksanakan setiap tahunnya pada tgl 28 Juli.
News
Polres Padangsidimpuan Bergerak Cepat! Empat Terduga Pelaku Pembacokan Mahasiswa Ditangkap, Satu Masih Diburu
kota
Perang Melawan Rokok Ilegal! Polres Padang Lawas Serahkan Dua Kasus ke Bea Cukai Sibolga
kota
Polres Padang Lawas Bantah Isu Dugaan Penerimaan Uang oleh Penyidik, Tegaskan Informasi Viral di Media Sosial Hoaks
kota
Polres Tapsel Raih Predikat Pelayanan Prima dari Kapolri, AKBP Anton Santoso Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat Tanpa Diskriminasi
kota